Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 20


__ADS_3

Kay terdiam melihat kecantikan Reyya, namun dia tidak ingin menunjukkan kekagumannya.


"Kurang. Coba yang lain lagi" ucap Kay


Reyya menurutinya dan segera kembali ke kamar pas lalu mencoba gaun kedua yang berwarna biru navy. Gaun itu juga terlihat sangat bagus di kulit Reyya yang putih mulus. Reyya kembali menunjukkannya pada Kay.


Tidak dapat dipungkiri oleh Kay, bahwa gadis itu memang benar benar cantik.


"Coba yang lain" pintanya


Reyya memutarkan bola matanya menunjukkan kejengkelannya.


"Apaan sih. Milih satu baju saja bisa seribet ini. Pantes kamu belum menikah!" gerutu Reyya dalam hatinya.


Gaun ketiga diambil oleh Reyya dan dikenakannya dengan penuh kekesalan, gaun berwarna coklat susu itu juga sangat cocok di tubuh Reyya. Reyya kembali menunjukkannya pada Kay.


"Terlihat bagus. Ini saja" ucap Kay yang sejujurnya Ia tak dapat memilih karena semua yang dikenakan oleh Reyya terlihat bagus.


Akhirnya Reyya tersenyum lega dan segera mengganti kembali pakaiannya. Setelah melakukan pembayaran, Kay mengajak Reyya ke toko sepatu.


"Mau makan malam saja harus seribet ini. Dasar orang kaya!" gumam Reyya


"Ada apa?" tanya Kay yang mendengar gumam Reyya


"Ti-tidak ada." jawab Reyya sambil terus berjalan mengikuti Kay


Mereka akhirnya masuk ke salah satu toko sepatu yang juga mewah. Kay meminta Reyya untuk memilih sepatu, namun Reyya yang tidak tahu fashion tidak bisa memilih sepatu yang cantik. Reyya hanya terus mengambil sepatu flat yang dirasa nyaman di kakinya. Kay tidak tahan melihatnya, akhirnya Kay mengambil satu sepatu cantik dan menaruhnya di depan Reyya.


"Coba yang ini" perintahnya pada Reyya.


Reyya mengambil sepatu itu dan memakainya, sangat cantik dan cocok di kaki Reyya, tumitnya juga tidak terlalu tinggi.


"Kau bisa berjalan?" tanya Kay


"Tentu saja. Kau jangan khawatir!" ucap Reyya.


Kay membayar sepatu itu dan menyerahkannya pada Reyya. Reyya melirik hapenya untuk melihat jam, sudah pukul sebelas siang. Akhirnya Kay mengizinkan Reyya untuk pulang sendirian. Kay juga harus segera ke kantornya. Saat keluar dari mall, tidak sengaja Reyya bertemu dengan Aurora.


"Wah kebetulan sekali bertemu di sini. Kamu benar benar luar biasa, pakai ilmu apa sih kamu?" ucap Aurora dengan tatapan yang merendahkan Reyya


"Maaf mba saya harus pergi" ucap Reyya mencoba menghindari masalah.

__ADS_1


"Kamu pikir kamu sudah menang? Kupu kupu sepertimu hanya akan dipakai untuk sebentar saja. Jangan terlalu bangga karena kau telah berhasil mendapatkannya" lanjut Aurora seakan tak puas menghina Reyya


"Semua orang berhak mendapatkan cinta dan juga kebahagiaan, mungkin Kay tidak tercipta untuk anda. Berhentilah menyalahkan saya!" jawab Reyya


"Kau! Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kau menang!" ancam Aurora dengan mimik wajah marah


"Lakukan apa yang anda suka!" jawab Aurora sebelum berlalu pergi meninggalkan Aurora dengan dendam di hatinya.


Reyya pulang ke rumahnya dan bersiap siap menuju tempat kerjanya. Belum sempat keluar rumah, Reyya menerima sebuah pesan singkat dari Kay.


"Jangan lupa nanti malam jam delapan malam" bunyi pesan dari Kay. Reyya hanya membaca pesan itu tanpa ada minat untuk membalasnya.


Sesampainya di hotel. Reyya segera naik ke lantai empat, Diana sudah menunggunya di sana.


