
Selamat membaca jangan lupa buat like, vote dan komen
***
Nina dan Erika hari ini sedang duduk ditaman area kampus sambil sesekali mereka bercerita baik soal tugas kuliah atau kehidupan pribadi mereka. Nina merasa senang mempunyai sahabat seperti Erika yang sangat baik. Berkat Erika sekarang hubungannya dengan Alex semakin dekat.
"Erika, lo memang terbaik berkat lo sekarang gue dengan Alex udah semakin deket."
Erika yang melihat wajah bahagia Nina hanya bisa tersenyum walaupun pada kenyataan sebenernya hatinya terluka meski hanya Erika yang tahu.
"Syukurlah gue ikut seneng"
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang melihat mereka dalam diam. Mata tajam yang menunjukkan kalau dirinya sedang terluka.
"Lo disini Nina, gue cariin ternyata lo disini" tanya Alex sambil melirik ke arah Erika tapi dia tidak menyapanya.
"Hay Alex, sorry tadi gue ada urusan sedikit dengan Erika" jawabnya sambil tersenyum manis ke arah Alex.
Erika yang menyadari kalau Alex melihatnya dengan tatapan dinginnya hanya bisa memalingkan wajahnya dan berusaha setenang mungkin.
"Oh ok.. gimana kalau kita makan dulu dikantin" tanya Alex pada Nina. Nina yang mendengar ajakan Alex tentu saja tidak menolak ajakan Alex. Nina merasa kalau Alex mulai menyukainya karena tidak bersikap cuek lagi dengannya.
"Ayo Erika kita ke kantin juga" ajak Nina sambil menggandeng tangan Erika. Sebenarnya Erika ingin menolak ajakan Nina untuk makan dikantin apalagi ada Alex bersama mereka. Ingin rasanya Erika menghilang dari hadapan mereka sekarang juga.
Alex yang melihat ekspresi Erika yang terlihat tidak nyaman tentu saja hanya tersenyum smirk tanpa ada yang tahu akan maksud senyuman tersebut.
Sampai dikantin mereka sudah memesan pesan masing-masing. Alex dengan santainya mengajak Nina untuk mengobrol sedangkan Erika merasa hanya menjadi obat nyamuk mereka saja tanpa bisa protes.
Sesekali Alex melirik Erika dan dengan sengaja Alex memberika perhatian lebih terhadap Nina didepan Erika.
Erika yang melihat sikap Alex merasa jengah dan hanya bisa menahan diri untuk tidak terbawa emosi.
__ADS_1
"Lo itu makan aja kayak anak kecil belepotan gini" kata Alex sambil membersihkan makanan yang menempel disudut bibir Nina dengan lembut.
Nina yang menerima perlakuan manis Alex padanya hanya bisa tersenyum malu.
Erika melirik saat Alex memberikan perhatian pada Nina merasa darahnya mendidih. Ingin rasanya sekarang ini Erika berteriak dan memarahi sikap Alex yang berlebihan pada Nina tanpa memperdulikan keberadaannya saat ini.
Alex yang memang sengaja mengumbar kemesraan dengan Nina dihadapan Erika didalam hatinya merasa senang melihat wajah Erima yang terlihat pias.
Erika yang sudah tidak tahan lagi melihat keromatisan Alex dan Nina dihadapannya memilih untuk pamit untuk pulang duluan.
"Nina, gue pergi duluan yah ada urusan penting soalnya" ucap Erika.
"Yah kok pergi si, ya udah deh hati-hati" jawab Nina. Erika hanya bisa mengangguk dan tersenyum kemudian pergi tanpa melihat ke arah Alex.
Alex yang melihat Erika pergi segera menyusulnya. Dengan buru-buru Alex pergi dari Nina kemudian mengejar Erika
"Gue juga pamit duluan yah Nina ada urusan". Tanpa melihat dan menunggu jawaban Nina terlebih dahulu, Alex langsung pergi untuk mencari Erika.
Nina yang tadinya senang ingin berdua dengan Alex hanya bisa menahan kecewa ketika Alex meninggalkannya sendirian.
***
FlashbackJ
"Bu.. bukkan begitu Alex tapi..."? Erika tidak melanjutkan ucapannya pada Alex. Erika bingung harus berbuat apa sekarang.
