
Kampus
***
Alex sedang menyiapkan diri untuk nantinya bisa menyatakan cintanya pada Erika. Alex sudah yakin dengan perasaannya dan sudah siap akan resiko kedepannya. Apapun itu Alex akan menghadapinya asalkan bisa bersama dengan wanita yang dicintainya yaitu Erika.
Erika sedang dikantin sekolah dengan Nina sahabatnya. Memesan beberapa makanan dan ngobrol santai dikantin. Nina sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengan Erika karena sibuk dengan urusannya. Nina memiliki toko baju yang memang harus dia urus jadi waktu bersama Erika sedikit berkurang.
"Nina lo kemana aja si, sibuk banget akhir-akhir ini sampai gak ada waktu buat gue" tanya Erika sambil memakan mie ayam kesukaannya.
"Sorry Erika gue ada urusan akhir-akhir ini jadi gue jarang nongkrong sama lo" jawab Nina sambil nyengir kuda memperlihatkan gigi putihnya.
Saat sedang memesan makanan dikantin, Alex melihat Erika sedang makan dikantin juga bersama temannya. Alex tersenyum senang dan kemudian mendekat sambil membawa makanannya kemeja Erika untuk bergabung.
"Hay.. boleh gue gabung disini" tanya Alex menatap Erika lembut. Tentu saja Erika kaget melihat Alex berdiri tepat didepannya sambil membawa makanannya ditangannya.
"Tentu saja, silahkan duduk" tawar Nina sambil tersenyum manis. Nina sampai terpukau melihat ada cowok ganteng, putih, tinggi, hidung mancung, bibir tipis seolah Tuhan menciptakan dia tanpa cacat.
Erika yang melihat tingkah Nina hanya bisa menggelengkan kepalanya. Erika tidak pernah melihat Nina seantusias ini terhadap cowok, setaunya Nina termasuk orang yang pemilih kalau menyangkut soal cowok. Harus benar-benar perfect tanpa cacat.
"Nina kenalin ini Alex temen gue" Erika mengenalkan Alex pada Nina sahabatnya. Nina yang mendengar ternyata Erika mengenal cowok didepannya tentu saja sangat girang dan senang. Nina dan Alex saling berjabat tangan dan tersenyum sopan.
"Lo kok gak pernah cerita kenal cowok seganteng ini si, dia itu tipe gue banget" bisik Nina pada Erika. Erika yang mendengar itu hanya tersenyum menanggapinya. Sedangkan Alex makan dengan tenang dengan sesekali melirik Erika.
"Alex lo fakultas apa? kok gue gak pernah lihat lo dan juga kok lo bisa kenal Erika" Nina berusaha menggali informasi tentang Alex.
"Gue fakultas ekonomi, kalau soal kenal Erika gue udah kenal dia sudah lama sejak masih SMA" jawab Alex enteng sambil terus memakan makanannya.
__ADS_1
"Oh.. gitu wah kebetulan sekali kalau gitu" jawab Nina senang. Erika dengan tenang menikmati makanannya dan mendengarkan obrolan mereka. Erika juga sesekali ikut ngobrol bareng Alex dan Nina. Suasana kantin menjadi rame karena adanya Alex dan Nina yang menceritakan hal-hal yang konyol.
Sekarang mereka sudah pergi dari kantin menuju kelas masing-masing untuk mengikuti mata kuliah hari ini. Erika menghela nafasnya kasar setelah mendudukkan pantatnya dikursi dan mulai fokus mendengarkan penjelasan dosen. Sedangkan Nina tidak henti-hentinya mengusili Erika mencoba mengorek informasi tentang Alex pada Erika.
"Erika, menurut pendapat lo Alex itu orangnya gimana?" ucap Nina pelan agar tidak ketahuan dosen.
Mendengar itu Erika mengerutkan keningnya dalam kemudian tersenyum melihat Nina yang kelihatannya ingin mengenal Alex lebih dekat.
"Alex orangnya baik, perhatian dan juga menyenangkan, tumben lo seantusias ini sama cowok" selidik Erika sambil menaikkan Alisnya tajam. Nina yang melihat itu hanya bisa nyengir kuda melihatkan giginya yang putih bersih karena merasa malu.
"Hehe.. gue cuma pengin tahu aja Alex itu gimana orangnya Erika, lo kan udah kenal Alex sejak lama otomatis lo tahu banyak soal Alex donk, lo harus kasih informasi yang detail tentang ke gue" pinta Nina sambil tersenyum. Didalam hati Nina merasa sangat senang bisa berkenalan dengan Alex tadi dikantin kampus.
Apakah ini namanya cinta pada pandangan pertama, kenapa gue ngarasa nyaman dan berdebar ketika melihat Alex tadi dikantin. Gue belum pernah merasakan ini sebelumnya. Gue harus mencari tahu Alex orangnya seperti apa? Apa yang dia sukai dan tidak disukainya. Gue bisa mencari tahu semua itu dari Erika yah gue butuh bantuan Erika sekarang. Batin Nina menyemangati dirinya sendiri.
"Gue si sebenarnya gak tahu banyak tentang Alex walaupun gue udah kenal lama sama Alex lama tapi gue gak satu sekolah sama dia, Alex itu dulu deket sama sahabat gue jadi gue kenal juga sama dia" Erika menjelaskan pada Nina apa yang dia ketahui tentang Alex agar Nina tidak salah mengartikan kalau Erika tahu banyak tentang Alex. Erika juga merasa kalau Nina mungkin saja menyukai Alex.
