
Sepiring nasi di hidangkan di depannya, Reyya mengusap pipinya. Dia menatap piring yang ada di hadapannya. Sepiring nasi dengan ayam goreng, ingatan buruknya kembali menari di kepalanya. Pada saat itu Reyya masih duduk di bangku kelas dua SMP. Bu Ratih membeli seekor ayam dan menggorengnya untuk makan siang. Hari itu Reyya sedang tidak enak badan, dia tidak mengerjakan pekerjaan rumah apapun.
Bu Ratih yang kesal terus terusan memarahinya hingga tiba waktu makan siang. Bau ayam goreng menyeruak ke seluruh ruangan. Ayam goreng merupakan makanan mewah bagi keluarga mereka yang hanya bisa mendapatkannya lima bulan sekali saat itu. Di atas meja, bu Ratih dan Renna tengah menikmati nasi dengan ayam goreng. Reyya datang dan menarik kursi untuk duduk. Tiba tiba bu ratih melemparinya dengan tulang paha ayam goreng.
"Anak tidak berguna! Seharian cuma tidur! Seenaknya mau makan! Pergi sana!" ucap bu Ratih sambil berteriak.
Reyya yang terkejut dan kelaparan keluar dari rumahnya. Di saat itu Reyya melihat buah jambu yang memikat di samping pagar rumah Kay. Reyya memanjat pagar bagian dalam halamannya dan menyelinap ke atas pohon jambu milik keluarga Kay. Sayangnya saat itu Kay sedang duduk di bawah pohon jambu.
"Woi maling jambu!" terial Kay refleks melihat ada yang bergerak di atas pohon jambunya.
Reyya yang terkejut segera mencoba kabur dan turun dari pohon jambu itu, namun kaki lemahnya yang gemetaran tidak bisa Ia kendalikan hingga Ia terjatuh tepat di depan Kay. Orang orang yang ada di rumah Kay berlarian ke luar rumah. Mereka menangkap basah Reyya. Bu Ratih di panggil dan di permalukan di rumah Kay. Reyya sangat ketakutan. Dia tahu benar apa yang akan terjadi padanya.
Sesampainya di rumah, bu Ratih mengambil rotan dan menghajar Reyya yang kelaparan secara membabi buta.
Sekujur tubuhnya kesakitan. Untungnya ayahnya tiba saat itu, ayah Reyya segera menghentikan hukuman itu.
Pada saat itu Reyya tidak merasakan malu saat diteriaki maling oleh Kay, yang dia rasakan hanya ketakutan. Namun ketika dia sudah tumbuh dewasa, dia sangat malu dan sedih jika mengingat hal itu. Reyya tidak bisa melupakannya. Bahkan Kay juga mengingatnya, tentu saja dia ingat, itu hal yang sangat memalukan.
Reyya kembali mengusap air matanya lalu menyuap nasi ke dalam mulutnya. Sebenarnya ini adalah kali pertama Reyya makan ayam goreng setelah kejadian itu, Ia memiliki trauma terhadap ayam goreng. Reyya tidak bisa menelan ayam goreng itu. Air matanya terus menetes, trauma di ingatannya belum pulih dan menghilang. Reyya meletakkan sendoknya dan tidak jadi makan.
Setelah menenangkan air matanya, Reyya bangkit dan membayar nasi yang tidak dimakannya lalu pergi menuju rumahnya.
Siang hari di Florest Electro.
Kay duduk termenung di meja kerjanya. Kali ini dia tidak akan lolos dari perjodohan yang akan dilakukan oleh nyonya Florest. Selama ini dia selalu selamat berkat bantuan Dion.
"Akhhh sial!" teriak Kay.
"Kenapa aku harus bawa kupu kupu itu ke kamarku!" batin Kay.
Tidak berapa lama tiba tiba pintu ruangannya terbuka, Dion yang cerah ceria muncul dari ambang pintu.
"Apa kabar pak boss? Bagaimana tadi malam?" tanya Dion tak menghiraukan suasana hati Kay yang kacau.
Kay tidak menjawabnya dan hanya memperlihatkan wajah yang kusut berantakan.
__ADS_1
"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Dion lagi.
Kay hanya menatapnya dengan tatapan dingin.
"Aku tahu. Ini pasti tante Emmae!" tebak Dion secara akurat.
Kay menghela nafas panjang dan bangkit dari meja kerjanya untuk duduk di sofa di samping Dion.
"Aku ga bakalan selamat kali ini yon. Mama pakai mode super serius" ucap Kay mengusap wajahnya.