Erika tidak mau mengecewakan Nina dan juga Irene kalau dia menerima cinta Alex.
"Tapi apa Erika. Apa lo gak suka sama gue sama sekali. Apa gue gak pantes buat lo" tanya Alex dengan terus melihat Erika yang menunduk.
"Bukan gue gak suka sama lo Alex" jawab Erika dengan masih menunduk.
__ADS_1
"Terus kenapa lo gak mau terima cinta gue Erika. Beri gue alasan yang masuk akal Erika, jangan mainin perasaan gue seperti ini"
"Alex.. lo tahu alasannya gue ini sahabat mantan pacar lo gak mungkin gue pacaran sama lo. Gue gak mau nanti Irene mengira gue nusuk dia dari belakang" jelas Erika sambil melepaskan tangannya dari genggaman Alex.
"Lo gak perlu takut soal itu, gue bakal ngomong langsung sama Irene kalau gue cinta sama lo. Lagian hubungan gue dan Irene udah lama berakhir dan sekarang kita sama-sama single. Dan gue tahu lo juga punya perasaan yang sama dengan gue"
"Gak segampang itu Alex. Gue tahu lo orang yang baik, dan lo pantes dapat gadis yang lebih baik dari gue" ucap Erika dengan menahan tangis.
"Dan gadis itu lo Erika. Lo yang gue cinta, gue gak peduli dengan gadis lain lagi kecuali lo"
"Kalau lo cinta dan sayang sama gue, lo harus lakuin sesuatu buat gue" pinta Erika dengan melihat ke arah Alex berlahan.
"Apapun itu bakalan gue lakuin buat orang yang gue cintai. Nyawa gue sekalipun" jawab Alex mantap tanpa ada keraguan sekalipun.
Erika mengambil nafas berlahan agar dirinya lebih rileks. Erika tidak mau egois meski harus mengorbankan dirinya dan Alex tapi Erika yakin Alex akan bahagia nantinya dengan keputusannya.
"Lo harus jadian sama Nina"
Deg
Alex yang mendengar itu langsung kaget dan terlihat rahangnya mengeras menandakan kalau dia sedang menahan amarah. Alex tidak habis pikir lagi dengan jalan pikiran Erika. Erika menyuruhnya untuk jadian dengan Nina. Orang yang sama sekali tidak dicintainya.
"Apa maksud lo, nyuruh gue jadian sama Nina. Gue gak mungkin jadian sama Nina. Gue sama sekali gak suka sama dia"
"Nina suka sama lo dan kalau lo cinta sama gue. Gue mohon sama lo kabulin permintaan gue ini" ucap Erika dengan air mata yang mulai mengalir. Alex yang melihat air mata Erika merasa kasihan tapi juga marah dengan permintaan Erika yang menurutnya tidak masuk akal.
"Kenapa lo hanya mikirin perasaan mereka (Nina dan Irene) tapi lo gak mikirin perasaan gue selama ini" Alex tidak habis pikir dengan jalan pikiran Erika. Kalau Alex bisa memilih dia gak mau dulu berpacaran dengan Irene dan Alex juga gak mau kenal Nina jika tahu akan seperti ini.
"Gue mohon sama lo Alex, kabulin permintaan gue sekali ini saja. Sebagai imbalannya gue terima kalau lo mau benci gue seumur hidup lo". Mohon Erika sambil menangkupkan kedua tangannya.
Alex yang melihat itu merasa tak berdaya apalagi melihat orang yang dicintainya memohon padanya seperti ini. Walaupun sakit dengan terpaksa Alex menyetujui permintaan Erika.
__ADS_1
"Gue mohon lo jangan seperti ini Erika. Baik kalau ini mau lo dan kalau ini membuat lo bahagia, gue bakalan lakuin apapun mau lo tapi jangan paksa gue buat cinta sama Nina karena cinta gak bisa dipaksa. Gue hanya akan berusaha untuk lebih dekat dengan Nina" jawab Alex sambil memegang kedua tangan Erika sebentar kemudian Alex langsung pergi meninggalkan Erika sendirian dikafe.
"Maafin gue Alex, maafin gue" ucap Erika pelan sambil menangis tersedu-sedu melihat kepergian Alex.