Mandor Proyek Dan Janda Muda 2

Mandor Proyek Dan Janda Muda 2
Wanita Stok Terbatas


__ADS_3

Pandangan Heni terus tertuju pada Adi dan Indri yang tengah menjadi perhatian para pelanggan jamu tradisional di situ. Dengan pandangan mata penuh iri dengki, Heni terus mengawasi Adi dan Indri.


"Mbak,


Memang suaminya ini gak betah berlama-lama di rumah ya?", tanya seorang wanita berusia 30 tahunan yang juga ikut mengantri di depan stand jamu tradisional itu.


"Di bilang betah sih ya betah mbak,


Cuma pengen nya suami yang kerja di luar rumah tidak perlu repot-repot melirik perempuan lain karena di rumah sudah ada yang bisa memenuhi kebutuhan batin nya", jawab Indri dengan senyum merekah di bibirnya.


"Wah mbak pintar ya..


Jadi menurut mbak, asal servis untuk suami sudah hot maka gak mungkin dia berpaling ke lain hati gitu ya?", si wanita itu semakin tertarik dengan pemikiran Indri.


"Ya jelas to mbak,


Kita juga harus merawat diri untuk suami biar tidak lirik sana sini. Lelaki itu kalau lihat yang di rumah dandanan nya seperti kuntilanak beranak gitu mana ada yang betah di rumah?


Jangan cuma bisa menyalahkan lelaki yang cari perempuan lain di luar rumah jika istri di rumah tidak bisa merawat diri", ucap Indri yang berbicara layaknya motivator acara psikologi di tv swasta.


Si mbak penjual jamu tradisional itu tersenyum simpul mendengar ucapan Indri. Sementara itu si wanita yang menanyai Indri turut melongo mendengar jawaban dari lawan bicaranya itu.


Sedangkan Adi yang duduk di kursi plastik tempat antrian stand jamu tradisional itu hanya tersenyum saja mendengar ucapan sang istri. Seorang lelaki yang duduk di sebelah nya pun mencolek tangan Adi.


"Wah istri mu jempolan mas.


Pengertian banget dengan hubungan suami-isteri kalian. Coba saja istri ku kayak gitu, pasti ayem tentram deh rumah tangga ku", ujar lelaki itu dengan cepat.


"Hehehe iya pak,


Tapi sayangnya tidak semua wanita berpikir begitu pak. Kadang mereka lebih suka menuntut lelaki untuk setia tanpa mau mengerti bahwa mata suaminya perlu di manjakan juga.


Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, istri saya benar-benar pengertian dengan suami", jawab Adi sambil tersenyum tipis.


"Lha iya loh mas.


Eh dia masih punya saudara kembar atau adik yang masih lajang gitu gak mas?


Kenalkan ke saya dong", tanya seorang lelaki muda yang duduk tak jauh dari Adi.


"Sayangnya gak ada mas,


Istri saya itu wanita stok terbatas hehehe", Adi terkekeh menjawab pertanyaan orang disampingnya itu.


Semua orang di situ langsung tersenyum mendengar jawaban Adi.


"Ini mbak pesanan nya", ujar si mbak penjual jamu tradisional sambil mengulurkan sekantong plastik yang berisi dua jamu cair yang dikemas dalam plastik kecil.


"Berapa mbak semuanya?", tanya Indri usai menerima kantong plastik berisi jamu itu.


"20 puluh ribu mbak", jawab si mbak penjual jamu tradisional sambil tersenyum.


Indri segera membuka dompetnya dan mengulurkan duit 20 ribu pada si mbak penjual jamu tradisional itu.


Usai membayar, mereka berdua segera menuju ke arah stand cilok yang ada di bawah tugu pasar kecamatan Selo. Beberapa hari ini, Dhea dan Cinta selalu semangat mengejar penjual cilok yang biasanya lewat di depan rumah mereka sehingga Indri pun bermaksud untuk membelikan makanan itu pada dua putri kecilnya itu.


"Ada lagi yang mau di beli Yank?", tanya Adi usai Indri membayar cilok untuk Dhea dan Cinta.