"Di, nanti malam aku harus izin lagi" ucap Reyya


"Kenapa? Bertemu tuan muda lagi?" tanya Diana


"Ya, dan aku harus makan malam dengan keluarganya juga. Entah apa yang akan terjadi, melihat nyonya Florest saja aku sudah gemetaran Di" ucap Reyya


"Ya, mau engga mau kamu harus bisa menghadapi itu Reyy. Lagian itu cuma pernikahan yang bisa dibilang palsu, jadi, apapun yang terjadi jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati" Diana menasehati Reyya


"Kamu benar Di. Makasih ya, kamu satu satunya orang yang ngertiin aku" ucap Reyya


"Ennga Di. Itu engga bakalan terjadi" potong Reyya dengan cepat


"Humm. Hati tidak ada yang tahu Reyy. Tapi semoga aja apapun yang terjadi nanti, kamu engga akan terluka" ucap Diana.


Reyya hanya terdiam tanpa tahu harus menjawab apa lagi. Yang dikatakan oleh Diana ada benarnya, hati dan perasaan tidak ada yang bisa menebaknya.


Menit berganti menit, jam berganti jam. Tepat pukul tujuh malam Reyya membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan yang dibelikan oleh Kay. Reyya terlihat anggun dan sangat menawan.


"Wow. Cantik banget Reyy" puji Diana ketika melihat sahabatnya keluar dari kamar mandi


"Terimakasih Di, terimakasih juga udah temenin aku izin ke pak Rio" jawab Reyya


"Semoga semuanya berjalan lancar, dan ingat pesan aku, apapun yang terjadi, kamu engga boleh masukin ke hati" pesan Diana


"Hufft. Semoga aja semua baik baik aja. Terimakasih lagi Di. Tapi aku belum tahu kita mau makan Di mana" jawab Reyya


Baru saja mengatakan itu, tiba tiba hape Reyya berdering, sebuah panggilan masuk dari Kay.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Diana


"Kay" jawab Reyya


"Ciyye calon suami. Ya udah, angkat sana, jangan jangan dia udah nungguin kamu" ucap Diana meledek sahabatnya


Reyya hanya menarik nafas panjang ketika mendengar ucapan Diana, lalu dengan cepat ia menekan tombol jawab di hapenya


"Hallo" ucap Reyya


"Kamu di mana? Cepat keluar, aku di parkiran" perintah Kay dari balik telepon.


"Baik'' jawab Reyya singkat lalu menutup teleponnya


"Aku pergi dulu ya Di. Dia udah di bawah" ucap Reyya


"Ciye ciye. Ya udah, buruan gih. Nanti tuan muda kamu ngambek" goda Diana


Reyya hanya tersenyum dan langsung meninggalkan sahabatnya itu. Setelah keluar dari hotel, Reyya langsung ke parkiran depan. Dari kejauhan Reyya sudah mengenal mobil Kay. Reyya langsung mendekat dan masuk ke dalam mobil. Kay menatapnya sebentar lalu langsung menghidupkan mesin mobilnya.


"Kay" ucap Reyya


Kay menoleh sebentar lalu kembali fokus ke depan. Karena Reyya hanya diam setelah memanggil Kay, Kay akhirnya buka suara


"Ada apa?" tanya Kay


"Aku takut" ucap Reyya jujur


"Meskipun ini cuma pura pura, tapi aku sangat takut berhadapan dengan keluargamu" lanjutnya lagi


Kay menoleh sejenak sebelum menjawab


"Ini hanyalah makan malam. Sebelum kita menikah, tentu saja kamu harus bertemu keluarga ku. Apapun yang dikatakan oleh mama nanti, kita tetap akan menikah" ucap Kay


Reyya terdiam mendengar jawaban Kay. Baginya ini sangatlah aneh, memiliki hubungan dengan orang kaya yang memandang keluarganya dengan sebelah mata.


Reyya hanya menatap lurus ke depan, perasaannya sungguh tak menentu. Reyya terlalu takut berhadapan dengan orang orang kaya. Beberapa menit terdiam, akhirnya mereka sampai di sebuah restoran paling mewah di kota itu. Kay menoleh sebentar ke arah Reyya yang terlihat cemas lalu dia membuka pintu dan keluar. Reyya juga dengan perasaan gundah keluar dari mobil.


Mereka melangkah masuk ke dalam restoran, Reyya mengikuti Kay tepat di belakangnya. Meja yang dipesan oleh Kay terlihat masih kosong, belum terlihat keluarganya di sana. Kay dan Reyya duduk bersebelahan. Tidak berapa lama, tuan Florest dan Kinar muncul dan langsung mendekati mereka, Reyya bangkit dan menyalami tuan Florest dan Kinar. Tuan Florest dan Kinar pun langsung duduk.


"Mama kamu belum sampai?" tanya tuan Florest pada Kay

__ADS_1


terimakasih...


jangan lupa like dan vote ya manteman


__ADS_2