Mandor Proyek Dan Janda Muda 2

Mandor Proyek Dan Janda Muda 2
Jebakan Betmen


__ADS_3

Kaget Adi mendengar jawaban dari mulut Bayan Wardi. Dia benar benar tidak menyangka bahwa rapat kantor desa hari ini ingin menjadikan dirinya sebagai salah satu perangkat desa di Desa Mande.


Andai saja dia tahu dari awal pasti Adi tidak akan datang memenuhi undangan dari kantor desa malam itu. Adi benar benar merasa di jebak oleh Lurah Bejo dan para perangkat desa yang lain.


Adi langsung berpikir keras bagaimana caranya agar bisa menghindar dari jebakan Betmen yang di lakukan oleh mereka semua.


Kamituwo Slamet langsung melengos mendengar ucapan Bayan Wardi, begitu pula Jogoboyo Aris dan Carik Syarif.


"Pak Wardi,


Pernah dengar peribahasa 'diam itu emas' gak? Kalau belum nanti belajar bareng sama saya", sindir Kamituwo Slamet sambil mengepulkan asap rokok Sampoerna kretek kegemarannya.


"Kadang Mbah Bayan ini kalau ngomong suka blong rem nya ya? Mohon di maklumi kawan-kawan", sahut Carik Syarif sambil tersenyum tipis.


Sadar tengah jadi obyek kekesalan kawan-kawannya, Bayan Wardi langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Ealah, lupa aku tadi di telpon pak Ndan Linmas.


Permisi dulu ya Mas Adi", ujar Bayan Wardi sambil melangkah menuju ke arah ruang linmas yang tengah dijaga oleh Danlinmas Desa Mande, Pak Sulaiman atau yang lebih di kenal dengan sebutan Pak Laim.


Satu persatu anggota LPMD dan BPD berdatangan. Mereka segera memarkir kendaraan nya dengan arahan seorang Linmas yang bertugas malam hari itu.


Tak berapa lama kemudian, Pak Lurah Bejo datang mengendarai motor dinas nya, Megapro berplat merah. Usai memarkir motor dinas nya, Lurah Bejo segera mendekati Adi dan para perangkat desa Mande yang sedang berkerumun di depan ruang staf kantor desa.


"Assalamualaikum semua nya", salam Pak Lurah Bejo sambil mengulurkan tangannya.


"Waalaikumsalaam Pak Lurah", jawab Adi dan para perangkat desa Mande bersamaan. Mereka segera menyambut uluran tangan Pak Lurah Bejo.


"Wah sudah datang semuanya..


Mari kita langsung saja mulai rapat koordinasi nya. Kan sudah kumpul ini semua", ucap Pak Lurah Bejo sambil tersenyum simpul.


Semua orang segera mengangguk mengerti dan melangkah menuju ke ruang pertemuan tertutup di sebelah ruang linmas desa.


Kursi plastik telah berjajar rapi di dalam ruang pertemuan Desa Mande. Nampak nya sudah di tata sedari tadi.


Setelah semua undangan masuk ke dalam ruang pertemuan, Carik Syarif segera meraih mikrophon yang ada di depannya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..


Assholatuwasamu asrofil anbiya'i wal mursalin, wa ala alihi wa sobhihi ajma'in ama ba'duh..


Almukukharom kepada Bapak Lurah Bejo, kepada segenap rekan perangkat desa Mande, juga tidak lupa kepada rekan rekan BPD dan LPMD Desa Mande yang saya banggakan.


Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah di berikan kepada kita semua sehingga pada kesempatan malam hari ini kita masih bisa berkumpul bertatap muka dengan keadaan sehat wal afiat.


Yang kedua shalawat beserta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaatnya min hada ila yaumil khiyamah.


Sebelum kita mulai, mari kita semua membacakan Ummul Kitab dengan harapan semoga acara hari ini bisa berjalan dengan lancar.


Al Fatihah....


Selanjutnya langsung saja kita lakukan acara yang sudah kita harapkan hari ini yang langsung akan di pandu oleh Bapak Lurah Bejo.


Waktu dan tempat disilahkan", Carik Syarif segera mengulurkan mikrophon itu pada Lurah Desa Mande yang duduk di sebelahnya.


Lurah Bejo menghela nafas panjang sebelum mulai berbicara.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..


Mukhodimah nya kita ikut pak Carik saja nggeh biar mempersingkat waktu.


Begini para rekan perangkat dan juga para anggota LPMD dan BPD. Maksud saya mengumpulkan njenengan semua malam hari ini berkaitan dengan kekosongan jabatan di susunan perangkat desa Mande yang baru saja di tinggal oleh Pak Kamituwo Mohamad dan Pak Bendung Sueb yang yang purna tugas setengah bulan lagi.


