Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 21


__ADS_3

"Belum pa" jawab Kay.


"Coba kamu telepon mama kamu!" tuan Florest meminta Kinar menelepon nyonya Florest


Baru saja Kinar mengeluarkan hapenya, nyonya Florest muncul dan segera melangkah menuju meja mereka, tatapannya yang tajam langsung menghujam Reyya.


Reyya bangkit dan hendak menyalami nyonya Florest, namun dengan sengaja nyonya Florest mengabaikannya dan menarik kursinya lalu duduk tanpa menghiraukan Reyya. Reyya merasa sangat malu dan langsung duduk di tempat duduknya. Kay hanya menatapnya sebentar.


Menu makan malam dihidangkan di atas meja, semua menu dipesan oleh nyonya Florest, hidangan mewah yang bahkan belum pernah dilihat oleh Reyya. Nyonya Florest melirik Reyya dengan senyuman sinis. Tidak ada siapapun yang buka suara, semuanya mulai mengambil peralatan makan kecuali Reyya, Reyya melirik Kay sekilas sebelum akhirnya ia meraih garpu dan pisaunya.


Bunyi dentingan sendok dan garpu terdengar sesekali di meja yang terasa dingin dan sunyi. Makan malam keluarga yang seharusnya terasa hangat malah menjadi makan malam yang menegangkan. Reyya menelan makanannya yang mewah itu secara perlahan, meskipun sangat istimewa, namun ia tidak merasakan kenikmatan sedikitpun.


"Berapa usia kamu?" tiba tiba tuan Florest memecahkan kesunyian dengan pertanyaan yang sederhana.


"Dua puluh tahun tuan" jawab Reyya spontan


"Jangan panggil tuan. Panggil papa saja, kamu kan calon istri Kay" ucap tuan Florest ramah.


"Uhuk uhuk. Jodoh belum ada yang tahu pa, yang kawin aja bisa cerai, apalagi yg belum menikah, segala kemungkinan bisa terjadi" sela nyonya Florest dengan tatapan dingin yang mengarah ke Reyya


Reyya hanya tertunduk mencoba sebisa mungkin menghindari tatapan maut itu.


"Jadi kapan rencana pernikahan kalian?" tanya tuan Florest pada Kay


"Jangan terburu buru pa!" sela nyonya Florest sebelum Kay bahkan sempat membuka mulutnya


"Bulan depan pa" jawab Kay singkat


Semua orang seketika itu menatap Kay.


"Bulan depan? Apa kamu bercanda, bagaimana mungkin kamu menikah dengan begitu tergesa gesa" jawab nyonya Florest tidak setuju dengan keputusan Kay


"Mama mau tunggu perut Reyya membesar?" tanya Kay yang membuat semua orang terkejut


"Uhuk uhuk" Reyya tersedak saat mendengar ucapan Kay yang konyol.


"Kamu engga papa?" tanya Kay sambil menyodorkan segelas air putih


"Aku tidak apa apa" jawab Reyya

__ADS_1


Nyonya Florest semakin mendidih ketika melihat perhatian Kay ke Reyya. Hanya satu orang gadis yang pernah membuat Kay mencurahkan semua perhatiannya, namun kini Reyya telah mengganti posisi gadis itu, bagaimana mungkin? Pikir nyonya Florest dalam hatinya.


"Sudah berapa bulan kandungan kamu?" tanya nyonya Florest pada Reyya.


Reyya tampak kebingungan dan langsung menoleh ke arah Kay.


"Ma, jangan bahas masalah itu di sini!" ucap Kay


"Kenapa? Mama juga berhak tahu, semua orang bahkan sudah tahu kalau dia sedang hamil?" emosi nyonya Florest kian memuncak


"Ma, malam ini sebaiknya kita makan malam dengan damai. Ini makan malam pertama kita dengan calon menantu kita" ucap tuan Florest mencoba menenangkan suasana


"Mama sudah kenyang" nyonya Florest meletakkan garpunya, mengelap mulutnya dan langsung pergi meninggalkan meja makan itu.


Reyya merasa sangat tidak nyaman dengan semua itu.


"Sudah, jangan dipikirkan, lanjutkan makan kalian" pinta tuan Florest pada semua orang.


"Kinar udah selesai pa, Kinar duluan ya, ada janji sama teman" ucap Kinar lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.


"Kay, kalau kamu butuh apapun, kasih tau papa. Pernikahan kalian harus segera dilaksanakan" ucap tuan Florest


"Makasih pa, nanti kalau ada apa apa, pasti Kay kasih tau. Biar Kay yang mempersiapkan semuanya pa" jawab Kay


"Baik pa"


Tuan Florest meninggalkan kedua pasangan itu di atas meja. Reyya segera menyudahi makannya dan duduk bersandar seakan beban berat baru saja terangkat dari bahunya. Kay juga segera menyudahi makannya. Sejenak mereka terdiam.


"Kay. Aku harus segera kembali ke hotel" ucap Reyya membuka suara


Kay menoleh padanya dan berkata "mulai sekarang kamu udah engga perlu kerja di hotel lagi"


"Aku engga bisa Kay" jawab Reyya


"Tidak bisa? Kenapa? Begitu sulit bagimu untuk meninggalkan kenikmatan duniawi?" jawab Kay rada emosi


"Kay. Berhenti menghakimiku seperti itu! Aku bukan kupu kupu seperti yang kau bayangkan!" jawab Reyya dengan sedikit jengkel


"Lalu apa? Apa alasanmu tidak ingin meninggalkan hotel itu? Aku bisa menggajimu lima kali bahkan sepuluh kali lebih besar. Tugasmu hanya melayaniku, kau tidak perlu melayani orang lain!" ucap Kay setelah mendekatkan wajahnya ke wajah Reyya.

__ADS_1


"Aku muak dengan perkataanmu yang terus menghina profesiku!" Reyya bangkit dan berencana meninggalkan kan Kay.


Kay juga bangkit dari tempat duduknya dan mengejar Reyya. Setelah membayar tagihan, Kay melanjutkan langkahnya dengan cepat untuk mengejar Reyya.


Reyya berlari kecil meninggalkan restoran, rintik hujan mulai turun ingin membasahi bumi yang terasa sangat panas. Dengan sepatu hak tinggi itu, Reyya sedikit kesulitan berjalan cepat. Kay muncul dengan mobilnya tepat di belakang Reyya. Kay menghentikan mobilnya dan segera turun dari mobil.


Kay menarik lengan Reyya dan menghimpitnya ke mobil.


"Berani sekali kau meninggalkanku seperti itu, aku paling tidak suka diabaikan!" Kay berkata dengan suara yang terdengar berat karena diliputi oleh emosi.


Reyya sedikit takut dengan sikap Kay yang seperti itu.


"Kau yang memulainya. Kau terus saja menghinaku!" jawab Reyya dengan suara yang mulai bergetar karena menahan air mata.


Kay menatap tajam ke dalam mata Reyya dan berkata "aku hanya tidak suka jika pekerjaanmu merusak reputasiku!"


"Lalu kenapa kau menikahiku? Pergi dan cari wanita baik baik yang bisa menjaga--"


Mulut Reyya segera terdiam ketika Kay membungkamnya dengan sebuah ciuman yang mengejutkan. Seakan jantungnya berhenti berdetak, Reyya tidak bisa berkata apapun, Kay mengunci kedua tangannya.


Tentu saja Kay adalah pria pertama yang mencium Reyya, sehingga hal itu membuatnya terkejut dan membeku. Angin sejuk menyapu keheningan malam. Rintik hujan seakan menambah kesyahduan malam itu. Reyya mencoba melepaskan diri dari ciuman yang menghantamnya itu. Beberapa detik kemudian Kay akhirnya melepaskan gadis itu.


Reyya tertunduk dan menangis.


"kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku" ucapnya lirih


"Itu hanya sebuah ciuman hukuman karena kau menyepelekan aku" jawab Kay santai.


"Kamu keterlaluan Kay!"


"Kamu dengar aku? Mulai besok jangan datang lagi ke hotel itu!" perintah Kay


"Aku tidak bisa Kay. Aku masih terikat kontrak selama dua tahun" ucap Reyya.


"Apa?" Kay tampak geram


"Sebelum semuanya terlambat, sebaiknya kita hentikan drama pernikahan ini. Mama kamu juga tidak setuju dengan pernikahan ini" ucap Reyya seraya mengusap matanya yang basah.


Kay membuka pintu mobil dan mendorong Reyya untuk masuk lalu menutup pintu mobil. Kay berjalan memutar dan duduk di kursinya lalu menghidupkan mesin mobilnya. Reyya tidak tahu apa yang ada di pikiran pria itu saat ini. Reyya benar benar berharap Kay menghentikan pernikahan palsu itu.

__ADS_1


tbc...


terimakasih man teman. jangan lupa vote dan dukung karya aku ya🥰 jumpa lagi...👋🏼


__ADS_2