
Saat mau tidur Erika mendapatkan pesan diHPnya, no yang tidak dikenal tetapi Erika tahu siapa pengirimnya kali ini karena Dia yang saat ini selalu saja mengganggu hari-hari Erika. Yah Dia Iqbal Pratama kakak kelas Erika. Erika bingung darimana Iqbal tau no Hpnya.
💬 Besok makan bareng gue dikantin sekolah jam istirahat, gue tunggu lo disana dan gak ada penolakan.
Setelah membaca pesan itu, Erika melempar Hpnya asal, tidak berniat membalasnya karena lelah seharian ini menemani Iqbal mencari buku, Erika memilih untuk tidur daripada membalas pesan tersebut.
DiSekolah
Disekolah Erika nampak cemas apa dia harus menemui Iqbal atau tidak jam istirahat nanti. Sebenarnya dia malas bertemu dan berurusan dengan Iqbal lagi karena seenaknya saja memerintah.
Setelah berfikir cukup lama akhirnya Erika memutuskan untuk tidak menemui Iqbal lagi. Dia ingin hidup dengan normal lagi disekolah ini, apalagi dia tau ternyata Iqbal banyak fansnya, Erika takut bakal kena masalah kalau sampai berurusan lebih jauh lagi dengan cowok aneh itu.
Saat jam istirahat Erika tadinya pengin dikelas aja karena malas kalau harus bertemu dengan Iqbal tapi karena sahabatnya memaksanya untuk ke kantin akhirnya Erika ikut ke kantin lagian gak mungkin Iqbal nemuin dia saat bareng sahabatnya itu.
Sebenarnya Erika sedikit was-was takut ketemu cowok nyebelin itu, dan bikin ulah dan malu kalau sampai sahabatnya tentang Iqbal karena Erika belum menceritakan masalahnya dengan sahabatnya.
Saat Erika dan sahabatnya lagi makan bakso dikantin, perasaan Erika tidak enak merasa ada yang memerhatikan dengan tatapan tajammnya. Erika melihat sekeliling dan deg deg deg mata Erika bertemu dengan mata elang siapa lagi pemiliknya kalau bukan Iqbal. Erika langsung menundukkan pandangannya dan pura-pura sibuk makan.
"Lo kenapa Erika gue perhatiin lo gelisah dari tadi" kata Tasya memerhatikan tingkah Erika dari tadi.
"Gue gapapa ko perasaan lo aja kali" Jawab Erika sambil tersenyum terpaksa.
Saat sedang bercanda dengan sahabatnya, ternyata Iqbal mendekati Erika dan sahabatnya.
"Lo udahkan makannya, ikut gue" seru Iqbal pada Erika
Erika dan sahabatnya kaget ada yang menegur sahabatnya dan ternyata itu adalah kakak kelas mereka yang ganteng dan tinggi membuat mata sahabat Erika langsung berbinar senang.
"Kak Iqbal" Erika tersentak kaget
"Lo kenal sama kak Iqbal?" Tanya Irene penasaran. Wah daebak ada cowok ganteng nyamperin, gue harus tebar pesona nih siapa tau aja dia suka sama gue.
__ADS_1
"Eh itu.. I.. iya kak Iqbal ini sahabat gue Irene, Tasya dan Lia" Erika memperkenalkan satu-satu sahabatnya. Dengan wajah berbinar sahabat Erika menyalami Iqbal.
"Wah lo kenal cogan ga cerita sama kita" Bisik Lia.
"Guys gue pergi dulu ya, ada perlu sebentar sama kak Iqbal, Ok" Erika buru-buru pergi dari sahabatnya dan mengikuti langkah Iqbal.
"Ok.. have fun Erika" seru Lia dan sahabatnya sentak sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka ga menyangka kalau Erika ternyata kenal sama kakak kelas yang ganteng dan cukup terkenal disekolah ini.
Erika mengikuti Iqbal dibelakangnya sambil bibirnya komat kamit karena kesal Iqbal nyamperin dia pas lagi makan dengan sahabatnya tadi.
Ketika sudah ada dibelakang sekolah, Iqbal menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Erika, dengan tatapan tajamnya seolah menghunus ke jantung Erika.
Tubuh Erika membeku sebentar kemudian dengan ragu menatap bola mata Iqbal. Apakah kak Iqbal marah gara-gara gue ga nemenin dia makan dikantin tadi. Batin Erika.
Dengan ekspresi yang sama, Iqbal melangkah mendekati Erika pasti, sedangkan yang ditatap mulai gugup dan tubuhnya sedikit gemetar.
"Kenapa lo ga nemenin gue makan dikantin tadi, lo udah berani menolak permintaan gue" Iqbal mengintimidasi Erika dengan terus mendekatinya berlahan.
Deg
Deg
Deg
Jantung Erika berdetak cepat, gugup, takut Iqbal bakal memarahinya sekarang juga.
"M..maa.. aff kak" hanya itu yang bisa Erika ucapkan.
Iqbal semakin mendekat dan mempersempit jarak diantara mereka, Iqbal tersenyum tipis melihat Erika ketakutan yang menurutnya lucu dan membuatnya gemas.
Dengan berlahan Iqbal menghembuskan nafasnya yang berdetak tidak beraturan ketika dekat dengan Erika.
__ADS_1
"Baiklah, kali ini gue maafin tapi tidak untuk lain kali karena mulai sekarang lo milik gue, jadi ga ada satu orangpun yang boleh dekat sama lo kecuali gue."
"Maksud kakak apa" jawab Erika gugup.
"Lo pasti tau maksud gue tanpa gue jelasin"
Apa maksud kak Iqbal dengan mengatakan gue milik dia, dia pikir dia itu siapa. Seenaknya saja mengklaim gue miliknya, emangnya gue barang apa, dasar cowok aneh. Gerutu Erika yang masih bisa didengar Iqbal dengan jelas.
Iqbal yang mendengar Erika berbicara, hanya bisa menahan senyumnya. Ternyata sangat menyenangkan menggoda gadisnya. Yah Erika sekarang sudah diklaim menjadi gadisnya.
Dengan posisi yang masih sangat dekat, Iqbal mengkat dagu Erika agar bisa melihat wajah gadisnya yang selama ini dia menyukai dalam diam. Mata mereka kembali bertemu, seolah terhipnotis mata tajam Iqbal, Erika hanya bisa diam dan gugup karena jarak yang sangat dekat dengan Iqbal, jantungnya berdebar cepat seolah berlari maraton.
Kenapa dengan jantungku? Apakah gue punya penyakit jantung sekarang kalau dekat dengan kak Iqbal. kata Erika dalam hati.
Iqbal yang melihat Erika gugup dan sedikit gemetar semakin membuatnya terhipnotis tidak menyangka bisa sedekat ini dengan orang membuat dunianya seketika barubah.
Dengan berlahan Iqbal memajukkan wajah mendekati wajah Erika. Erika yang terpaku hanya bisa diam tanpa ada pemberontakan seolah hati dan tubuhnya tidak seirama.
Cup.. Iqbal menempelkan bibirnya pada bibir Erika, Erika membelalakan matanya kaget dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Dengan berlahan Iqbal ******* bibir Erika lembut seolah menyalurkan rasa yang selama ini terpendam.
Setelah beberapa saat kemudian Iqbal melepaskan bibirnya, dan menyatukan kening mereka. Mengatur napas mereka masing-masing yang masih ngos-ngosan. Air mata Erika jatuh dengan apa yang telah terjadi barusan. Iqbal yang menghapus air mata dengan lembut dengan tangannya.
"Jangan menangis maafkan gye karena telah menciummu, sungguh gue tidak ada niat kurang ajar hanya saja..."Iqbal tidak meneruskan kalimatnya.
Erika yang masih menangis, akhirnya memberanikan diri menatap wajah Iqbal dan bertanya.
"Hanya saja apa kak..? Sebenarnya apa salahku kak, kenapa kakak melakukan ini semua sama Erika? Kata Erika pelan mencoba menahan gejolak amarah dalam dadanya.
Karena merasa tidak ada jawaban dari Iqbal, Erika melepaskan pegangan tangan Iqbal dan berlari pergi sambil menghapus air matanya yang masih saja menetes tanpa permisi.
Iqbal hanya bisa menatap kepergian Erika tanpa berusaha mencegahnya. Iqbal tau Erika butuh waktu dan dia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan gejolak cinta dalam dirinya pada seseorang yang dia cintai selama setahun ini.
__ADS_1
"Maafin gue Erika yang tidak bisa menahan diri ketika ada di dekat lo" Iqbal berbicara pada dirinya sendiri. Mulai sekarang gue ga akan lepasin lo lagi, gue akan perjuangin lo sampai kapanpun.