Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
17


__ADS_3

Selamat membaca jangan lupa like, vote dan komen yah.


***


"Apaaah... "


Ketiga sahabat Irene kaget mendengar perkataan Irene, setelah itu mereka saling pandang kemudian ketiganya tertawa terbahak-bahak menganggap ucapan Irene hanyalah bualan saja.


"Hahha.. lo jangan bohong Irene, mana ada sejarahnya Irene si playgirl takluk dengan yang namanya pernikahan" jawab Tasya yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Irene, becanda lo ga lucu tau gak tapi garing huhuhu" ejek Lia yang juga tak percaya Irene akan menikah dengan pacarnya yang bernama Andre.


"Hahha.. perut gue kram tau gak dengerin lo ngomong pernikahan, lo sehat kan Irene" tanya Erika sambil memegang kening Irene. Irene yang mendapatkan perlakuan itu hanya mengerucutkb bibirnya lucu.


"Kalau gak percaya ya udah, yang penting gue udah kasih tahu kalian ya guys" ucap Irene tidak peduli dengan sahabatnya yang masih tidak percaya.


"Lo beneran Irene, gak lagi bercanda atau ngeprank kita kan? ujar Erika serius menatap Irene dengan tatapan mengintimidasi.


"Gue serius gak lagi bercanda, nih lihat cincin dijari gue, ini bukti keseriusan omongan gue kalau Andre mau nikahin gue" jawab Irene mantap sambil menunjukkan cicin dijarinya.


"Wah daebak, playgils kita nikah duluan guys" ucap Lia sambil menggoda Irene. Mereka semua memberikan selamat pada Irene dan ikut senang melihat Irene akan segera menikah dengan kekasihnya. Mereka berpelukan hangat menyalurkan kebahagiaan mereka satu sama lain.

__ADS_1


***


Kampus


Alex sekarang sedang menunggu Erika keluar dari kelasnya, Alex sengaja menunggu Erika karena beberapa hari ini Alex merasa ada yang aneh dengan Erika yang selalu menghindarinya bahkan tidak mau membalas pesannya.


Saat Erika keluar dari kelas untuk segera pulang karena kelas sudah selesai. Tiba-tiba tangannya ditarik seseorang seketika Erika merasa kaget tapi setelah melihat siapa orangnya Erika hanya bisa pasrah.


"Lo mau bawa kemana si, lepasin tangan gue Alex" pinta Erika dengan berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alex. Alex yang mendengar itu tidak menghiraukan ucapan Erika, dia terus menggenggam tangan Erika dan membawanya pergi dari kampus.


Alex menyuruh Erika naik ke atas motor gedenya. Erika yang melihat Alex kelihatan marah padanya hanya bisa menuruti kemauan Alex.


Alex kenapa si aneh banget, nyeremin banget lihat mukanya kalau lagi kayak gini. Batin Erika


Melihat itu Alex dengan sengaja menaikkan kecepatan motornya sehingga membuat Erika tersentak kaget dan otomatis memeluk Alex dari belakang. Alex hanya tersenyum smirk melihat Erika ketakutan dan memeluknya Erat.


Sampai disebuah kafe, Alex memarkirkan motornya dan kemudian menggenggam tangan Erika erat untuk mengikutinya. Duduk disudut kafe yang berada dilantai atas. Erika hanya bisa menghembuskan nafas berat melihat tingkah Alex yang aneh hari ini padahal baru seminggu ini tidak bertemu.


Alex menggeser kursi untuk mempersilahkan Erika duduk kemudian mereka memesan beberapa makanan yang recomended dicafe tersebut.


"Alex, are you ok. Lo aneh banget hari ini" tanya Erika. Alex melihat Erika lekat menatap dengan mata tajamnya kemudian menghembuskan nafasnya berlahan untuk meredakan amarah yang sekarang sedang menggebu-gebu.

__ADS_1


"Menurut lo! Kenapa lo gak pernah angkat telfon gue, lo mengabaikan pesan gue, apa lo sedang menghindari gue? Betul begitu Erika"? tanya Alex. Alex sudah tidak bisa menahan melihat orang yang dicintainya menghindarinya. Alex begitu ingin memeluk Erika saat ini agar tahu betapa besar rasa sayangnya pada Erika.


Erika gugup melihat mata tajam Alex kepadanya, gak tahu harus menjawab apa. Tidak mungkin Erika jujur kalau dia memang menghindari Alex.


"Gue gak menghindari lo kok, itu perasaan lo aja, gue cuma lagi banyak tugas aja akhir-akhir ini" jawab Erika tanpa berani lagi melihat mata Alex.


"Baguslah kalau begitu, kirain lo gak mau lagi ketemu gue" Alex merasa lega mendengarkan ucapan Erika. Bagaikan mendapatkan air ditengah oase, Alex tersenyum manis. Erika yang mendengar itu juga ikut lega karena Alex tidak curiga padanya.


"Erika gue mau ngomong serius sama lo, gue udah mau ngomongin ini sejak lama sama lo tapi belum kesampaian" ucap Alex sambil memegang tangan Erika yang berada diatas meja erat dan penuh cinta.


Erika yang melihat sorot mata Alex merasa terhipnotis dan tidak bisa berpaling lagi.


Alex mau ngomongin apaan si, kok kelihatan serius amat. Tapi dia terlihat seribu kali lebih tampan ketika sedang serius seperti ini. Oh hatiku kenapa sekarang lemah sekali hanya dengan melihat dia yang menggemaskan ini.


"Erika, gue memang bukan cowok baik tapi asal lo tahu gue pengin jadi yang terbaik buat lo, pengin jadi sandaran saat lo sedih berbagi cerita apapun itu. Gue gak mau lo jauh dari gue walau sedetik. Hati gue sakit melihat lo jauh dan acuh sama gue. Erika gue sayang sama lo. Lo mau gak jadi cewek gue"? tanya Alex dengan tatapan sendu seakan mencurahkan semua rasa yang sedang dirasakannya.


Apa ini, Alex nembak gue. Ya Tuhan gue harus gimana ini, jawaban apa yang harus gue kasih sama dia. Sebenarnya gue juga sudah merasa nyaman sama Alex tapi kalau gue nerima cinta Alex gimana dengan Nina. Juga Alex merupakan mantan pacar sahabat gue. Rumit sekali perjalanan cinta gue ini.


"Alex maafin gue, gue belum bisa nerima cinta lo. Ini terlalu cepat dan tiba-tiba" jawab Erika lembut dia tidak mau menyakiti hati Alex terlebih hatinya juga merasakan nyeri yang Erika tahu mungkin dia mulai terbiasa dengan kehadiran Alex selama ini.


"Tapi kenapa Erika? Apa kebersamaan kita selama ini tidak ada artinya sama sekali buat lo. Apa disini cuma gue yang suka sama lo?" tanya Alex dengan menekuk wajahnya. Alex begitu kecewa ternyata selama ini dia belum berhasil menaklukkan hati Erika padahal selama ini Alex sudah menunjukkan rasa sayangnya pada Erika.

__ADS_1


"Bu.. bukkan begitu Alex tapi.. ?"


__ADS_2