Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap
6. Penugasan part 3


__ADS_3

Aaaaa, Zahra.


Aaaaa, Al.


Tuaaaan. Rey


Bruk...


Tanpa Zahra sadari dirinya sekarang sudah berada di atas tubuhnya Tuan Al.


Kok nggak sakit ya. Zahra


Perlahan-lahan Zahra membuka mata, dan Zahra sangat kaget melihat dirinya ada di atas tubuh Al.


Aaaaa...


Seketika Zahra berdiri dan merasa malu.


Sedang Al awalnya kaget namun, ia merasa aneh dan nyaman memandang wajah Zahra.


"Maaf, maaf tuan, saya tidak sengaja tuan. Maafkan saya". Zahra.


Al hanya diam.


Saat sekretaris Rey ingin menampar Zahra, tiba-tiba ditahan oleh Al.


Biarkan!. Al


Kenapa tuan, saya akan...


Belum lengkap kalimat Rey al sudah pergi meninggalkannya.


Rey!!! Al


Ia tuan, Rey langsung mengekor di belakang Tuannya.

__ADS_1


Zahra hanya diam mematung.


Namun seketika tangan Zahra di tarik oleh seseorang yang bukan lain adalah Aldo.


Aldo yang melihat kejadian di depannya hanya bisa menganga. Karena tak tau mau berbuat apa. Namun setelah tuan Al pergi, ia langsung menarik Zahra dari kantin, karena ia tau semua orang yang ada di kantin sudah menatap Zahra dengan tatap sinis, Apa lagi ciwik, ciwik pengangum Tuan Al. Hehehe


Setelah tuan Al sampai di ruangan kerjanya, tuan Al langsung duduk di sofa dan memejamkan matanya, Al masih ingin mengingatkann kejadian barusan, dan aroma tubuh Zahra masih membekas di hidung tuan Al.


Namun seketika Tuan Al melemparkan apa saja yang aja di depannya." Aaaaa, gadis bodoh, kenapa kamu harus datang keduniaku. Aku membencimu" . Al


Rey hanya diam melihat tingkah tuanya.


.


.


.


"sadar Zahra, sadar" , Aldo menepuk-nepuk jidat Zahra.


Aaaaa, kenapa aku sebodoh ini, Aaaaaa. Aku pasti akan mati nanti. Hisk hisk hisk. Zahra.


"Aldo aku hanya Mimpikan, cubit aku do, cubit aku" .


Aldo mencubit pipi Zahra.


Aaaa, sakit tau, kenapa kamu mencubitku. Zahra udah sadar dari lamunannya, sebenarnya ia sadar namun ia berbohong pada dirinya sendiri. Karena kejadian tadi membuatnya ingin menenggelamkan dirinya kedasar bumi saja.


Dasar aneh, Aldo.


Do apa yang terjadi. Untuk memastikan dirinya bahwa kejadian tadi bukan hanya halusinasinya semata.Zahra


Kamu bodoh Ra, kamu sudah buat gara-gara sama tuan bos. Aldo


"Aaaaa, Jadi yang tadi bukan haluku ya" . Zahra.

__ADS_1


"Hisk hick hick, Do aku rasa ingin mati aja" .


Aku takut nanti Tuan Al akan melemparku dari kantornya. Aku masih mau kuliah do, Aku harus magang disini agar beasiswaku tidak dicopot. Hick hick hick.


Zahra kamu akan tetap disini, kita akan berjuang sama-sama. Aldo memberikan semangat untuk Zahra.


...


Krek...


Zahra dan Aldo masuk keruangan kerja mereka, dan semua mata tertuju pada Zahra.


Namun, saat Zahra sudah merasa aman tiba-tiba.


Dari mana saja kalian, jam segini baru datang. Hahh, apa kalian kira ini kantor orang kalian,yang seenaknya bebas keluar masuk tanpa ada yang menghalang. Kepala stab kominfo memarahi mereka bertubi-tubi, tanpa memberi celah bagi Zahra dan Aldo untuk menyela.


Apa kalian lupa, kalo kalian berdua hanya anak mangang disini hahh, menapar meja dengen keras.


Kalian itu tanggungjawabku, kalo pekerjaan kalian tidak becus,Aku akan senang hati melempar kalian jauh-jauh dari kantor ini.


Namun sayang...


Aku dan kominfo masih membutuhkan kalian. Seketika kepala stab itu diam, karena dia sangat tau Zahra dan Aldo salah satu putra-putri indonesia yang berprestasi. Dan itu sangat berguna bagi Mereka. Mengingat Zahra juga sangat baik dalam bekerja, walau ia hanya anak magang.


Pergi kalian, kali ini aku memaafkan kalian.


Mendengarkan itu, Zahra dan Aldo langsung lari ke kursi masing-masing.


...


Dan disisi lain, tuan Al sedang senyum sinis karena memiliki rencana licik untuk Zahra.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2