"Mode serius? Lo ngelakuin apa? Sampe tante Emmae pasang mode super serius?" tanya Dion penasaran.
Kay menegakkan tubuhnya dan menatap Dion.
"Aku ketahuan bawa Reyya ke apartemen ku" ucap Kay.
"What? Jadi lu berhasil?" tanya Dion dengan ekspresi terkejut dan tidak percaya.
Kay menatap sahabatnya itu. Tiba tiba dia teringat dengan foto yang diambilnya tadi malam. Sebuah ide muncul di benaknya.
"Ya, tentu aku berhasil!" jawab Kay.
"Aku akan kirimkan buktinya pada saat aku butuh kamu untuk selesain masalahku!" jawab Kay bersemangat.
"Ok ok ok. Aku tunggu itu pak boss" Dion cekikikan menertawakan sahabatnya.
Di rumah Reyya.
Sesampainya di rumah, Reyya segera masuk ke kamarnya, siang itu hanya ada Renna di rumahnya. Reyya mengganti pakaiannya dan langsung membersihkan dirinya. Rasa lapar kian menggelitik perutnya. Reyya memakai kaus putih dengan rok pendek lalu berjalan ke dapur. Tidak ada makanan apapun di atas meja hanya ada nasi putih yang terasa sudah mulai keras.
Reyya membuka kulkas dan mengambil sebutir telur lalu menggorengnya. Renna sedang asyik video call dengan pacarnya di ruang televisi. Reyya malas melihat gadis itu sedang tertawa manja dengan pacarnya. Reyya memutuskan untuk keluar dan duduk di samping rumahnya. Baru saja hendak duduk, sebuah mobil mewah lewat di depannya dan masuk ke dalam pagar rumah Kay.
Reyya hanya melihatnya sekilas lalu meneruskan makan. Rasa laparnya sudah tidak bisa ditahan. Telur mata sapi terasa begitu nikmat di saat perutnya kosong. Reyya sangat menikmatinya hingga ia tidak sadar Kay sedang menontonnya melalui jendela besar kamarnya.
"Gara gara kamu! Awas aja kalau sampai aku jadi menikah!" ucap Kay sambil menatap dingin Reyya yang tengah makan.
__ADS_1
"Kay"
Kay terkejut saat melihat nyonya Florest sudah berada di belakangnya.
"Kay, kamu enggak sedang ngeliatin perempuan itu kan?" nyonya Florest khawatir jika Kay terjerat oleh Reyya yang terkenal sebagai kupu kupu
"Apaan sih ma!" Kay berjalan menjauhi mamanya.
Nyonya Florest menatap Reyya dengan tatapan curiga dan benci.
"Kay. Jangan kecewain mama. Jangan sampai mama dengar kamu main sama perempuan itu" nyonya Florest memperingati anak laki laki satu satunya.
Kay menyibukkan dirinya untuk menghindari tatapan nyonya Florest.
"Kay!"
"Iya ma, Kay dengar!"
Nyonya Florest keluar dari kamar Kay dan membiarkan putranya beristirahat.
Jam sudah menunjukkan pukul dua empat puluh, Reyya telah siap dengan seragamnya. Dia meraih tasnya Dan berjalan keluar rumah. Reyya bersyukur Kay tidak memintanya melakukan pekerjaan hari ini. Dia berjalan sedikit cepat untuk mengejar waktu.
"Tiit tiit" suara klakson mobil mengejutkannya.
Reyya dengan cepat minggir dari jalannya, terlihat mobil mewah Kay yang baru saja keluar dari ujung gang. Reyya kembali berjalan tanpa memperdulikannya. Kay juga berjalan melewatinya.
Malam harinya di hotel.
Reyya dan Diana sedang makan malam di ruang tunggu.
"Reyy. Si Dion temannya tuan muda lu ngechatt aku" ucap diana di sela sela makannya.
"Serius? Dia bilang apa?" jawab Reyya sambil menghentikan suapannya.
"Ya cuma nanya nanya tentang aku sih. Menurut kamu gimana?" Diana meminta pendapat dari sahabatnya.
__ADS_1
"Ya menurut aku sih enggak salah berteman dengan siapapun. Coba dulu mengenal satu sama lain, kamu juga harus move on dari si Mustafa" jawab Reyya
Diana tersenyum mendengar jawaban Reyya, sebenarnya dia sudah lama tidak memiliki perasaan apa apa lagi terhadap mantan kekasihnya itu.