Terus terang saya kerepotan mengurus administrasi dan tata kelola pemerintahan desa jika dua posisi yang saya anggap penting ini kosong tanpa ada caretaker atau pejabat sementara sembari menunggu penetapan ujian perangkat di tahun depan.


Njenengan semua tahu, Pak Kamituwo Mohamad sedang sakit stroke dan Pak Bayan Sueb sendiri juga ingin secepatnya pensiun dari tugasnya.


Meskipun penentuan caretaker perangkat desa adalah hak prerogatif saya selaku kepala desa, namun saya ingin minta usulan dan pendapat dari saudara saudara semua nya tentang nama nama yang mungkin bisa di ajukan sebagai caretaker atau pejabat sementara sambil menunggu ujian perangkat desa di tahun depan.


Monggo saya persilahkan", ujar Lurah Bejo sambil meletakkan mikrophon nya ke atas meja.


Ketua BPD, Asrori langsung berdiri dari tempat duduknya. Pria paruh baya yang memakai songkok hitam dengan kumis tebal itu tersenyum tipis sembari melirik Adi yang sedang duduk di samping kiri nya.


"Assalamualaikum Pak Lurah..


Saya pribadi tidak mewakili BPD ingin mengusulkan agar Mas Adi dapat menjadi caretaker atau pejabat sementara untuk jabatan Bendung yang merangkap sebagai Kaur Perencanaan Desa Mande. Di samping pengalaman pribadi beliau sebagai pekerja salah satu CV, ini juga penting untuk membantu kita dalam menata pembangunan desa ke depannya.


Untuk jabatan Kamituwo Dusun Jirak, sebaiknya di rangkap oleh salah satu perangkat desa yang berasal dari Dusun Jirak. Karena masa satu tahun itu tidak lama.


Itu saja usulan dari saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh ", ujar Pak Ansori menutup omongan nya.


Adi kembali di kejutkan dengan omongan Pak Ansori. Setau nya Pak Ansori ini jarang mau berpendapat, tapi sekali berpendapat pasti di dengar oleh para perangkat desa maupun Lurah Bejo.

__ADS_1


"Loh pak, kog saya? Yang lebih berkompeten dalam hal ini lebih banyak loh..


Lagipula saya tidak terbiasa dengan kerja kantoran seperti bapak bapak perangkat desa ini. Saya lebih suka kerja lapangan ", Adi mencoba berkelit dengan mengajukan argumen tentang dirinya.


"Ah itu bisa di atur mas..


Ada peribahasa Jawa yang bilang 'Witing tresno jalaran saka kulino'. Yang awalnya tidak suka akan menjadi suka karena terbiasa. Saya mengajukan njenengan juga karena melihat tidak ada calon lain yang lebih kompeten", balas pak Ansori sambil tersenyum tipis.


"Betul itu Mas Adi..


Saya lebih suka dengan njenengan yang suka blak-blakan tentang keadaan. Ini ke depannya akan menjadi transparansi laporan keuangan desa yang lebih baik.


Aku dukung Pak Ansori untuk memilih njenengan sebagai caretaker Kaur Perencanaan sekaligus Bendung Desa Mande", sahut Mas Imam, ketua LPMD yang juga ketua Gapoktan berpengaruh di desa Mande.


Satu persatu anggota LPMD dan BPD menyatakan dukungan nya terhadap Adi. Sekuat apapun Adi mencoba untuk berkilah, nyatanya masih kalah dengan demokrasi yang sedang terjadi di dalam ruang pertemuan desa Mande.


"Duhh nyesel aku tadi berangkat rapat", gerutu Adi yang membuat seluruh orang yang hadir dalam rapat malam hari itu tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.


"Nah Mas Adi,


Karena sudah ada dukungan dari semua anggota lembaga desa, saya selaku kepala Desa Mande menerima usulan mereka untuk menjadikan mas Adi sebagai caretaker Kaur Perencanaan sekaligus sebagai Bendung Desa Mande mulai besok sampai acara ujian perangkat desa Mande tahun depan.


Ini juga sudah masuk ke dalam hak prerogatif saya sebagai Lurah", Pak Lurah Bejo tersenyum penuh arti.


"Terimakasih atas dukungannya dari bapak bapak semua untuk saya, tapi sebelumnya saya ingin mengajukan permohonan kepada bapak kepala desa dan juga para rekan semua. Jawaban dari bapak bapak semua nya akan menentukan apakah saya bersedia menjadi caretaker Kaur Perencanaan ini atau tidak.


Begini bapak bapak semua, seperti yang di ketahui oleh bapak bapak semua saya ini mandor proyek. Selama bertahun-tahun saya mencukupi kebutuhan dari pekerjaan itu. Nah jika di perkenankan, saya akan tetap melanjutkan pekerjaan lama saya merangkap sebagai caretaker Kaur Perencanaan. Insyaallah saya bisa membagi waktu dengan baik untuk semua pekerjaan.


