
"Erika..."
Deg
Deg
Deg
Jantung Erika berdebar, tubuhnya beku. Erika sangat mengenal suara ini. Erika tidak berani melihat orang yang memanggilnya sampai orang itu ada disampingnya.
"Erika kok pesan gue gak lo bales si?" kata kak Iqbal. Yah orang yang memanggil Erika adalah kak Iqbal orang yang telah menyakiti hatinya. Erika tidak tau mengapa hatinya merasa begitu sakit melihat kak Iqbal dengan cewek lain.
Erika masih diam dalam lamunannya mengingat kejadian tadi yang membuat dadanya sesak. Setelah bisa mengontrol hatinya yang tak karuan, Erika tersadar dari lamunannya.
"Ka.. kak Iqbal maaf tadi Erika gak tau kalau ada pesan dari kakak" jawab Erika sambil tersenyum terpaksa melihat Iqbal sebentar kemudian langsung menunduk menahan tubuhnya yang gemetar menahan emosi.
Iqbal yang menyadari ada yang berbeda dari Erika melihat Erika tajam. Memastikan kalau gadisnya baik-baik saja.
"Lo kenapa apa sedang sakit" tanya Iqbal cemas melihat Erika yang kelihatan sedikit pucat tadi.
"Erika gak apa-apa kok kak" jawab Erika
__ADS_1
"Mau kakak antar pulang atau mau makan bareng kakak"
"Maaf kak, Erika ga bisa mau langsung pulang aja" kata Erika kemudian dengan cepat naik ke angkot sebelum kak Iqbal bertanya lebih lagi.
Iqbal hanya bisa melihat angkot Erika yang menjauh meninggalkannya. Dalam hatinya bertanya kenapa sikap Erika aneh hari ini tidak seperti biasanya. Tapi pikiran buruknya langsung ditepisnya mungkin saja Erika hanya merasa lelah dan butuh beristirahat.
***
Didalam kamar Erika menangis sesegukan merasakan sakit didalam hatinya. Ada rasa sakit yang menjalar dalam tubuhnya yang Erika gak mengerti kenapa sesakit ini melihat kak Iqbal tadi dengan cewek lain dikantin sekolah dan yang membuat hati Erika sakit lagi adalah ternyata cewek itu adalah kak Intan. Kakak kelas yang cukup populer dan Erika juga mengenalnya walau tidak dekat.
Flashback
"Erika yah.. lo bener Erikan anak kelas XI itu kan?"tanya Intan ketika jam pulang sekolah tadi tidak sengaja bertemu.
Erika sedikit terkejut waktu kak Intan menyapanya. Pasti ada sesuatu hal penting yang mau disampaikan pada Erika.
"Gue mau bicara sebentar lo ada waktu kan? kak Intan mengajak Erika ke area belakang sekolah yang sepi karena ada hal penting yang akan disampaikan ke Erika dan jangan sampai orang lain tau.
Erika mengikuti langkah kak Intan. Entah apa yang akan terjadi nanti tapi Erika cukup penasaran jadi lebih baik mengikuti saja toh ini masih diarea sekolah.
Dirasa cukup aman langkah Intan berhenti begitu juga Erika yang mengikutinya dari belakang. Intan menatap Erika serius.
__ADS_1
"Gue mau lo jauhin Iqbal Erika! Gue udah lama suka Iqbal dan gue denger lo cukup dekat sama doi. Jadi gue mohon lo mau lakuin itu buat gue" kata Intan tegas. Intan mau Erika menjauhi Iqbal sebelum terlambat.
Deg
Erika kaget mendengar ucapan kak Intan yang memintanya menjauhi kak Iqbal, orang yang selama ini mulai hadir dalam hidupnya. Mana mungkin Erika mau begitu saja menjauhi kak Iqbal. Jujur saja Erika sudah mulai menyayangi kak Iqbal.
"Ta...tapi kak, gue sayang sama kak Iqbal dan kak Iqbal juga sayang sama Erika" jawab Erika sopan.
Intan kaget kalau Erika ternyata sudah menyayangi Iqbal. Selama ini Intan diam karena dia kira Erika gak menyukai Iqbal ternyata salah malah ini yang terjadi. Mulai sekarang sebisa mungkin Intan akan memisahkan Erika dan Iqbal. Apapun yang terjadi Iqbal harus jadi miliknya walaupun ada yang akan terluka.
"Gue sudah memohon dengan baik-baik sama lo tapi kalau lo gak bisa dengan cara baik terpaksa Erika gue akan merebut Iqbal dengan cara gue yang lain" hardik Intan sama Erika. Sudah lama Intan menyukai Iqbal apalagi mereka bersahabat dekat jadi otomatis akan lebih banyak waktu dan cara untuk mendapatkan hati Iqbal.
Setelah mengatakan itu, Intan langsung pergi meninggalkan Erika sendirian. Mendengar itu Erika kaget dan matanya berkaca-kaca ternyata orang yang selama ini bersamanya disukai orang lain dan Erika bisa melihat ketulusan dari mata kak Intan.
Walaupun tidak terlalu kenal dekat tapi Erika tau kalau ternyata kak Intan dan kak Iqbal bersahabat dekat dan mungkin itu yang membuat kak Intan menyukai kak Iqbal karena mereka sering bersama.
Erika bimbang harus bagaimana, haruskan melepaskan orang yang disayanginya dengan orang lain atau mempertahankannya. Baru saja Erika mau membuka hatinya tapi sekarang malah harus menerima kenyataan pahit ini.
Sungguh Erika tidak mau menyakiti hati siapapun apalagi sesama perempuan, Erika bisa merasakan sakitnya.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang? kak Iqbal, Erika harus bagaimana?" batin Erika. Wajahnya sendu karena menangis tadi.
__ADS_1
Sakit itu yang Erika rasakan sekarang. Erika baru merasakan ini nyeri didalam dadanya. Apakah gue sudah sedalam ini menyayangi kak Iqbal? Mungkinkah.. ?