
Situasi yang ku hadapi ini tidak akan pernah kulupakan, Dia memang sudah memilikiku namun, Cintaku takkan kubiarkan ia dapatkan, itu adalah janjiku untuk diriku sendiri.
Zahra.
Aku masih tetap mematung di depan pintu untuk beberapa saat. Namun seseorang yang kudoakan datang, menarik tanganku dari kegelisahanku, dan membawaku.
Kita mau kemana? Eh, Bukankah ini sangat sepi dan sunyi, bagaimana ini, Aaaa Aku takut.
Zahra memberanikan dirinya untuk bertanya.
Maaf pak, eh tuan, kalo boleh tau kita mau kemana? Sambil tersengal Karena harus mensejajarkan langkah kakinya dengan orang yang menyeretnya.
Tidak ada jawab.
"Akhirnya" saat langkah mereka telah terhenti. Aaaa kakiku sakit. Zahra.
Kamu akan tinggal disini. Rey
Disini!. Setengah berteriak
Tanpa mendengar Zahra, Rey langsung membuka pintu dan menariknya masuk ke dalam rumah.
Sekali lagi menjelaskan.
Kamu akan tinggal disini untuk beberapa waktu. Terdengar suara Rey begitu lembut sampai menyentuh hati Zahra.
Ba baik, pak. Terbata Zahra menjawab karena laki-laki didepannya ini sudah ia kenal, ya siapa lagi kalo bukan sekretaris Rey.
__ADS_1
Mendapatkan pelukan dadakan dari sekretaris Rey membuat Zahra seketika membrontak.
Lepaskan pak, lepaskan. Zahra memberontak dipelukan Rey.
Kumohon biarkan Aku memeluk sebentar. Suara sekretaris Rey begitu pelan dan lembut. Zahra masih tidak percaya kalo yang sedang memeluknya adalah Sekretaris Rey, karena rumor yang beredar dia tidak kalah dingin dan arogannya seperti Tuan Al. Namun mendengar itu Zahra hanya bisa membiarkan sekretaris Rey memeluknya .
Cukup lama mereka berpelukan dan tenggelam dalam pikiran masing-masing sampai suara sekretaris Rey membuyarkan lamunan Zahra.
Jangan takut Aku ada disini. Rey
Mendengar itu air mata yang dari tadi Zahra tahan seketika tumpah. Dia kira tidak akan adalagi yang peduli dengannya setelah menginjakkan kaki di rumah ini. Namun ia salah.
Jangan menangis, hapus air matamu. Rey langsung mengusap kedua pipi Zahra dengan lembut seperti tidak membiarkan air mata Zahra keluar lagi.
Zahra yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung mendapatkan kesadaran kembali.
Eh, maaf pak. Canggung Zahra melepaskan pelukan itu.
Rasa Canggung pun datang.
Maafkab saya nona, saya hanya ingin membawa Anda ketempat Anda.
Eh, ia pak.
Jika nona menginginkan sesuatu silahkan hubungi saya.
Eh, baik pak. Zahra masih Canggung karena kejadian barusan dan dia memiliki untuk menundukkan kepada daripada harus bersitatap dengan Sekretaris Rey.
__ADS_1
Saya pamit undur diri nona, silahkan Nona istirahat dengan nyaman di rumah belakang ini.
Zahra hanya bisa menganggukkan kepala.
Saya permisi nona.
Baik pak, dengan menundukkan kepala.
Zahra langsung menutup pintu saat sekretaris Rey melangkahkan kaki keluar dari pintu.
Aaaa apa yang terjadi barusan hanya mimpikan? . Kenapa dia seperti itu. Dan apa itu, kata-katanya tadi, jangan takut Aku ada disini. Ya Allah Dia seperti malaikat penyelamatku saja.
Zahra masih memikirkan kejadian tadi saat dia dipeluk lembut oleh sekretaris Rey. Entah kenapa dirinya sudah lupa dengan Tuan Al yang baru saja menghina dan menelantarkannya.
Aku lelah, Aku ingin tidur. Huah Zahra sudah menguap untuk beberapa kali.
Kamar, dimana kamar tidur. Aku ngantuk.
Walaupun ini rumah belakang namun kalo dibandingkan dengan rumah Zahra yang di kampung, masih jauh lebih besar rumah yang ia tempat. Karena Ia masih susah mencari kamar dan lucunya setelah ia berkeliling hanys ada satu kamar itupun paling belakang.
Hah, terserahlah kau mengusirku dari rumah besarmu itu. Dan hahahaha itu adalah yang Aku inginkan. Memikirkan sekamar saja denganmu mungkin bisa membuatku cepat tua. Hahahaha Zahra ketawa lagi dengan apa yang ia pikirkan. Dan seketika tawanya terdiam dan mengutuk dirinya sendiri karena yang barusan ia tertawa adalah dirinya sendiri.
Namun, entah kenapa seseorang di kamar utama frustrasi dengan perlakuannya kepada gadis yang baru saja ia nikahi.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung