Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
4


__ADS_3

Tanpa sengaja Erika menabrak seseorang tanpa sengaja karena asyik dengan lamunannya.


"Brug"


"Kalau jalan lihat-lihat donk". Gerutu siswa yang tadi ditabrak Erika. Kalau dilihat-lihat siswa itu termasuk cowok ganteng, cool, tinggi dan berkulit putih. Erika swmpat terpesona sesaat waktu mereka bertabrakan tadi.


"Maaf ka, aku tidak sengaja tadi ga lihat ada orang soalnya aku sedang buru-buru soalnya sambil menunduk". Bohong Erika padahal tadi pikiran Erika sedang melalang buana.


Tanpa dijawab cowok tadi langsung pergi sambil menggerutu tapi Erika tidak mendengar apa yang diucapkan oleh cowok tadi.


Erika berjalan cepat menuju kantin menemui sahabatnya yang sudah lebih dulu memesan makanan dikantin.


"Erika sini" Irene melambaikan tangannya menyambut Erika untuk makan dikantin.


"Lo lama banget si, nungguin lo ni sampai jamuran saking lamanya".


"Sorry tadi gue ke toilet dulu eh malah nabrak kakak kelas, apes banget deh gue hari ini" Kata Erika sambil memanyunkan bibirnya karena sebal.


"What lo nabrak kakak kelas, cowok apa cewek? pasti cowokkan? ganteng ga? Tasya ikut nimbrung, sekarang kalau menyangkut yaang ganteng-ganteng sinyal otak kita langsung on. Maklum remaja yang mulai mengenal cinta.


"Lumayan ganteng si, tapi nyebelin ditambah lagi suka marah-marah ga jelas".


"Lo si jalan ga lihat-lihat makannya nabrak tapi lo beruntung banget donk kalau nabrak cowok ganteng. Namanya siapa?" Lia ikut nimbrung dengan wajah merona .

__ADS_1


"Mana sempet gue kenalan sama tu cowok, mau lihat aja gue takut apalagi minta kenalan".


"Yah payah banget lu Erika ga sempet kenalan sama tu cogan paling penting minta no handphonya donk kan lumayan bisa buat gebetan lo nanti". Irene tertawa sambil mengejek Erika.


Gimana gue mau kenalan sama tu cowok, lihat aja gue gemeteran apalagi minta no handphone segala bisa dicap cewek gampangan nanti. Tapi lumayan juga si tu kakak kelas siapa tahu nanti bisa ketemu lagi satu sekolah ini. Kata Erika dalam hati


Sesudah dari kantin kita semua kembali ke kelas mengikuti pelajaran terakhir. Bel pulang sekolah berbunyi, waktunya pulang dari sekolah. Erika dan sahabatnya bersiap pulang ke rumah masing-masing.


"Guys gue pulang duluan yah" Kata Lia


"Oke bye sampai ketemu besok lagi".


Mereka berpisah ditempat parkir. Sekarang tinggal Erika yang sedang menuju halte untuk menunggu bis. Saat menunggu bis Erika dikagetkan ada seorang cowok yang sedang berdiri tepat disampingnya. Ternyata cowok itu kakak kelas yang tadi ditabrak Erika.


"Lo cewek yang tadi nabrak gue kan"?


Erika menengok ke arah cowok yang ada disampingnya dan menjawab dengan hati-hati karena takut.


"Eh.. iya ka,maaf ya untuk yang tadi".


"Nama lo Erika kan, anak kelas XI?".


"Ah.. I.. iya ka, kok kakak bisa tahu?"

__ADS_1


" Tahu lah siapa yang g tahu lo dan genk lo apalagi tuh si cablak Irene".


Wah ternyata gue terkenal juga disekolah ini padahalkan gue ga pernah bully orang apalagi yang aneh-aneh. Ini pasti karena Irene yang kalau ngomong asal, gebetannya yang ada dimana-mana.


"Geng? Maaf ka bukan geng kok cuma sahabat saja". Jelas Erika tidak ingin dicap jelek dengan julukan geng, terdengar aneh jika persahabannya disebut geng.


"Ya terserah lah mau geng atau bukan juga ga da sangkut pautnya sama gue." Balasnya jutek.


"Oh ya ka, nama kakak siapa gue pernah lihat kakak tapi ga tahu siapa nama kakak?" Kata Erika malu-malu.


"Bilang aja ngajak gue kenalan tadi ga usah pakai nabrak-nabrak gue juga kali."


Ge'er banget nih cowok kalau ga mau ngasih tahu juga gak papa kali gue juga ga rugi. Untung ganteng kalau gak ih males banget. Dasar kakak kelas nyebelin. Erika menahan emosinya yang mulai tidak terkendali.


Tidak terasa bis sudah mulai berdatangan. Erika yang masih kesal gara-gara kakak kelas tadi gak menghiraukan bis yang mulai berdatangan. Masih terdiam ditempat berdiri sambil menggerutu kesal.


Tanpa disadari kakak kelas tadi tersenyum tipis melirik Erika. Sebelum masuk ke bis sempat berbisik pada Erika.


"Nama gue Iqbal ingat dihati dan pikiran lo baik-baik karena kita akan sering ketemu mulai dari sekarang". Bisik Iqbal dan langsung pergi meninggalkan Erika yang masih mematung.


Apa maksud kak Iqbal tadi? Ah terserahlah masa bodo lagian baru kenal ini. Semoga saja ga ketemu sama tu cowok. Gue harus menghindar kalau ketemu sama dia. Erika langsung naik bis dan pulang ke rumahnya karena sudah cukup lelah dan menguras tenaganya kejadian hari ini.


Huft sungguh hari yang melelahkan sekaligus menyebalkan. Batin Erika dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2