Sebegitu cepatkah Nina bisa menyukai Alex. Jika benar pemikiran gue ini kenapa ada rasa gelisah pada diri gue. Batin Erika
Tidak terasa jam mata kuliah berakhir. Ruangan sudah sepi menandakan penghuninya sudah beranjak pergi untuk pulang tapi tidak dengan dua makhluk Tuhan yang masih setia duduk didalam kelas mereka.
"Lo suka sama Alex" tanya Erika penasaran pasalnya sejak bertemu dengan Alex, Nina terus saja membicarakan Alex dengan wajah yang terlihat bahagia. Nina yang mendengar itu langsung tersipu malu, mukanya memanas dikarenakan rasa malunya. Tapi sedetik kemudian Nina tersenyum melihat Erika dan mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Erika.
Erika yang melihat anggukan Nina reflek mulutnya terbuka lebar dan kemudian menutupnya dengan kedua tangannya. Erika merasa temannya yang satu ini sangat polos dan lucu dengan tingkahnya.
"Lo serius, wah daebak"
"Gue juga belum yakin tapi gue rasa gue suka sama Alex. Lo harus bantuin gue mencari tahu informasi tentang Alex kan lo deket sama doi. Ok"
__ADS_1
Erika hanya menganggukan kepala tanda menyetujui permintaan Nina. Nina membalasnya dengan memeluk Erika dan mengucapkan terima kasih karena mau membantunya untuk mencari tahu informasi tentang Alex.
Hari ini Erika ada janji dengan Alex untuk bertemu ditaman kota. Tadinya Erika menolak saat Alex mengajaknya bertemu tapi kemudian dia teringat permintaan Nina. Akhirnya Erika menyetujuinya untuk bertemu.
Erika sebenarnya juga ingin menjaga jarak dengan Alex setelah tahu ternyata Nina menyukainya tapi disisi lain Erika mau membantu Nina untuk mencari informasi tentang Alex.
Sekarang Erika sedang duduk dibangku taman sambil membaca novel kesukaannya. Sesekali Erika tersenyum sendiri saat novel yang dibacanya menceritakan hal-hal yang menurutnya lucu. Padahal novel yang sedang dibaca Erika adalah novel yang berjendre romantis.
Saat sedang asyik membaca novelnya, tiba-tiba ada sebuah tangan besar yang menutup matanya. Erika kaget dan ingin berteriak karena takut ada orang jahat yang mau menyakitinya tapi Erika mengurungkan niatnya setelah mencium bau maskulin yang masuk pada indra penciumannya. Erika sangat kenal dengan bau maskulin ini, orang yang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu dengannya.
"Alex" Erika menyebut nama Alex dan tangannya dengan lembut menurunkan tangan Alex yang menutupi matanya. Alex yang mendengar suara lembut Erika, tersenyum manis kemudian menurunkan tangannya berlahan.
Kepala Erika mendongak ke atas memastikan orang tersebut Alex atau bukan. Saat itu juga tatapan mereka bertemu, mata mereka seolah terkunci satu sama lain. Ada perasaan aneh yang menjalar pada diri Erika ketika melihat mata Alex yang tajam namun teduh itu. Sedangkan Alex yang melihat mata polos Erika seolah terhipnotis dengan bola mata milik gadis yang sekarang ditatapnya.
Semenit kemudian mereka sama-sama gugup dan malu setelah menyadari kedekatan mereka yang begitu intens. Erika sedikit tergagap dan salah tingkah kemudian langsung melarikan matanya kesembarang arah tidak mau melihat Alex karena rasa malunya.
Alex juga sebenarnya malu dan salah tingkah juga namun itu berlangsung sebentar saja karena sebagai cowok Alex harus berani menunjukkan rasa sayangnya pada Erika. Alex ingin Erika tahu kalau Alex menyukainya.
"Sorry, gue lama lo udah nunggu lama yah" tanya Alex pada Erika untuk menghilangkan kegugupan dan kecanggungan diantara mereka.
"Gak kok santai saja" kata Erika sambil tersenyum ke arah Alex.
Senyuman itu kenapa begitu manis, ingin rasanya gue merasakan betapa manisnya bibir itu, memeluk mesra tubuh kecil itu untuk memberikan kehangatan dan perlindungan. Gue janji gue akan jagain dan bahagiain lo. Sekarang gue harus mencari waktu ynag tepat untuk menyatakan perasaan gue sama Erika. Lo milik gue Erika, selamanya. Senyum Alex menyeringai tanpa Erika sadari.
Erika dan Alex sedang duduk berdua ditaman sambil ngobrol santai, sesekali mereka juga tertawa. Alex memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya saat ini pada Erika.
"Erika gue mau ngomong serius sama lo" Alex menatap Erika lekat menunjukkan wajah seriusnya. Erika yang nelihat Alex yang tiba-tiba serius menjadi salah tingkah melihatnya namun Erika memberanikan diri melihat kearah Alex.
__ADS_1
"Lo mau ngomong apa si, serius amat mukanya. Gue jadi takut" ledek Erika. Alex tidak memperdulikan ledekan Erika sekarang dia hanya ingin Erika tahu perasaannya. Ketika Alex mau mengatakan pada Erika tentang perasaannya tiba-tiba ada orang yang memanggil nama Erika.
"Erika... "