
Setelah Erika memikirkan baik-baik akhirnya Erika memilih untuk mengikhlaskan kak Iqbal dengan kak Iqbal. Erika yakin kak Iqbal akan bahagia bersama kak Intan dengan rasa cinta kak Intan yang besar dan tulus untuk kak Iqbal.
Mungkin keputusannya akan mengagetkan sahabatnya dan akan menyakiti perasaannya tapi bukankah menyayangi seseorang tidak harus memiliki, bisa melihatnya tersenyum bahagia juga akan membuat Erika bahagia.
Erika akan belajar mengikhlaskan meski itu tidak mudah tapi setidaknya itu yang bisa Erika lakukan untuk sekarang ini. Biarlah takdir mempermainkan perasaannya sekarang ini, bukankah ini adalah sebuah perjalanan hidup yang indah dan sedikit menyakitkan.
Erika akan fokus sekolah dulu, sebentar lagi akhir semester itu berarti kak Iqbal dan kak Intan juga akan segera lulus dan itu akan memudahkannya melupakan dan mengikhlaskan kak Iqbal.
Selama berada sisekolah Erika selalu menghindari kak Iqbal, sahabatnya juga mengerti akan pilihan Erika meski tadinya tidak setuju akan keputusannya tapi apa boleh buat ini demi melihat Erika tidak tertekan meski mereka tau kalau sebenarnya Erika juga menderita harus menjauhi orang yang disayanginya.
Erika selalu berusaha bahagia didepan sahabatnya apalagi si biang rusuh Irene sedang uring-uringan karena ternyata Alex pacarnya memutuskannya. Sekarang Erika tidak boleh egois hanya memikirkan dirinya sendiri.
"Guys gue sayang dan cinta banget sama Alex, gue harus gimana?" tangis Irene meledak ketika menceritakan kisah cintanya dengan Alex.
Sahabat Irene cuma bisa mendengarkan dan memberi nasihat akan nasib sahabatnya yang satu ini. Beruntung Irene memiliki sahabat seperti mereka ini.
__ADS_1
"Sabar Irene kalau jodoh juga itu Alex bakalan balik lagi sama lo, lagian tumben banget lo sampai sebucin ini sama cowok, emang apa istimewanya Alex si sampai membuat seorang Irene bertekuk lutut banget" tanya Lia kaget melihat sahabatnya yang terkenal playgirl ini akhirnya bisa sebucin dan sepatah hati ini.
"Wah .. gue mesti mengabadikan moment langka ini, seorang Irene menangis karena cowok" Tasya menggoda Irene supaya tidak sedih lagi dengan pura-pura mengambil foto Irene yang sedang menangis.
"Sialan lo" seru Irene sambil mengejar Tasya. Erika cuma bisa tersenyum melihat sahabat seperti anak SD bermain kejar kejaran. Erika tidak menyangka ternyata cinta bisa membuat seseorang yang kuat dan playgils seperti Irene bisa menangis karena cowok. Sungguh cinta bisa mengubah segalanya.
Irene sudah terlihat ceria lagi itu menandakan kalau dia sudah baik-baik saja begitu juga Erika. Sudah beberapa minggu ini menghindari kak Iqbal dn itu berhasil walaupun kadang Erika masih saja curi pandang saat kak Iqbal berada dilapangan basket sekolah. Erika bisa leluasa melihat kak Iqbal dari jarak jauh tanpa kak Iqbal menyadari atau mengetahuinya.
Saat sedang asyik memandangi kak Iqbal lekat tiba-tiba kak Iqbal juga sedang memandang Erika dengan tersenyum manisnya. Erika kaget ternyata kak Iqbal juga melihat kearahnya. Erika langsung pergi tidak mau ketahuan kepergok memandangi kak Iqbal.
Erika merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya sampai kak Iqbal memergokinya sedang memperhatikannya. Erika pergi buru-buru sedangkan Iqbal menyusul Erika.
Erika yang kaget tentu saja gugup dan tidak menyangka kalau kak Iqbal akan menemuinya. Apalagi kejadian tadi membuatnya malu setengah mati.
Erika berusaha melepaskan pegangan tangan kak Iqbal tapi nyatanya tenaganya kalah dengan genggaman kuat tangan kak Iqbal sekarang Erika hanya bisa pasrah dan menggerutu kesal.
__ADS_1
"Kak lepas.. malu" ucap Erika pelan. Iqbal sama sekali tidak menghiraukan ucapan Erika, dia benar-benar menahan amarah yang selama ini ditahannya.
Dirasa sudah aman dan tidak ada siswa yang melihat mereka. Iqbal menghempaskan tangan Erika kasar dan kemudian mengurung Erika dengan kedua tangannya didinding.
Sorot matanya tajam menghunus tepat diretina milik Erika. Erika terpaku melihatnya ada kilatan amarah dibalik bola matanya, Erika mengerti dan paham semua itu pasti karena dirinya.
"Kenapa lo menghindari gue selama ini Erika, apa ini cuma cinta sepihak Erika, lo gak suka gue terus apa artinya selama ini?" kata Iqbal meminta penjelasan Erika.
Erika bingung harus apa dan bagaimana, rasa ingin sekali lari dari keadaan saat ini. Rasa sakit yang dirasakan harus kembali terkuak, matanya mulai berkaca-kaca ingin keluar tapi sekuat tenaga Erika menahannya tidak mau kak Iqbal melihatnya.
"Maaf kak.. Erika gak suka sama kak Iqbal lagi jadi Erika mohon jauhin Erika" ucap Erika pelan tapi masih mampu didengar oleh Iqbal.
Iqbal merasa dirinya dipermainkan oleh Erika, rasa cinta yang dimiliki ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Apakah selama ini Erika hanya pura-pura membuka hatinya padahal hanya ingin mempermainkan perasaannya saja.
"Gue gak nyangka kalau lo ternyata sepicik ini Erika, ternyata gadis yang gue cintai selama hampir 2 tahun ini adalah orang yang gak pantas sama sekali gue cinta. Gue menyesal pernah mengenal dan mencintai lo" kata Iqbal marah. Tangannya meninju dinding didekat Erika, matanya merah menandakan kalau ia sangat marah dan ingin melampiaskan kekesalannya. Setelah itu Iqbal meninggalkan Erika yang masih terpaku ditempatnya mungkin saja syok akan kemarahan Iqbal tadi. Tapi Iqbal tidak peduli lagi dengan Erika sekarang. Hatinya benar-benar hancur dan sakit.
__ADS_1
Erika kaget melihat kak Iqbal bisa semarah itu padanya hatinya juga perih dan sakit. Setelah melihat kak Iqbal pergi menjauh Erika langsung jatuh ke bawah tubuhnya tidak mampu lagi menopang, sekarang Erika hanya bisa menangis dan ikhlas melepas kak Iqbal.
"Maafin Erika kak Iqbal.. maafin Erika" tangis Erika