
Erika hari ini kesekolah denga semangat tidak lagi bersembunyi ataupun takut akan bertemu dengan seseorang disekolah nantinya. Hatinya merasa lega dan bahagia saat ini masih tidak menyangka kalau sekarang Erika sedang PDKT dengan orang itu. Iqbal yah orang itu adalah kak Iqbal, orang yang telah berani mengambil ciuman pertamanya. Mengingat itu pipi Erika langsung memerah seperti tomat.
Memang Erika belum menerima cinta kak Iqbal secara penuh sekarang ini, ia masih ingin saling mengenal dengan lebih dekat dulu apalagi kak Iqbal sudah kelas XII dan sebentar lagi try out takut akan mengganggu pelajaran kalau harus diribetkan dengan urusan cinta.
Flasback
Sambil melepaskan pelukan dari kak Iqbal, menatap bola matanya dengan malu-malu Erika kemudian menunduk dan menggoyangkan kaki kecilnya perlahan seperti anak kecil yang tengah merajuk manja.
"Kak bukannya gue ga mau jadi pacar kakak tapi kita kan baru kenal. Hmmm bagaimana kalau kita dekat aja dulu kalau cocok kita bisa pacaran kalau tidak kita bisa berteman atau bersahabat" ucap Erika malu wajahnya masih belum mau melihat kak Iqbal karna pasti pipinya sudah merona.
Iqbal tampak mengerutkan keningnya, mencoba mencerna ucapan Erika barusan. Iqbal menjentingkan jarinya pelan dikening Erika supaya mau menatapnya. Dan benar saja Erika langsung memegang keningnya kaget sambil cemberut lucu menatap Iqbal.
"Gue udah kenal lu jauh lebih lama dari yang lo tau, jadi gue ga perlu pendekatan lagi dan gue ga mau kehilangan lo lagi. Jadi mulai sekarang lo jadi cewek gue dan ga ada bantahan" tegas Iqbal tetapi dengan memandang Erika lembut dan memuja.
Erika cemberut mendengar ucapan kak Iqbal yang tidak mau bernegosiasi dengannya dan terkesan memaksakan kehendaknya.
"Kalau tidak mau dibantah kenapa bertanya lagi"
Iqbal terkekeh kecil mendengar gadisnya merajuk, yah Iqbal sudah memutuskan kalau mulai hari ini Erika adalah gadisnya lebih tepatnya kekasihnya.
"Kau merajuk, kenapa sangat menggemaskan mulai sekarang kau g perlu lagi menghindar, biasakan dengan kehadiranku karena sekarang kau kekasihku" jelas Iqbal sambil menarik Erika untuk pulang bersama.
"Hufff dasar pemaksa" cibir Erika. Walaupun begitu Erika merasa senang bisa dekat dengan kak Iqbal walaupun belum bisa menerima sepenuhnya dengan keputusan kak Iqbal tapi apa salahnya Erika coba menerima kehadiran kak Iqbal.
Sekarang Erika sudah sampai rumah dengan wajah yang ceria beda dari biasanya. Mama Erika yang melihatnya merasa bingung dengan Erika yang nampak begitu senang dan ceria hari ini.
__ADS_1
"Wah kayaknya ada yang lagi bahagia nih" mama Erika menggoda Erika yang sedang berlari kecil sambil bersenandung ria.
Erika yang kaget mendengar suara mamanya langsung reflek berlari memeluk mamanya manja.
"Ah mama bisa aja, Erika jadi malu" ucap Erika malu-malu.
"Cerita dong sama mama ada apa kenapa anak gadis mama ini terlihat senang sekali apa ada kejadian yang membuat gadis mama ini yang mama ga tau" selidik mama Erika.
Erika memang selalu bercerita sama mamanya apapun yang dialaminya karena bagi Erika mamanya adalah orang yang sangat berarti dan paling mengerti Erika.
