Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
7


__ADS_3

Sejak kejadian dibelakang sekolah itu, Erika benar-benar menghindari untuk bertemu dengan Iqbal, paling tidak sampai dia siap. Setiap kali melihat Iqbal, dia akan bersembunyi sampai Iqbal tidak terlihat lagi begitu seterusnya.


Sedangkan Iqbal yang beberapa hari ini tidak melihat Erika mulai khawatir tetapi juga dia belum berniat menemui Erika. Iqbal tau Erika butuh waktu dan masih syok karena ciuman itu tetapi jika waktunya tiba Iqbal pasti akan menemui Erika cepat atau lambat mereka pasti bertemu apalagi masih dalam satu lingkup sekolah.


Erika menghembuskan nafasnya kasar, lelah bermain petak umpet dengan kak Iqbal, dabaran jantungnya terus saja berpacu cepat meski cuma membayangkan ciuman itu. Ciuman pertama yang membuatnya salah tingkah dan tidak berani bertemu dengan orang yang mengambilnya.


Setelah sampai dikelas, Erika langsung bergabung dengan sahabatnya. Bercanda dan ketawa sedikit bisa membuat dia melupakan masalahnya dengan kak Iqbal. Erika masih belum bisa menceritakan masalahnya dengan Iqbal dengan sahabatnya. Masih menunggu waktu yang tepat pikirnya.


"Gues gue ada berita bagus dan super hot" Wajah Irene berbinar bahagia menandakan ada berita yang membuatnya sebahagia ini.


"Apaan Irene, lu g aneh-aneh kan apa lo bikin ulah apa lagi, cepetan cerita kita udah ga sabar nih tumben banget lo seneng banget ga kayak biasanya" sahabat Irene bertanya penasaran ga sabar.


"Gue udah jadian sama Alex si ganteng itu, gue seneng banget akhirnya gue jadian juga sama doi"


"Beneran Irene lo jadian sama Alex wah beruntung banget lo punya cowok ganteng.. tunggu dulu yang nembak siapa nih jangan bilang lo yah yang nembak duluan" ucap Tasya penasaran.

__ADS_1


Irene santai saja bagi dia mau cewek atau cowok yang nembak sama saja daripada kehilangan cowok ganteng mensing dia pepet aja terus.


"Emang apa bedanya si gues mau gue atau dia yang nembak duluan toh sama saja kan yang penting udah jadian" jawab Irene cuek tapi masih dalam mood yang baik.


"Kalau gue si bisa tebak siapa yang nembak duluan, pasti cewek bar-bar ini yang nembak duluan apalagi lihat yang bening kayak Alex langsung sikat pasti" ledek Lia.


"Gue juga yakin kalau nih Irene yang nembak Irene, mimpi apa Alex dapet nenek lampir macam Irene" Erika ikut memojokkan Irene. Mereka sudah bersahabat dari kelas X jadi sudah biasa saling meledek satu sama lain tanpa takut ada yang sakit hati karena itu hanya sebagai lelucon.


Irene cuma mengangkat bahunya tanda tidak peduli dengan ocehan sahabatnya.


"Hehe.. yang penting Alex udah jadi milik gue guys" kata Irene tertawa bahagia.


Setelah mengikuti pelajaran disekolah selesai, sahabat Erikapun sudah pulang tinggal Erika yang masih ada piket kelas yang sudah hampir selesai.


Tanpa Erika sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatan Erika. Tatapan tajamnya tidak beralih sedikitpun pada gadis yang masih sibuk dengan tugas piketnya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Erika sudah selesai dan akan segera pulang karena sudah sore. Dia pengin cepat pulang dan mengiatirahatkan tubuhnya yang lelah. Dengan buru-buru Erika segera meninggalkan kelas, tapi baru beberapa langkah mau meninggalkan kelas tangan Erika ditarik oleh seseorang dengan kuat hingga kepalanya membentur dada orang tersebut.


Erika yang syok langsung melihat orang yang menariknya, betapa terkejutnya saat melihat siapa orang yang menariknya tersebut membuat jantungnya berdebar tak karuan.


"Lo... lepasin gue kak" teriak Erika pada orang malah memeluknya dengan erat. Tubuhnya tidak dapat bergerak untuk melepaskan diri. Tubuhnya menempel sama tubuh kak Iqbal. Yah orang yang ada didepannya adalah kak Iqbal orang yang sedang Erika hindari selama ini.


Iqbal hanya diam malah menarik kepala Erika agar bersandar dan tangannya mengelus kepala Erika lembut. Sungguh Iqbal sangat merindukan gadis ini. Sudah cukup dia memendam perasaannya selama ini, tapi kali ini dia tidak akan lagi melepaskan atau memberi celah pada gadia ini untuk jauh darinya.


"Gue sayang lo.. maafin gue kalau lo terkejut akan sikap gue kemarin tapi asal lo tau gue suka lo jauh dari sebelum lo kenal gue jadi gue harap lo jangan menghindar apalagi pergi dari hidup gue lagi" bisik kak Iqbal ditelinga Erika lembut. Kak Iqbal akhirnya mengatakan isi hatinya pada Erika, gadis yang selama ini disukainya.


Erika masih diam dan syok dengan apa yang baru saja yang didengarnya. Erika masih mencerna apa yang baru saja dikatakan kak Iqbal. Kak Iqbal baru saja menyatakan cintanya padanya. Jantung Erika kembali berdebar kencang dan akhirnya dia tersenyum samar dalam pelukan kak Iqbal meski Erika tidak berani membalas pelukan kak Iqbal.


Suasana yang sepi membuat Erika dan Iqbal tidak merasa malu kalau ada orang yang melihat mereka berpelukan saat ini.


"Jadilah orang yang terpenting dalam hidup gue saat ini ataupun nanti" kata Iqbal setelah melepaskan pelukannya tapi masih menegang kedua tangan Erika.

__ADS_1


Mata mereka saling terpaku satu sama lain. Erika masih belum bisa melepaskan tatapan mata tajam seseorang yang ada dihadapannya ini. Hatinya tersentuh dengan ketulusan dan keindahan mata yang masih saja menatapnya dengan penuh kasih sayang. Erika bisa merasakannya dengan melihat bola mata hitam nan indah itu.


"A.. aaku... "?


__ADS_2