"Ehm apa ya mas?


Pengen nya sih beli make up mas, tapi takut nya mas marah karena uang di pakai buat beli kebutuhan pribadi ku", ujar Indri lirih namun masih sempat terdengar di telinga Adi.


"Yank, kamu ngomong apa sih?


Aku kerja itu buat kebutuhan kamu, ibuk dan anak anak. Ya wajarlah jika uang yang aku peroleh itu untuk memenuhi kebutuhan mu.

__ADS_1


Udah jangan mikir macam macam. Toh kamu dandan juga buat aku kan?


Yuukkk", ucap Adi sambil menggandeng tangan Indri ke sebuah toko di seberang jalan. Toko itu memang menyediakan semua kebutuhan make up perempuan.


Indri mengulum senyumnya saat Adi menggandengnya menyebrang jalan.


'Tak salah aku memilih mu mas. Kau benar-benar sayang padaku', batin Indri bersorak gembira.


Mereka berdua bergegas masuk ke dalam toko itu. Heni terus mengawasi mereka dengan wajah cemberut. Dia benar-benar kesal melihat pemandangan yang dipamerkan Adi dan Indri.


Mbak penjaga toko make up dengan ramah melayani kebutuhan Indri. Pertama dia mengecek kondisi kulit wajah Indri, lalu mulai memberikan saran saran dan tips kecantikan juga beberapa produk kosmetik. Mulai dari pensil alis, foundation, bedak tabur, lipstik, eyeliner, maskara sampai ke bulu mata palsu pun di tunjukkan pada Indri. Nyonya Adi itu pun membeli satu set make up lengkap di toko itu.


Melihat itu, si mbak penjaga toko make up tersenyum simpul. Tak di duga hari ini ada seorang lelaki yang mau mengantar istri nya belanja make up dan itupun tidak tanggung tanggung. Adi menghabiskan satu juta 400 ribu untuk belanja make up istri nya. Benar benar suami idaman istri, batin si penjaga toko make up itu dalam hati.


Indri segera menerima tas kertas yang berisi aneka make up yang baru dia beli dengan wajah sumringah. Saat di luar toko make up, Indri menarik tangan Adi.


"Mas,


Beneran ini gak papa?", tanya Indri seakan tak percaya bahwa suaminya membelikan begitu banyak make up untuk dirinya.


"Ya Allah Yank, kamu itu kenapa sih?


Apa masih kurang? Ayo balik lagi", ujar Adi yang segera membalikkan badannya ke arah toko make up itu. Buru buru Indri mencegah nya.


"Gak mas gak..


Udah cukup ini aja. Ini udah banyak banget", ucap Indri dengan cepat.


"Ya kalau masih kurang, kamu boleh kog ambil lagi. Uang ku masih cukup untuk beli lagi", ujar Adi sambil tersenyum simpul.


"Dihh, mentang mentang lagi banyak duit sombong nya keluar.


Ingat ya Mas, kebutuhan kita itu banyak, kita gak boleh boros beli hal yang tidak terlalu penting.


Saat mereka berjalan mendekati parkir motor nya, Adi melihat Heni diantara kerumunan orang yang mengantri di depan stand penjual cilok tempat mereka beli tadi. Tapi Adi hanya diam seolah tak melihat Heni disana.


"Berapa mas?", tanya Adi pada jukir yang menjaga motornya.


"Dua ribu saja mas", jawab lelaki bertubuh kurus dengan anting besar itu dengan ramah.


Adi segera menstart motor Vixion nya setelah Indri naik. Sebelum motor melaju, tiba-tiba Indri berbisik di telinga Adi.


"Mas kita mampir ke toko swalayan dulu ya. Pampers nya Rendra dan Yaka mau habis tuh", ujar Indri yang mendapat anggukan kepala dari Adi.


Motor Vixion Adi melaju meninggalkan pasar kecamatan Selo kearah barat. Heni terus menatap kepergian Adi dan Indri dengan cemburu. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat.


'Aku tidak akan mudah melepaskan mu untuk perempuan itu mas', batin Heni yang terus melihat kearah motor Vixion Adi yang kemudian menghilang di keramaian jalan.