"Tapi mama janji jangan marah" jawab Erika manja
"Iya mama janji gak akan memarahi putri kesayangan mama satu ini" kata mama Erika sambil mencubit hidung Erika pelan.
"Wah ternyata anak mama ini sudah mulai mengenal cowok yah, mama gak nyangka sekarang kamu udah besar dan sudah memulai mengenal cinta. Mama sih ga melarang Erika kenal atau dekat sama cowok manapun yang penting kamu harus tetap fokus belajar dan membanggakan mama ya Erika" nasihat mama Erika ketika sudah mengetahui kalau putrinya sedang dekat dengan seorang cowok.
Erika sangat beruntung dan bahagia memiliki mama yang sangat menyayanginya dan mendukung apapun yang ia lakukan asal tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Mama memang terbaik deh" kata Erika sambil mencium pipi mamanya kemudian berlari menuju kamarnya.
Mama Erika hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya itu.
Setelah sebulan berlalu hubungan Erika dan Iqbal semakin baik, mereka sudah tidak malu lagi untuk sekedar pergi berdua ketika pulang sekolah sekedar untuk makan atau mencari buku. Sahabat Erika juga sudah mengetahui hubungan Erika dan kak Iqbal, mereka ikut senang melihat Erika bersama kak Iqbal.
"Guys ke kantin yuk" ajak Lia pada sahabatnya. Dengan senang hati mereka menuju kantin untuk memesan makanan.
__ADS_1
Saat sedang menunggu pesanan datang, Tasya melihat kak Iqbal sedang memesan makanan juga. Saat mau memanggil kak Iqbal si Tasya melihat kalau kak Iqbal tidak sendirian tetapi dengan seorang cewek yang menggandeng tangannya manja.
"Erika bukannya itu kak Iqbal yah gebetan lo" tanya Tasya hati-hati takut Erika sedih. Baik Erika, Irene dan Lia langsung melihat orang yang ditunjuk Tasya dan benar saja yang dilihat Tasya kalau itu benar kak Iqbal bersama cewek lain.
Erika terdiam dan langsung menunduk sedih melihat orang yang dekat dengannya digandeng cewek lain dengan mesra. Tidak mau terlihat sedih apalagi menangis didepan umum dan sahabatnya Erika memilih untuk meninggalkan kantin.
"Guys gue ke toilet dulu yah kalian lanjutin makannya oke" kata Erika sambil tersenyum terpaksa agar sahabatnya tidak khawatir padanya.
Sahabatnya mengerti apa yang dirasakan Erika, mereka hanya mengaggukan kepala tidak banyak bertanya karena mereka tau Erika mungkin butuh waktu sendiri.
Ditoilet Erika menangis mengingat kejadian tadi dikantin. "Kenapa kakak jahat sama Erika, apa salah Erika kak. ucap Erika dalam hati".
Setelah cukup lama ditoilet akhirnya Erika keluar. Pas keluar dari toilet Erika kaget melihat sahabatnya berada didepan toilet menunggunya.
"Lo gak apa-apa kan Erika" kata Lia sambil memeluk Erika diikuti oleh Tasya dan Irene.
"Udah lo tenang aja gak usah nangia atau sedih biar itu urusan gue, berani-beraniny itu cowok nyakitin sahabat gue mau gue jadiin bergedel dia" ucap Irene menggebu-gebu nelihat sahabatnya sedih dan menangis.
"Nanti kita urus sama-sama oke, lo gak usah pikirin dulu cowok brengsek itu" Tasya ikut marah. Tasya yang biasanya jarang marah melihat sahabatnya sedih ikut emosi.
"Makasih guys, kalian adalah sahabat sejati gue" Erika terharu dan bersyukur memiliki sahabat seperti mereka yang selalu peduli dalam suka dan duka.
Saat pulang sekolah Erika yang sudah ada didepan gerbang sambil menunggu angkot kanget dipanggil oleh seseorang dari belakang.
"Erika.."?
__ADS_1