Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
13


__ADS_3

Alex Pov


Gue gak nyangka bakalan ketemu dia lagi. Dia orang yang hadir tanpa permisi dalam hidupku, pikiran dan setiap hembusan nafasku. Setiap kali melihatnya rasanya nyaman dan menenangkan juga menakutkan membuat jantungku berdebar cepat tanpa gue sadari penyebabnya. Dia orang yang baru gue temui pertama kali yang mampu memporandakan hati dan fikiranku. Bayangannya selalu hadir dalam mimpiku, menyenangkan ketika mengingat senyumnya, mata indahnya dan wajah polosnya sekaligus menyakitkan menyesakkan dada. Seberapa besar gue berusaha melupakannya tapi nyatanya gue gak bisa menghilangkan bayangnya selama hampir dua tahun ini, perasaan itu hadir tanpa permisi menyerukan batapa gue ingin memiliki dia seutuhnya tapi apa daya ternyata itu tidak semudah membalikkan tangan ada hati yang harus gue jaga agar tidak terluka walau gue ingin dia. Dia adalah Erika.


Pov End


***


Erika sudah aktif masuk kuliah selama satu bulan ini dan Erika menikmati moment dan repotnya menjadi mahasiswa sekarang. Beberapa kali Erika juga berpapasan dengan Alex dikampus. Erika merasa sedikit canggung kalau ngobrol dengan Alex apalagi dia merupakan mantan pacar sahabatnya yaitu Irene walaupun mereka sekarang hanya sekedar status mantan pacar tapi Erika tahu betul kalau dulu Irene sangat mencintai Alex. Erika juga belum sempat menceritakan pada Irene kalau sekarang Erika satu kampus dengan Alex.


Kayak sekarang secara tidak sengaja bertemu Alex pas mencari buku sebagai referensi tugasnya diperpustakaan kampus.


"Hay boleh gue duduk disini" kata Alex sambil tersenyum manis.


"Hmm.. silahkan" jawab Erika tanpa memandang lawan bicaranya karena Erika mengenal suara ini dengan jelas siapa lagi kalau bukan Alex.


Hening beberapa saat sibuk dengan pikiran masing-masing. Buku tebal menjadi alasan untuk tidak saling berbicara namun Alex bertekad akan memulai misinya.


Alex mulai mencairkan suasana agar merasa lebih akrab dan tidak canggung. Alex menyadari kalau Erika merasa canggung kalau bertemu atau sekedar ngobrol entah apa yang Erika takutkan toh hubungannya dengan Irene sudah lama berlalu.


"Erika gimana kabar Irene lama gue tidak mendengar dan bertemu dengannya setelah dulu putus"


"Irene baik lex, gue juga udah lama gak ketemu sama Irene paling cuma kabar-kabaran lewat hp doang"


"Oh.. sekarang Irene kuliah dimana"


"Hmm.. Irene belum kuliah tahun ini mungkin tahun depan".


Setelah selesai membaca dan meminjam buku diperpustakaan akhirnya Erika pamit pulang duluan dan Alex masih melanjutkan membaca bukunya.

__ADS_1


Ingin rasanya Alex mengantarkan Erika pulang tapi Alex merasa mungkin ini terlalu cepat, jadi Alex mengurungkan niatnya dan akan mendekati Erika berlahan tidak gegabah walaupun hatinya selalu bergejolak ingin selalu dekat dengan Erika tapi Alex harus sedikit menahan diri sekarang.


Erika yang memutuskan pulang ke kosannya setelah dari kampus dan membeli beberapa kebutuhan yang ia butuhakn. Erika memutuskan ngekos agar lebih dekat dari kampus dan juga ingin belajar hidup mandiri.


Erika merebahkan tubuhnya dikamar kosannya yang berukuran sedang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar yang paling penting bagi Erika tempat itu nyaman untuk melepaskan penat dan banyaknya tugas kampus.


Mama Erika tadinya tidak mengizinkannya kos sendirian apalagi jauh dari mamanya tapi Erika memaksa dan meyakinkan mamanya kalau Erika akan baik-baik saja. Akhirnya mama Erika mengizinkannya walaupun dengan drama yang pelik.


Sebagai anak kos tentu saja Erika harus berhemat dalam pengeluaran makanya Erika memilih meminjam buku daripada membeli buku bukan karena tak mampu tapi Erika tidak mau terlalu membebankan mamanya.


Saat mata mulai terpejam ada pesan masuk dihpnya yang membuat Erika kesal setengah mati karena mengganggu tidurnya.