Kalau ini di setujui oleh bapak Kepala Desa juga para anggota BPD dan LPMD, insyaallah saya jalankan amanah dari bapak bapak semua. Tapi kalau tidak bisa, mohon maaf saya terpaksa menolak permintaan bapak bapak sekalian", ujar Adi sembari kembali duduk di kursi.


"Saya tidak keberatan Mas Adi, toh jika di hitung dari segi ekonomi memang jabatan perangkat desa memang tidak ada yang bisa di gunakan untuk menjamin masa depan keluarga.


Di desa hanya berupa pengabdian semata ", ujar Lurah Bejo sambil manggut-manggut.


"Kami juga tidak keberatan Mas, yang penting mas Adi tetap mengutamakan kepentingan desa untuk ke depannya ", sahut Pak Ansori yang disambut tepuk tangan anggota rapat malam itu.


Adi hanya bisa pasrah menerima penunjukan diri nya. Selepas itu, rapat malam itu berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Adi akan resmi menjadi caretaker Kaur Perencanaan sekaligus Bendung Desa Mande 15 hari lagi. Buku juklak dan juknis Kaur Perencanaan langsung di berikan oleh Pak Lurah Bejo dengan ucapan selamat bergabung di pemerintah Desa Mande.


Jam sudah menunjuk ke arah 11 malam. Rapat di tutup dengan doa dari Pak Modin Jamroni. Adi bergegas pulang ke rumah dengan menghembuskan nafas berat. Motor Vixion kesayangannya melaju kencang meninggalkan kantor desa Mande menuju ke arah rumah nya.


Adi segera memarkir motornya di teras. Pandangan lelaki itu tertuju pada mobil Toyota Rush yang masih berada di halaman dekat teras.


Indri membuka pintu rumah dan menatap wajah tampan Adi yang masih asyik menatap ke arah mobilnya. Ada sesuatu yang mengganjal pikiran nya.


"Eh gak yank, itu mobil kasihan juga tidak ada penutupnya. Eh mas Wawan nganggur gak ya? Sama Pak Wito juga", Adi balik bertanya kepada Indri.


"Eh seperti nya gak ada pekerjaan mereka mas, kenapa loh?", Indri penasaran.


"Ya kalau mereka nganggur, besok suruh kemari mereka untuk buatin garasi mobil itu. Ya hitung-hitung buat bantu mereka juga kan gak papa ya Yank?", Adi tersenyum simpul. Adi melangkah masuk ke dalam rumah.


"Iya Mas, besok pagi aku telpon Mbak Narsih untuk kasih tahu mas Wawan dan Lik Wito.


Oh iya bagaimana rapat nya Mas? Lancar?", Indri bertanya sembari mengunci pintu rumah kemudian mengekor langkah Adi di belakang.


"Hufttt kalau tahu ada jebakan Betmen disana, ogah aku berangkat yank Yank..", gerutu Adi sambil melepas hem kotak warna biru nya. Tinggal kaos singlet yang membungkus dada Adi yang bidang.


"Hah? Jebakan Betmen? Maksudnya gimana mas?", Indri terus mengikuti langkah Adi menuju ke arah kamar tidur mereka.


"Ya aku di jebak oleh para perangkat desa dan anggota lembaga desa untuk jadi caretaker Kaur Perencanaan. Mau nolak juga gak bisa karena mereka mencegat ku dengan kebebasan untuk tetap bekerja di proyek.


Huffffffffttt apes", gerutu Adi sambil melepaskan celana panjang nya dan mengganti dengan sarung.


"Wah suami ku naik pangkat dong hehehe", seloroh Indri sambil terkekeh kecil mendengar gerutu Adi.


"Naik pangkat naik pangkat?


Jangan mikir enaknya Yank, jadi perangkat desa itu gak enak. Kita sudah benar-benar bekerja, masih juga jadi bahan omongan warga.


Siap siap kau tiap posyandu ikut bergabung dengan ibu ibu PKK, karena istri perangkat desa wajib ikut PKK", omel Adi sambil merebahkan tubuhnya di kasur lantai.


"Hehehe..


Aku tahu kog mas, jangan khawatir dengan omongan orang. Yang namanya amanah memang berat, makanya hati hati menjalankan. Apalagi mas harus bekerja di dua bidang, harus pintar bagi waktu agar semuanya sinkron.


Mas boleh dobel pekerjaan asal gak dobel istri saja", Indri tersenyum penuh arti. Perempuan cantik itu segera merebahkan tubuhnya di samping Adi.


"Yank yank, kamu ini ada saja..