5 menit kemudian Adi menghentikan laju motor Vixion nya di depan sebuah toko swalayan berjejaring di selatan jalan.


Usai memarkir motornya, mereka berdua segera masuk ke toko swalayan itu.


"Selamat datang di toko kami. Selamat berbelanja", ujar seorang pegawai toko swalayan itu dengan ramah.


Tanpa mempedulikan ucapan si mbak pegawai toko swalayan berjejaring itu, Adi dan Indri segera berjalan ke arah tempat popok bayi yang ada di ujung selatan.


"Yang mana Yank?", tanya Adi sambil membawa dua kotak popok bayi dari merk yang berbeda.


"Yang Pampers aja mas, pernah nyoba yang itu tapi buat anak anak malah iritasi", jawab Indri sambil menunjuk merk popok bayi di tangan kiri Adi. Saat Adi mengembalikan merk popok bayi di tangan kiri nya, dia segera menggandeng tangan Indri. Perempuan cantik itu tersenyum memamerkan gigi putih nya.


Mereka segera bergegas menuju ke arah kasir. Usai membayar mereka segera keluar dari toko swalayan berjejaring itu. Tak berapa lama kemudian motor Vixion Adi meraung meninggalkan tempat itu.


10 menit kemudian, mereka telah sampai di rumah mereka. Baru saja Indri turun membawa barang belanjaan, Dhea dan Cinta berlari dari dalam rumah menyambut kedatangan mereka berdua.


"Darimana yah?", tanya Dhea usai mencium punggung tangan kanan Adi.

__ADS_1


"Belanja Pampers buat adik mu Nak..


Kalian baru pulang ngaji ya?", Adi menatap ke arah dua putri nya itu dengan penuh kasih sayang.


Belum sempat Dhea menjawab, Indri mengeluarkan dua bungkus cilok yang di beli tadi. Dua putri Adi itu langsung bersemangat menerima cilok yang di berikan Indri. Adi tersenyum melihat tingkah laku mereka.


Sore segera berganti malam yang dingin.


Adi yang baru meminum jamu tradisional merasakan tubuhnya sangat gerah. Segera dia melepas kaos oblong nya menyisakan singlet tipis.


'Ini jamu kog efeknya begini. Jamu apaan sih ini?', batin Adi sambil menatap sisa jamu yang dia minum separuh.


Laki laki itu segera masuk ke kamar tidur bermaksud untuk bertanya pada Indri.


"Yank, ini jam......", Adi tak meneruskan kata-katanya saat melihat Indri meletakkan telunjuk di depan bibirnya. Indri memang tengah menidurkan bayi kembar nya sejak habis isyak tadi.


Lelaki itu segera berbalik arah keluar dari kamar tidur nya. Dia berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Meski sudah menyalakan kipas angin, tapi tubuhnya masih terasa panas juga.


Setengah jam kemudian, Indri keluar dari kamar tidur. Suasana di ruang tv sudah sepi tinggal Adi sambil masih kepanasan di ruang tamu. Indri segera melakukan kesana.


"Mas,


Sudah ada khasiat nya belum jamu nya?", tanya Indri sambil tersenyum simpul.


"Maksud mu panas ini adalah khasiat jamu itu Yank?", Adi balik bertanya kepada Indri.


"Lha memang itu mas reaksinya. Bikin badan segar dan bergairah.


Yuk mas, sudah waktunya", Indri mengerling manja kearah Adi. Senyum manisnya terkembang di bibir mungilnya.


Mendapat ajakan dari Indri, Adi segera menggendong tubuh Indri. Meski ada penambahan berat beberapa kilo karena masih menyusui, tapi Adi masih kuat menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar tidur mereka.


Apa yang terjadi selanjutnya?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya kak 😁


Yang suka silahkan tinggalkan jejak kalian dengan like 👍, vote ☝️, favorit 💙 dan komentar 🗣️ nya yah agar author terus semangat menulis kelanjutan cerita ini 😁😁


Selamat membaca 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2