Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap
22. Pagi yang cerah


__ADS_3

Pejamkan matamu.


Bayangkanlah aku ada di sampingmu


Rasakan keindahan saat bersamaku


Dan saat kau buka mata


Kau akan merasakan sesuatu dalam hatimu


Sebab ku telah masuk kedalamnya


Tanpa kau sadari


Saat engkau pejamkan mata


Aku telah masuk ke dalam hatimu


Tuk menjaga cintamuโค


Malam ini Zahra tidur larut malam. Dia masih sempat menulis kata-kata indah di handphone miliknya. Yap untuk menemani malamnya yang tak sesuai realita dengan isi tulisan yang ia buat.


Al juga sama. Walaupun ia memejamkan mata. Namun tidak dipungkiri jika hatinya saat ini sedang berdegup kencang, tak karuan.


Ia tak tau kenapa hatinya seperti itu. Sebelum-sebelumnya ia tidak pernah mengalami hal seperti ini.


Malahan saking polosnya, Al kira dirinya sedang mengidap penyakit jantung.Dan membuat dirinya tak tidur semalaman.


Setelah lama menunggu. Akhirnya Zahra tertidur juga. Walaupun hanya di sofa namun tak menyulutkan kenyenyakan bagi Zahra. Ya tentunya karena sofa di kamar utama itu memang sangat empuk dan nyaman.

__ADS_1


Tak lupa Zahra Membalut seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia sedang mewanti-wanti. Takutnya saat Zahra tidur, tuan Al akan mencekik lehernya atau melakukan kejahatan lainnya.


Lucunya Zahra malah seperti kepompong besar yang sedang berbaring di atas sofa.


Karena Al tidak bisa tidur. Akhirnya ada ide terbersit di otaknya untuk menjahili istrinya itu.


"Wah, wah, wah. Liatlah wanita itu. Bisa-bisanya dia tidur dengan nyenyak." batin Al


Hahahaha, Al tidak bisa menahan tawanya. Melihat keadaan Zahra saat ini.


Bagaimana tidak lucu. Zahra yang mungil dibalut selimut tebal membuatnya seperti kepompong yang terjepit.


" Dasar wanita kepompong" Al belum bisa menahan tawanya. Namun seketika ia terdiam. Karena Zahra berbalik badan ke arahnya.


Melihat wajah itu. Menarik Al untuk mendekat ke sumber pemikat.


Setelah duduk di depan Zahra. Al memandangi wajah cantik itu. Wajah yang sangat ia rindukan.


Sekarang kepala mereka berdua sedang bertemu. Ada kenyaman di hati Al saat di dekat Zahra.


Getaran hatinya kembali lagi. Namun kali ini Al menikmati setiap detakan itu.


Rasa nyaman yang Al rasakan membuat dirinya terbawa, dan ikutan terlelap.


***


Keesokan paginya Zahra terbangun dan merasakan ada sesuatu di kepalanya. Saat ia berbalik arah, reflex ia mencium kening tuan Al. Membuat yang dicium langsung terbangun dari tidurnya.


Aaaaa. Zahra

__ADS_1


Aaa. Al


Reflex Al berdiri dari tempatnya. Namun saat ia berdiri, ia tak sengaja menginjak selimut Zahra yang meluntai sedikit ke bawah.


Bruk.


Al mendarat tepat di atas Zahra. Membuat yang di bawah menjerit kesakitan. Karena tubuh besar itu menimpa tubuh mungil Zahra. Zahra tak bisa berteriak atau menjerit ia hanya bisa menahan napas.


Sekilas mata mereka saling mengunci.


Seketika Al langsung bangun dari tubuh Zahra dan langsung berlari menuju kamar mandi karena menahan malu. Dirinya tertangkap basah sedang mendekati istrinya.


Sedang Zahra terlalu syok. Tak bisa bangkin dari tempatnya, cukup lama.


Sedang yang di kamar mandi sedang merona ria membayangkan kejadian tadi. Saat Zahra mencium keningnya.


Senyum di bibir Al tak bisa ia hilangkan selama di kamar mandi.


Setelah keluar dari kamar mandi. Al menyetel wajah meronanya dengan sedemikin rupa agar tidak dilihat oleh Zahra.


Dan Al buru-buru berangkat ke kantor agar dirinya bisa mengontrol diri. Karena ia takut akan hilaf jika masih berlama-lama bersama Zahra.


Sedang Zahra masih mengingat-ngingat kejadian semalam. Bagaimana Al bisa tidur di sampingnya


Dan pagi ini adalah pagi yang paling cerah bagi Al karena Zahra.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2