Satu aja sudah bikin pusing dengan permintaan nya, apalagi dua. Bisa stroke muda aku", ujar Adi sambil memencet hidung bangir istrinya itu.


Malam itu, mereka berdua segera beristirahat. Tak lupa nafkah batin di berikan Adi sebagai pengantar tidur untuk sang istri.


Adzan subuh berkumandang dari mushola Kyai Harun pertanda pagi sebentar lagi tiba. Indri beringsut meninggalkan Adi dengan perlahan, takut Adi terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia segera menuju ke arah kamar mandi untuk mandi besar.

__ADS_1


Adi menggeliat dari tidurnya. Tangan kanannya meraba samping nya mencari sang istri. Tak menemukan yang dicari nya, Adi membuka matanya dan melihat Indri sudah tidak ada disampingnya.


'Pasti dia lagi mandi nih', batin Adi sambil tersenyum nakal. Adi segera membenarkan sarungnya dan bergegas menyusul sang istri ke kamar mandi belakang.


Thok thookkk thok..


"Yank, bukain pintu nya", ujar Adi sambil sedikit berbisik.


"Aku masih mandi mas, belum selesai", jawab Indri dari dalam kamar mandi.


"Aku mau mandi bareng kamu Yank, ikut sunah rasul. Buruan buka, ingat Yank menolak suami itu dosa loh", kembali Adi menggunakan ilmu pamungkas nya untuk menaklukkan Indri.


Kriieeetttth!


Pintu kamar mandi terbuka dan Adi segera masuk ke dalam. Apa yang terjadi di dalam kamar mandi, jangan kepo ya 🤣🤣🤣🤣


Bu Siti yang baru saja pulang dari mushola Kyai Harun untuk sholat subuh, di kejutkan oleh kedatangan dua orang lelaki yang merupakan petani di desa Mande. Melihat dari dandanan nya mereka baru saja dari sawah.


"Assalamualaikum..


Maaf bapak bapak ini ada apa ya? Kog sepagi ini sudah ada di rumah saya?", tanya Bu Siti dengan penuh penasaran.


"Ini rumah nya pak Adi ya Bu? Kata pak Bendung Sueb, urusan pengairan sawah sekarang jadi tanggung jawab pak Adi.


Tolong buk, ada masalah darurat di sawah. Tolong panggilkan pak Adi", jawab si bapak bapak itu yang kelihatan sedang terburu-buru.


"Oh sebentar ya pak, saya panggilkan orang nya. Monggo silahkan masuk", ujar Bu Siti sambil bergegas membuka pintu dan mempersilahkan dua orang petani itu untuk duduk di sofa ruang tamu rumah nya. Dengan segera, Bu Siti bergegas menuju ke arah kamar tidur Adi. Melihat pintu kamar terbuka, Bu Siti segera melongok ke dalam. Kosong.


'Pasti Adi di kamar mandi sekarang', batin Bu Siti sambil bergegas menuju ke arah kamar mandi belakang.


Suara guyuran air terdengar dari luar kamar mandi.


"Di Adi.. Le, ada orang mencari mu, katanya ada hal penting yang butuh kamu tangani. Cepetan dikit mandinya", teriak Bu Siti dari luar kamar mandi.


Adi dan Indri saling berpandangan sejenak mendengar suara Bu Siti. Dengan cepat Adi menyambar handuk dan segera menggunakan sarung nya.


'Brengsek..


Siapa sih yang pagi pagi begini bertamu? Ganggu orang aja', gerutu Adi sambil mengenakan singlet nya.


"Yank, jangan buruan keluar ya.. Nanti ketahuan ibuk", bisik Adi sambil mencium pipi istrinya. Indri mengangguk mengerti.


Dengan segera Adi bergegas menuju ke arah ruang tamu dengan masih mengenakan sarung dan singlet nya. Wajah Adi mengernyit heran melihat dua orang yang familiar itu meski tidak terlalu kenal.


"Assalamualaikum bapak,


Mohon maaf jika boleh tau ada urusan apa ya?", tanya Adi dengan sopan.


"Saya Sumpeno dan ini Kadir.


Maaf mas, tadi saya ke rumah pak Bendung Sueb karena ada masalah di sawah. Tapi katanya semua urusan pengairan sekarang jadi tanggung jawab Mas Adi kata pak Sueb", jawab petani bernama Sumpeno itu dengan cepat.


"Loh, bukan nya masih 15 hari lagi pak penugasan saya. Hufttt tapi ya sudahlah..


Memang ada masalah apa pak?", Adi kembali menatap ke arah Pak Sumpeno. Lelaki paruh baya itu segera menjawab dengan sopan.


"Ada petani berebut air".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Menjelang puasa, jika ada salah kata atau pun tindak tanduk yang kurang berkenan, author minta maaf ya kak 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2