
***
Hari ini Erika berniat untuk bertemu Nina sahabatnya, ingin menjelaskan hubungannya dengan Alex secara berlahan. Erika tidak mau nanti terjadi salah paham lebih panjang kalau sampai Nina tahu dan mendengar dari orang lain tentang hubungannya dengan Alex.
Sebenarnya Alex dan Erika ingin mencari tahu waktu yang tepat dan menyembunyikan ini terlebih dahulu, tapi Erika merasa gelisah kalau nanti Nina semakin berharap dengan Alex.
Bukannya Erika tidak cemburu kalau Alex dekat dengan Nina tapi lebih ingin menjaga agar semua ini tidak berlarut-larut. Alexpun mengerti kegelisahan Erika mereka berjanji akan menghadapi ini bersama agar tidak menjadi boomerang bagi mereka sendiri.
"Nina.. " panggil Erika sambil melambaikan tangannya pada Nina dan berlari kecil. Nina yang mendengar dan melihat Erika berlari ke arahnya tersenyum menyambut sahabat itu.
"Hay Erika, kenapa lari segala sih nanti lo kalau jatuh gimana?" kata Nina khawatir. Erika tersenyum menanggapi ucapan Nina.
"Hee.. Nina kita ke kantin dulu yuk! ada sesuatu yang harus gue bicarain sama lo" ajak Erika menggandeng Nina menuju ke kantin. Nina menurut mengikuti kemauan Erika karena Nina juga belum sarapan pagi ini.
Mereka memesan makanan dan segera mendudukkan diri mereka masing-masing.
"Lo mau ngomongin apa si Erika, kayaknya penting banget nih! Gue jadi penasaran?" Nina menggoda Erika dengan menaik turunkan alisnya.
Melihat Nina yang begitu baik dengannya sebenarnya Erika tidak tega kalau nanti kejujurannya akan mempengaruhi persahabatan mereka.
Erika sudah menganggap Nina seperti keluarganya, mereka selalu berdua hanya kalau ada kesibukan masing-masing mereka tidak bersama.
Sebulan ini, Erika dan Alex memantapkan diri untuk berterus terang pada Nina apalagi melihat Nina yang begitu berharap dengan Alex. Erika semakin tidak enak hati, ingin mundur tapi dia tidak bisa.
Semua begitu rumit, Erika mencintai Alex tapi juga menyayangi sahabatnya yaitu Nina.
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya nin, kita makan dulu aja, gue laper banget soalnya" ajak Erika, padahal dia sedang menunda dan mempersiapkan diri untuk menjelaskan segalanya pada Nina.
Erika juga sedang menunggu kedatangan kekasihnya untuk berada disisinya. Erika butuh kekuatan untuk melakukan misinya kali ini.
"Ya Tuhan semoga ini berhasil, semoga Nina mau memaafkanku" batin Erika.
"He..he.. lagian lo serius banget si dari tadi. Wajah lo tegang banget sih, santai aja dulu Eria, rileks. Gue jadi takut kalau lo serius kayak tadi lihat nih bulu kuduk gue meremang" ucap Nina sambil tetap menggoda Erika. Erika yang mendengar mencoba yntuk rileks dam tersenyum kecut.
Saat sedang makan dari jauh Alex sudah terlihat berjalan menuju arah Nina dan Erika duduk. Erika yang melihat Alex datang bisa sedikit lega karena tidak berada dalam keadaan sulit ini sedirian.
"Hay Nina, Erika.. gue boleh gabung" kata Alex basa-basi sambil melirik ke arah Erika yang terlihat pucat.
"Hay lex, duduk aja kayak sama siapa aja si lo pakai ijin segala" jawab Nina dengan tersenyum manis ke arah Alex.
Erika menghempuskan nafasnya berlahan, nafasnya terasa sedikit sesesak. Bukan karena melihat Nina bersikap manis terhadap Alex tapi karena tidak tega melihat Nina sedih bahkan marah kalau tahu kenyataannya.
