
Flasback On
Kenapa tadi itu cowok gebetan Irene ngerebut handphone aku si. Huh sungguh cowok yang menyebalkan. Semoga saja jangan sampai ketemu lagi deh sama tuh cowok. Irene juga gebetannya banyak banget gak takut ketahuan apa kalau lagi pergi kemana apa jangan-jangan setiap kencan beda cowok. Irene sungguh beruntung sekali tapi gak pernah mikirin sekolahnya apa tuh anak, tapi Irene tetap sahabat aku yang sangat menyenangkan karena sifatnya yang frontal tanpa basa-basi jadi dia terlihat keren dan apa adanya. Aku sungguh beruntung mempunyai sahabat seperti mereka. Aku berharap akan selamanya seperti ini.
Flasback Off
Disekolah dengan hebohnya Tasya dan Irene bercerita soal gebetan Irene yang kemarin ketemu dialun-alun kota, sedangkan Lia yang kemarin tidak bisa ikut trrlihat antusias mendengarkan cerita heboh mereka kemarin bertemu gebetan Irene yang kata mereka si ganteng.
"Irene gebetan kamu ganteng juga loh yang ini, terus Gibran mau kamu kemanain. Bukannya kamu pacaran sama Gibran? Tasya penasaran dengan cerita cinta Irene.
Aku yang baru datang hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum mendengarkan cerita mereka. Sungguh sebagai remaja sangat mengasikkan ketika berbicara tentang cowok apalagi cowoknya lumayan ganteng.
__ADS_1
Bagaimanapun aku juga wanita normal yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Bisa dibilang ini adalah masa puber walaupun aku masih ingin fokus pada sekolahku tapi kalau ada cowok ganteng juga sayang kalau untuk dilewatkan begitu saja.
"Ada fotonya ga Irene aku juga penasaran nih" Lia yang biasanya tidak terlalu suka berbicara soal cowok sekarang ikut antusias jika membahas yang cowok ganteng. Dari kita berempat Lia memang yang paling cantik, kulitnya yang putih, bertubuh sedang, baik dan juga dia termasuk siswi berprestasi. Sedangkan Tasya dia gadis cute, kulit sawo matang, tinggi, dan mempunyai lesung pipi menambah nilai plus ketika Tasya tersenyum. Irene. dia bertubuh paling mungil diantara kami berempat, kulitnya sawo matang dan juga berwajah manis. Erika, dia berkulit sawo matang, tingginya hampir sama dengan Tasya, berwajah manis ditambah diwajah Erika terdapat tahi lalat yang menambah kesan menawan.
"Kalau menurut aku si biasa aja tapi dibandingin dengan gebetan Irene yang lainnya ini lumayan lah". Erika ikut komentar tentang gebetan Irene.
"Yah sayang sekali gue ga ada fotonya. Ah lo si Lia kemarin ga bisa ikut jadi ga bisa lihat gebetan gie ai Alex kemarin. Nyesel kan ga bisa lihat cogan (cowok ganteng) sekalian cuci mata ga bosen apa disekolah ini cowoknya gitu-gitu aja mendingan refreshing mata."
"Alex memang ganteng Tasya ga kayak gebetan lo Tasya".
"Huh dasar Irene dipuji sedikit langsung deh jatuhin temen sendiri langsung down deh tuh Tasya, lagian kamu itu gaya banget pakai kata lo gue mulu". Cibir Erika.
__ADS_1
Mereka berhenti mengobrol setelah bel sekolah berbunyi tanda pelajaran siap dimulai.
"Sungguh menyebalkan pelajaran kali ini guys, kita ijin aja ke toilet yuk. Otak gue udah mau meledak nih ga ada yang sama sekali". Bisik Irene
"Gila lo ya, gurunya kiler nih gimana kita ijinnya. Gue juga takut kali nanti disuruh ngerjain tugas lagi". Erika juga ikut berbisik sedangkan yang lainnya cuma saling pandang dan geleng-geleng kepala melihat wajah Irene yang sudah terlihat bosan dan frustasi gara-gara mapel kali ini.
Bel istirahat berbunyi waktunya mengisi perut yang sudah keroncongan dan terkuras gara-gara pelajaran matematika yang bagi kita sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena sebentar lagi kenaikan kelas 3 kami tidak bisa bolos pelajaran karena takut nilainya bakalan jelek apalagi diantara kami ada siswi berprestasi kami tidak mau terlihat buruk kalau sampai nilai kami jelek.
Kami harus menjadi siswi berprestasi walaupun tidak masalah kalau sedikit mengikuti masa pubertas kami mengenal lawan jenis dan dunia luar yang sepertinya menyenangkan untuk dicoba yang penting masih dijalur yang baik dan tidak memalukan nama baik diri sendiri, sekolah dan keluarga.
Masa remaja adalah masa yang tak akan terulang lagi jadi aku juga ingin menikmatinya dan mencari jati diriku sendiri. Bisa merasakan pacaran, berpegangan tangan bahkan mungkin berciuman.
__ADS_1
"Membanyangkan saja rasanya merinding apalagi mengalaminya secara langsung. Ah dasar otakku mulai terkontaminasi oleh Irene". Gumam Erika pada dirinya swndiri sambil memukul-mukul kepalanya yang tidak sakit. Pasti otakku sudah bergeser ini. Sungguh menyebalkan memikirkan hal aneh ini.