
Maaf pak, bisa kita pulang sekarang?". Zahra sudah bosan sedari tadi hanya mengikuti Al.
Sedang Al yang di tanya hanya melirik sekilas tanpa memberi jawaban.
Aaa, aku lelah. Untuk apa sih laki-laki sinting ini membawaku kesini. Gerutu Zahra dalam hati.
Yap, karena Al membawa Zahra melihat proyek perusahaan di kampung dalam, butuh waktu 5 jam untuk mereka sampai ke desa tersebut. Sampai membuat tubuh Zahra kesakitan karena terlalu lama di dalam mobil. Naasnya mereka hanya berdua di mobil membuat Zahra mati gaya karena deg-degan bukan karena perasaan senang tapi lebih
menjurus kepikiran negatif Zahra yang mengira Al akan berbuat macam-macam padanya.
Setelah Al berbincang-bincang lama dengan kepala bangunan yang bertanggung jawab untuk menghendel pembangun gedung tersebut. Akhirnya Al melirik ke arah Zahra yang duduk santai di sebuah gubuk kecil.
Dan setelah semua urusan selesai kepala bangunan tersebut langsung pamit untuk pulang karena masih banyak urusan untuk menyiapkan pembangunan.
Kini tinggal Zahra dan Al. Al yang masih menatap Zahra dari tempatnya sedangkan Zahra sendiri bersandar di gubuk dan mungkin sudah setengah sedar, melihat dari tingkat yang sudah tidur seperti ayam.
Cukup lama mereka di situ. Sampai suara petir membangunkan Zahra dari tidurnya.
Melihat itu Al langsung memanggil Zahra untuk cepat-cepat menuju mobil.
Zahra langsung lari karena terlalu takut sakaligus terkejut. Ia melihat sekelilingnya sudah mulai gelap dan hujan sudah mulai menerpa kulitnya.
Aaa, pak Al, Sakit!. Zahra berteriak sangat kencang agar suaranya tidak kalah dengan hujan yang sudah membasahinya.
Mendengar itu Al langsung berlari panik, karena jarak antara mobilnya dengan Zahra cukup jauh, Zahra berada di atas sedang ia di bawah. Ya karena mereka menimbun tinggi area yang akan di bangun.
Zahra. Al berteriak panik melihat Zahra memegang kakinya.
__ADS_1
Sakit pak. Zahra menangis meresa kesakitan. tadi, saat ia berlari ia tak sengaja menginjak sesuatu yang sangat tajam.
Al langsung berjongkok di depan Zahra sekaligus melihat keadaan Zahra.
Kaki berdarah. Al
Zahra mengangguk kelu. Rasa sakit di kakinya membuat ia tak bisa bicara.
Dengan sekali gerakan Zahra sudah ada di gendongannya. Ia membawa tubuh Zahra ke dalam mobil dan cepat-cepat membawa Zahra ke kampung terdekat.
***
Bagaimana kakimu apakah masih sakit?. Al bertanya dingin kepada Zahra.
Zahra hanya bisa menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Al.
Ayo nak Al, nak Zahra kita makan dulu.
Zahra dan Al serentak mengangguk.
Saat kejadian, Al sudah kalang kabut karena tidak menemukan rumah sakit atau puskesmas di daerah tersebut. Karena menurut penjelasannya warga yang Al temua di desa ini tidak ada puskesmas yang ada hanya di desa seberang sedangkan jaraknya harus melewati jembatan penghubung antar desa dan naasnya akibat hujan lebat mengakibatkan jembatan tidak bisa di lewati.
Dan akhirnya ada warga yang iba dengan keadaan Al yang berantakan dan langsung membawa mereka ke rumah kepala desa untuk sementara waktu sekaligus menunggu hujan reda agar jembatan bisa berfungsi kembali.
Saat ini Zahra menggunakan baju bu marni Khas desa dan juga Al sedang memakai baju pak Hamdan kepala desa.
Sebenarnya Zahra melihat Al memakai pakaian kebesaran seperti itu ingin tertawa. Apalagi rarung yang saat ini Al pakai membuat penampilannya begitu jauh dari kata rapi.
__ADS_1
Dan Al juga nggak kalah gemes melihat Zahra memakai baju darter berlengan panjang di balut dengan kain sarung wanita membuat Zahra kelihatan seperti gadis desa. Namun walaupun Zahra memakai pakaian aneh seperti itu wajahnya malah bertambah menggemaskan di mata Al.
Setelah mereka berempat makan malam akhirnya Zahra berkeinginan membantu bu Marni untuk mencuci piring karena hanya ada bu Marni dan pak Hamdan di rumah itu sedang anak-anak mereka sekarang masih di kota sedang mengenyam pendidikan.
saat memasak bu Marni tidak mengizinkan Zahra untuk membantunya.
Maaf bu boleh Zahra bantu?.
Zahra sudah berdiri di belakang bu Marni yanh sedang mencuci piring.
Ya Allah nak Zahra. Ibu kira tadi siapa.
Boleh.
Maaf ya ibu tadi tidak mengizinkanmu ikut ibu memasak karena tadi ibu lihat wajahmu sangat pucat.
Tidak apa bu, malah Zahra yang minta maaf karena telah merepotkan bu Marni.
.
.
Bersambung
Assalamualaikum sahabat, maaf yang sebesar-besarnya kepada sahabat setia Zahra dan Al maaf karena Author baru bisa up hari ini disebabkan kendala kesibukan Author. Author minta doa dan dukungannya terus ya sahabat. Jangan lupa like, komen, dan votenya ya sahabat.
Salam hangat dari Authorโค
__ADS_1