Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 18


__ADS_3

Reyya menutup telinganya dan segera menghabiskan makanannya. Setelah membayar, Reyya memutuskan untuk segera kembali. Orang orang yang berada di warung itu seakan tidak bisa berhenti berbisik bisik tentang dirinya.


Melewati istana Kay yang megah, Reyya menangkap ada suara keributan di halaman rumah besar itu. Reyya mencuri curi lihat ke dalam pagar yang terbuka, alangkah terkejutnya Reyya ketika melihat batang hidung ibu dan adiknya yang kelihatan tengah berdebat di halaman rumah Kay Florest. Reyya segera berjalan mendekati kerumunan itu.


Bu Ratih dan Renna tengah bersitegang dengan nyonya Florest beserta beberapa pembantu rumah tangganya.


"Kamu lihat kan kelakuan anak kamu! Sekarang kamu tahu!" ucap bu Ratih dengan suara yang tinggi dan melengking


"Heh. Anak kamu yang tidak bisa jaga diri. Pasti dia juga yang udah godain Kay. Dia pasti pingin banget masuk ke keluarga saya!" balas nyonya Florest dengan suara yang tidak kalah besar.


Reyya berjalan mendekati ibunya seraya berkata "bu, ada apa buk? Ibuk kenapa ada di sini?"


"Kamu juga, kenapa kamu enggak langsung bilang ke ibuk. Kamu mau terus terusan nutupin dari ibu?" ucap bu Ratih ketika melihat Reyya datang.


"Ibuk ngomong apa sih buk? Ayok pulang!" ajak Reyya seraya menarik lengan ibunya.


"Engga bisa, masalah ini harus diselesaikan hari ini juga!" ucap bu Ratih menepis tangan Reyya.


"Kamu sengaja kan! Kamu pasti udah ngejebak Kay!" ucap nyonya Florest pada Reyya yang tampak kebingungan.


Di tengah kegaduhan yang terjadi, tiba tiba mobil Kay masuk dan berhenti tepat di depan keramaian itu. Reyya dan semua orang terdiam memandangi Kay yang turun dari mobilnya.


"Ada apa ini?" tanya Kay.


Nyonya Florest segera menghampiri putranya yang tampan itu.


"Kay, mereka pasti sengaja menjebak kamu kan? Itu engga benar kan Kay?" ucap nyonya Florest.


Reyya benar benar bingung dengan situasi yang sedang berlangsung di depan matanya.


"Kamu harus bertanggungjawab dengan yang udah kamu lakuin. Kamu harus menikahi Reyya!" ucap bu Ratih sambil menunjuk wajah Kay.


Reyya mengernyitkan dahinya tatkala mendengar ucapan ibunya.


"Ibuk! Ibuk ngomong apa sih bu. Ini benar benar buat Reyy malu, ayo kita pulang!" Reyya lagi lagi menarik lengan ibunya.


"Saya akan bertanggung jawab dan menikahi Reyya" ucap Kay tiba tiba yang langsung membuat semua orang terbelalak termasuk Reyya.


"Kamu bicara apa sih. Semua orang udah pada gila ya!" ucap Reyya tak habis pikir dengan apa yang sedang berlangsung


Bu Ratih tersenyum dan bahagia ketika mendengar jawaban Kay yang hendak menikahi putrinya. Kegaduhan kembali terjadi ketika nyonya Florest tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh Kay.

__ADS_1


"Cukup! Diam semuanya! Di sini pasti ada kesalah pahaman. Aku dan Kay tidak memiliki hubungan apapun. Kalian semua jangan bertengkar lagi. Ibuk, ayo pulang!" ucap Reyya membelah kegaduhan.


"Kamu mau tunggu perut kamu besar dulu baru menikah? Kamu mau mempermalukan ibuk!" ucap bu Ratih yang spontan membuat mulut Reyya ternganga mendengar ucapan ibunya


"Ibuk bilang apa buk? Perut besar? Apa yang sedang ibu bicarakan?" tanya Reyya kebingungan.


"Kamu engga usah nutupin apa apa lagi, semua orang sudah tahu kelakuan bejat laki laki ini. Pokoknya dia harus segera bertanggung jawab. Titik!" ucap bu Ratih lalu menarik lengan kedua putrinya dan berlalu pergi.


Reyya yang masih kebingungan mencoba mencari jawaban dengan menatap lekat wajah Kay. Kay juga menatap dirinya yang sedang berlalu di hadapannya.


Setelah keluarga miskin itu berlalu pergi, nyonya Florest menghampiri Kay.


"Kay, kamu engga benar benar kan dengan ucapan kamu tadi?" tanya nyonya Florest pada putranya.