"Siapa si ganggu orang aja" Erika langaung bangun mengambil hpnya yang berada didalam tas.


💬 Erika.. ?


Erika merasa tidak tahu nomer yang mengirim pesan padanya jadi Erika memutuskan tidak membalasnya. Beberapa menit kemudian pesan yang sama masuk lagi membuat Erika merasa terganggu berkali libat. Akhirnya Erika membalasnya daripada terus diteror.


"Iya hallo siapa ini"


"Ini gue Alex"


What the hell kenapa tiba-tiba menghubungi gue tahu darimana dia nomer hp gue.


"Oh.. ada apa yah"


"Gak papa kok gue cuma mau memastikan ini nomer hp lo apa bukan"


"Sekarang udah tau kan? Gue tutup dulu yah Alex soalnya gue mau istirahat dulu"

__ADS_1


Pas Erika mau menutup telphonnya Alex langsung mencegah Erika lebih dulu ada hal yang mau dia bicarakan dengan Erika.


"Tunggu Erika, besok lo ada waktu gak? Gue mau ngajak lo jalan" tanya Alex ragu-ragu. Alex berharap Erika mau menerima ajakannya.


Erika cukup lama terdiam dan berfikir mau menerima ajakan Alex atau tidak. Kalau menolak Erika juga gak enak apalagi mereka sekampus juga Alex selama ini baik sama Erika jadi tidak ada alasan untu menolak ajakan Alex.


"Baiklah kita ketemu pulang kuliah" jawab Erika. Erika tidak mau selalu berprasangka buruk pada orang lain tidak semua cowok seperti kak Iqbal. Mengingat nama itu saja membuat hati Erika sesak.


"Kenapa gue harus mengingat dia si" ucap Erika pelan padahal dulu Erikalah yang salah tidak mau mendengarkan penjelasan kak Iqbal. "Nasi sudah menjadi bubur, buat apa gue terjebak dengan masa lalu begini"


Dikampus


Seorang pria bertubuh tinggi, putih, berhidung mancung dan berwajah ganteng sedang tersenyum menunggu sang pujaan hati menemuinya. Walau bukan status pacar tapi gadis itu sudah memenuhi ruang hatinya sejak lama bahkan sejak pertama kali bertemu dulu. Sudah beberapa menit menunggu akhirnya wanita itu datang juga.


Sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis, gadis itu melangkah mendekati Alex. Alex juga tersenyum manis menyambut kedatangan Erika, bagi Alex Erika adalah gadis yang sangat menawan.


Belum ada gadis manapun yang mampu membuat hatinya berdetak dan berbunga seperti ini ketika bertemu Erika. Bahkan dengan Irene sekalipun, Alex tidak merasakan hal ini walaupun dulu Alex berpacaran dengan Irene tapi memang dulu Irenelah yang menyatakan cinta padanya mau tidak mau akhirnya Alex menerima Irene.


"Hai Alex.. udah lama yah nunggunya?" Erika merasa gak enak sudah membuat Alex menunggu. Gara-gara tadi ada tugas tambahan jadi Erika tidak bisa on time menemui Alex dan bodohnya lagi hp Erika mati.


Alex yang mendengar suara lembut Erika bukannya marah malah tersenyum dan melihat lekat Erika. Ingin rasanya Alex menarik tangan Erika dan merengkuh tubuhnya tapi Alex menahan diri untuk tidak berbuat kurang ajar pada Erika.


"Gak kok, santai saja" jawab Alex dan berjalan menuju Erika kemudian menarik tangan Erika untuk mengikutinya.


Erika tersentak kaget melihat tangannya digenggam erat oleh Alex. Erika ingin sekali melepaskan tangannya namun ia urungkan karena tidak mau membuat Alex malu kalau sampai mereka jadi pusat perhatian dikampusnya.


Alex tersenyum dalam hatinya merasa senang karena bisa sedekat ini dengan Erika dan juga bisa memegang tangannya karena meras tidak ada penolakan dari Erika, Alexpun mempererat genggamannya seolah tidak mau melepaskannya.


"Kita mau kemana?" Erika memberanikan diri bertanya pada Alex. Erika merasa ada getaran aneh pada dirinya. Respon pikiran dan tubuhnya tidak seimbang. Ada rasa senang menelusup dalam hatinya mengingat perhatian Alex selama ini padanya.

__ADS_1


"Alex jangan seperti ini, gue takut salah paham dengan semua sikap lo selama ini" batin Erika.


__ADS_2