Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap
Menginap part 2


__ADS_3

Suasana pedesaan sangatlah nyaman, sejuk, sepi dan tentu saja sunyi dari suara klakdon-klakson kendaraan seperti di kota besar.


"Ah, sangat nyaman batin Zahra". Zahra sekarang sedang duduk santai sambil melihat-lihat di dekat jendela.


Setelah dirinya puas akhirnya Zahra menutup jendela yang ia buka tadi. Dan berbaring di atas kasur.


"Huahhh,,Aku ingin tidur!"


Suara itu merusak suasana hati Zahra yang sedang mengkhayal. "Eh ada hama pengganggu" . Gumam Zahra sangat pelan.


"Hei, apa kamu tidak mendengar?"


Zahra langsung membuka mata dan memutar matanya jengah. Lalu ia memiringkan tubuhnya agar tidak melihat wajah yang mengganggunya itu.


"Kalo bapak ingin tidur ya silahkan, Mamang apa masalahnya dengan saya"! Ucap Zahra tanpa melihat ke arah Al.


Mendengar itu Al malah tersenyum licik.


"Oh oh oh, baiklah itu permintaanmu" . Ucap Al dengan senyumnya yang semakin melebar.


Dan apa yang terjadi??


Al sudah berada di ranjang yang sama dengan Zahra.


Saat Zahra reflex membalikkan badan dan Melihat Al sudah di sampingnya Zahra langsung menjerit.


"Aaaaa, pak Al" Zahra


Al langsung menutup mulut Zahra dengan cepat. Karena bisa-bisa penghuni rumah ini akan datang mendengar jeritan Zahra

__ADS_1


Benar saja. Selang beberapa menit. Bu marni dan pak Hamdan sudah mengetuk pintu kamar mereka.


"Nak Zahra, nak Al, apa ada yang mengganggu kalian" .


Al dan Zahra langsung saling tatap.


Dan Zahra langsung berdiri untuk membukakan pintu.


"Hmm, maaf sebelumnya bu mengganggu istirahat ibu dan bapak. Maaf tadi Zahra hanya takut, karena melihat kecoa" .


"Oh, kecoa toh. Ibu kira tadi ada apa" . Bu Marni tersenyum dengan lega.


Baik nak ibu sama bapak pamit dulu ya. Selamat istirahat.


Dan Al hanya mengangguk dari tempat tidur.


"Jangan lupa di kunci pintunya" titah sang raja.


Zahra hanya mendengus kesal dan langsung mengunci pintu tersebut.


"Oke pak Al yang tidur di atas biar Zahra yang di bawah" .


Tapi baru sedetik Zahra mengatakan hal itu dirinya udah menjerit panik. Yap karena ia kejatuhan cicak dikepalanya.


"Aaaa" , Zahra langsung menghambur kepelukan Al. Sekaligus minta tolong.


"Tolong pakk, tolooonggggg" . Zahra menggesek-gesekkan kepalanya ke dada Al agar cicak di kepalanya di ambil oleh Al.


Melihat itu Al ketawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Namun tawanya seketika sirnah saat Zahra memeluknya dengan erat.


Zahra menangis dipelukan Al.


"Tolong pak, tolong Zahra" . Zahra takut cicak.


Ucap Zahra di sela-sela isaknya.


Melihat itu Al merasa kasihan. Diusapnya lembut pucuk kepala Zahra." Tenang sayang aku ada disini" ucap Al lalu membalas pelukan Zahra.


Mendapat belaian lembut dan Nyaman di kepalanya ditambah Zahra lelah karena habis menangis membuat ia ngantuk berat dan langsung tertidur di pelukan Al.


Merasakan napas Zahra yang sudah teratur di pelukannya membuat Al berbaring karena sudah tak kuat menahan tubuh Zahra.


Setelah mereka berbaring Al mendekap tubuh Zahra dan memeluknya.


Lalu Al mensejajarkan kepalanya dengan Zahra dan memandangi wajah cantik Zahra dengan khitmat.


Al menatap wajah itu dengan jantung yang berdegup dengan kencang ditambah melihat bibir merah delima Zahra membuat Al tak sadar sudah mencuri cium pertama Zahra.


Dan saat Al merasa sudah puas memandang wajah istrinya akhirnya ia juga tertidur dan masih medekap tubuh mungil itu dengan hangat.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2