"Kay harus bertanggungjawab ma. Itu semua kesalahan Kay. Siap engga siap Kay harus menikahi Reyya" ucap Kay lalu pergi begitu saja meninggalkan ibunya.


Nyonya Florest seakan kehilangan tenaganya, dengan sigap, pembantu rumah tangganya menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh ke atas lantai.


Setelah sampai ke rumahnya, Reyya segera menuntut ibunya dengan beribu pertanyaan.


"Buk, sebenarnya apa yang sedang ibu rencanakan?" tanya Reyya.


"Rencanakan? Dasar anak tidak tahu malu! Kamu udah buat ibuk malu, sekarang kamu malah balik tanya ke ibuk?" jawab bu Ratih dengan mata melotot.


"Reyya. Berapa bulan sudah kandungan kamu? Jujur sama ibuk?" tanya bu Ratih mencoba bersikap tenang.


"Kandungan? Apa ibuk berpikir Reyy sedang hamil? Ibu dengar gosip dari mana buk? Itu tidak benar!" jawab Reyya


"Kamu benar benar minta dipukul ya Reyy. Ibuk capek bicara sama kamu!" bu Ratih pergi dan meninggalkan Reyya dalam keadaan bingung.


Tidak berapa lama sebuah pesan masuk ke hapenya, Reyya dengan cepat mengusap hapenya dan membuka pesan yang tertulis dari Kay.


"Temui aku sekarang di apartemen!" bunyi pesan dari Kay.


Reyya yang membutuhkan jawaban segera menganti pakaiannya dan bersiap untuk menemui Kay di apartemennya. Setelah menaiki kojek beberapa menit, akhirnya Reyya tiba di apartemen Kay. Reyya segera berlari menuju kamar Kay. Dengan secepat kilat Reyya menekan bel, beberapa detik kemudian Kay muncul membuka pintu apartemennya. Reyya segera melesat masuk tanpa bicara apapun.


"Kay, apa yang terjadi? Kenapa semua orang menganggap aku hamil? Apa yang telah kau lakukan?" tanya Reyya setelah Kay menutup pintu


"Duduklah. Kita perlu bicara" ucap Kay pada Reyya.


Reyya menuruti Kay dan duduk di atas sofa.

__ADS_1


"Aku tidak ingin menikah dengan wanita pilihan mama" ucap Kay setelah duduk


"Lalu, apa hubungannya denganku?" tanya Reyya penasaran.


"Kau lupa? Kau akan melakukan apapun yang aku minta?" jawab Kay


"Aku enggak ngerti Kay!" Reyya benar benar tidak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Kay


"Kamu harus menikah dengan ku!" ucap Kay sambil menatap Reyya


"Apa?? Apa kau sudah kehilangan akal? Kenapa aku harus menikah denganmu!" Reyya merasa keberatan dengan keinginan Kay


"Kau akan melakukan apapun yang aku minta? Kau lupa itu?" Kay sedikit jengkel karena Reyya menolak keinginannya.


"Aku tidak mau!" Reyya bersikeras menolak keinginan Kay


Kay mendekat dan menatap lekat wajah Reyya yang hanya berjarak lima centimeter saja.


"Kay!" ucap Reyya ketakutan


"Kau akan melakukannya, jika tidak, kau harus menyerahkan seratus lima puluh juta dalam satu malam!" ancam Kay.


Reyya menunduk dan tidak menjawab lagi, dia sedih dan ketakutan. Kay menjauhkan tubuhnya dan duduk di tempatnya kembali.


"Lalu, kenapa orang orang mengira aku sedang hamil?" Reyya masih diterpa rasa penasaran.


"Kamu engga perlu tahu itu. Mulai sekarang, kau adalah calon istriku" ucap Kay tegas.


"Aku memintamu karena kamu terikat perjanjian denganku. Aku bisa dengan mudah menggunakan mu!" lanjut Kay.


"Apa? Menggunakanku?" Reyya terbelalak


"Kau jangan salah paham. Bukan itu yang aku maksud!" ucap Kay.


Reyya merogoh hapenya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul satu siang.


"Aku harus pergi sekarang" ucap Reyya


"Baiklah. Kita akan bertemu lagi nanti" ucap Kay.


Reyya segera keluar dari apartemen Kay. Hari ini terasa begitu berat untuk dirinya. Jangankan menikah, pacaran saja dia belum pernah. Sekarang dia harus menikah dengan orang asing yang tidak ada saling cinta antara keduanya. Entah apa yang akan terjadi kedepannya, Reyya merasa tidak siap dengan semua hal yang akan di jumpainya.

__ADS_1


hai semua. terimakasih, jng lupa like, komen dan vote ya...


__ADS_2