Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap
18. Ibu pulang


__ADS_3

Suasana bandara ramai seperti biasanya, hilir mudik para menumpang atau pun sanak keluarga yang ingin mengantarkan atau menjemput salah satu keluarga tercinta pun ikut meramaikan. Dari pintu keluar penerbangan nampak seorang wanita cantik yang dengan elegannya membawa koper pink cantik miliknya. Setelah sampai di depan supir pribadi ia dengan cantiknya masuk ke dalam mobil mahal itu. Dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang ke arah rumah itu, yap rumah utama pemilik MNC Grup.


Aaa, sudah berapa tahun ya nggak ngerasain macet. Tapi nggak papa, macetkan sudah menjadi kebiasaan di kota ini. Hehehe


Wanita ini masih bercakap-cakap dengan pikirannya sampai ia tidak menyadari jika mereka sudah sampai ke tujuan.


"Maaf Nyonya, kita sudah sampai"


"Apa!. Oh kita dah sampai" . Hehehe


"Ia Nyonya"


Wanita itu turun dengan elegannya dan tidak lupa dengan memasang kacamata hitam glamor miliknya. Layaknya adegan di tv tv wkwkwk


Namun sebelum ia memasuki rumah utama, ia melihat sosok bayangan yang sangat ia kenali." Apa Aku nggak salah liat. Itu bukannya Vio. Aaaa jangan-jangan?. Karna penasaran melihat sosok itu, wanita itu sampai lupa meletakkan koper miliknya. Dan pelan-pelan dengan menyeret kopernya ia


Pergi ke rumah belakang menuju sosok yang sepintas ia lihat tadi. Wanita itu mengendap-endap menuju rumah belakang. Sekarang ia sudah di depan pintu.


"Masuk nggak ya, masuk nggak ya" . Dia masih bingung dengan penglihatannya." atau jangan-jangan yang ku lihat itu hanya pelayan, aaa terserahlah Aku penasaran. Wanita itu memegang hendel pintu, bersama Zahra dari dalam rumah membuka pintu.

__ADS_1


Bruk


Aaaaa. Mamanya Al


Aaaaa. Zahra


Wanita itu jatuh mengenai Zahra. Setelah sadar mereka berdua langsung berdiri dan mengambil posisi masing-masing.


Kamu, kamu siapa? Zahra takut karna baru pertama melihat orang selain sekretaris Rey datang ke rumah belakang yang ditempatinya.


Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Zahra, malah ia menarik tangan Zahra untuk masuk ke dalam rumah. Setelah mereka mendudukan diri di atas sofa, wanita itu masih menatap Zahra seperti sedang melihat hantu dan di matanya seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Melihat itu Zahra makin takut.


Ma maaf, anda siapa ya. Dengan suara yang pelan dan bergetar Zahra mencoba bertanya.


Aaaa, kamu nyata. Viooooo. Wanita itu langsung memeluk Zahra dengan erat.


Kamu masih hidup sayang, menguatkan pelukannya. Sampai Zahra yang di peluk kehabisan nafas. Merasakan Zahra yang kehabisan nafas wanita itu langsung melepaskan pelukannya


Maaf, maaf mama nggak sengaja. Tante terlalu bahagia. Hehehe

__ADS_1


Zahra hanya diam, dia masih mencerna kalimat wanita di depannya. "Maaf sebelumnya, ibu siapa ya dan kenapa ibu memangil Saya dengan sebutan Vio?.


Mendengar itu mamanya Al langsung diam. Hmm, bukannya dia Vio, kenapa dia sebut namanya Zahra. Vio bukan lagi amnesiakan?


tidak, tidak. Akan ku pastikan dulu.


" Vi, ini tante Hani sayang. Mamanya Al, Kamu udah lupa sama tente?" . Menggoyangkan tubuh Zahra berharap otak anak itu mengingatnya.


Sontak Zahra kaget mendengar penjelasan wanita ini. Wanita di depannya ini adalah Ibunya tuan Al dan itu berarti dia adalah Nyonya besar di rumah ini. Zahra langsung berdiri karna tau posisinya.


"Maaf, maaf Nyonya saya telah lancang duduk di dekat Nyonya" .


Melihat itu Mama Hani ketawa. Vio kenapa kamu sekarang selucu ini. Seingat tente kamu dulu nggak suka bercanda. Mama Hani seketika diam.


Maaf Nyonya nama saya Zahra dan seingat Zahra, saya belum pernah bertemu Nyonya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2