Erika memberi kode kepada Alex dengan tatapan matanya. Alex yang tahu akan kegelisahan kekasihnya menggenggam tangan Erika yang berada dibawah meja makan.
"Nina,, gue sama Nina mau ngomong serius sama lo" kata Alex dengan wajah yang terlihat serius, sedangkan Erika hanya bisa menundukkan wajahnya sambil terus berdoa.
"Kalian berdua mau ngomong apaan si, wajah kalian kenapa jadi serius gitu. Tadi Erika sekarang lo lex, hmm kalian berdua lucu deh" jawab Nina yang malah tidak menanggapi ucapan Alex dengan serius.
"Nina,, gue sama Erika pacaran" ucap Alex dengan lantang dan meremas tangan Erika yang masih digenggamnya. Erika tidak berani menatap Nina sama sekali.
Nina dengan reflek menjatuhkan sendok yang dipegangnya karena kaget mendengarkan ucapan Alex. "Lo bercanda kan lex, Erika" ujar Nina dengan melihat Alex dan Erika satu persatu.
__ADS_1
"Gue gak bercanda nin, gue tahu lo pasti kaget dengernya tapi gue harus jujur sama lo kalau selama ini gue gak ada perasaan apa-apa sama lo! Gue mencintai Erika jauh sebelum gue kenal sama lo. Gue minta maaf kalau gue nyakitin perasaan lo" kata Alex dengan hati-hati.
Nina merasa bagai tersambar petir mendengar penjelasan Alex. "Beneran semua ini Erika! jawab gue Erika!! kata Nina penuh dengan penekanan.
Suasana kantin yang masih sepi dan belum banyak orang datang menjadikan mereka tidak menjadi tontonan gratis karena intonasi Nina yang tinggi hanya ada beberapa mata yang melihat ke arah mereka.
"Nina,, gue minta maaf karena selama ini gue gak jujur sama lo. Gue juga gak tahu kalau ternyata gue juga mencintai Alex. Alex memang pernah menyatakan cinta sama gue jauh sebelum lo kenal dan cinta sama dia. Gue minta maaf karena gue jahat sama lo" kata Erika sambil menggenggam tangan Nina. Air mata Erika tidak bisa dibendung lagi.
Nina merasa hancur karena merasa dihianati oleh dua orang yang begitu disayanginya. Nina tidak habis pikir kenapa mereka tidak jujur dari awal, jadi Nina tidak akan terluka sedalam ini.
"Gue gak habis pikir sama lo Erika, lo anggap apa gue selama ini. Kenapa lo gak jujur sama gue kalau lo sama Alex. Gue bener-bener kecewa sama kalian berdua terutama lo, Erika!" jawab Nina kemudian pergi dalam keadaan kacau.
"Nina!! Dengerin dulu penjelasan gue, gue minta maaf!!" kata Erika, berdiri ingin mengejar sahabatnya tetapi Alex meraih tangan Erika dan membawanya dalam pelukannya.
Erika menangis tersedu-sedu didalam pelukan Alex. "Hust.. hust sudah jangan menangis sayang. Biarkan Nina pergi, dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dulu. Nanti kita coba lagi untuk menjelaskan semuanya" ucapa Alex lembut dengan mengelus rambut Erika untuk memberikan ketenangan pada kekasihnya.
"Nina, maafin gue" rancau Erika masih dalam dekapan Alex sambil menangis.
Alex sebenarnya juga ikut merasa sedih dan hancur melihat Erika menangis. Alex berjanji dalam dirinya sendiri akan segera menyelesaikan ini semua dengan Nina tanpa harua melibatkan Erika. Alex tidak mau melihat Erika menangis sedih lagi.
"Aku janji akan menyelesaikan semua ini secepatnya sayang. Jangan menangis lagi, kamu harus bahagia bersamaku kalau kamu menangis kamu harus menangis kebahagiaan bukan kesedihan. Aku sangat menyayangimu Erika" batin Alex kemudian mengecup kening Erika.
"Nina,, maafin gue. Jangan jauhin gue, gue mohon! kata Erika lirih.
***
__ADS_1