Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
14


__ADS_3

Semakin hari hubungan Erika dan Alex semakin dekat walaupun masih sebatas teman tapi Alex benar-benar memperlakukan Erika dengan sangat lembut dan baik. Setiap pulang kuliah mereka sering menghabiskan waktu sekedar makan atau pergi cari buku.


Erika merasa nyaman dekat dengan Alex tapi Erika sebenarnya juga takut kalau Irene tahu sekarang Erika dekat dengan Alex mantan pacar Irene. Sedangkan akhir-akhir ini Erika dan sahabatnya sudah sangat jarang berkomunikasi karena kesibukan masing-masing jadi Erika memakluminya.


Seperti hari ini Alex mengajak Erika untuk pergi ke toko buku buat referensi tugasnya. Tentu saja Erika tidak menolak ajakan Alex karena toko buku merupakan tempat favoritnya disana Erika bisa membeli buku tugas sekaligus bisa membeli buku novel kesukaannya.


Saat Erika sedang asyik memilih novel kesukaanya dirak atas, Erika nampak sesusahan untuk mengambilnya. Alex yang melihat itupun tersenyum kemudian berjalan berlahan membantu Erika mengambil sebuah novel yang Erika inginkan.


"Makannya tumbuh itu ke atas jangan kesamping" ejek Alex sambil menyerahkan novel pada Erika. Erika yang mendengar ejekan Alex hanya bisa menggerutu sambil menggembungkan pipinya lucu.


"Gue gak tumbuh kesamping yah tapi memang rak bukunya aja yang terlalu tinggi" bela Erika.


Alex yang mendengar dan melihat Erika merasa gemas. Lucu sekali kalau lagi marah begini. Sungguh indah ciptaan Tuhan yang satu ini. Alex menjentikkan jarinya pada dahi Erika pelan. "Lo ini masih tidak mau mengakuinya" Sahut Alex padahal niatnya hanya menggoda Erika saja. Bagi Alex postur Erika sudah sangat cocok untuk jadi gadis pujaannya tapi Alex tidak mau mengakuinya secara langsung dia lebih suka menggoda Erika. Baginya Erika sangat lucu dan menggemaskan jika sedang marah.


Erika langsung memegangi dahinya yang sebenarnya tidak terlalu sakit hanya saja dia juga tidak mau melihat Alex menang telah mengejeknya. Erika pura-pura kesakitan dan marah pada Alex.


"Sakit tahu.. hiks hiks" Erika pura-pura menangis padahal dalam hatinya tersenyum mengejek Alex. Erika akan membalas Alex kali ini.


Alex kaget melihat Erika menangis, apakah tadi itu menyakitinya padahal Alex melakukannya tidak terlalu keras bahkan bisa dikatakan pelan tapi kenapa Erika menangis seperti itu.


"Lo nangis, apakah tadi itu sakit? gue minta maaf, gue tidak bermaksud nyakitin lo tadi." Alex merasa bersalah pada Erika. Alex dengan lembut mengelus dahi Erika dan sesekali meniupnya.


Erika yang mendengar itu langsung bersedekap dada, menunjukkan mode marah dan merajuknya padahal hatinya merasa senang dan terharu mendengar ucapan bersalah dan khawatir Alex padanya.


"Ini sangat sakit, lo sengaja mau bikin gue gegar otak yah, pokoknya gue gak mau maafin lo"? jawab Erika sambil memalingkan wajah jutek.


"Ok ok.. sekarang gue harus bagaimana biar lo maafin gue?" tanya Alex lembut sambil membenarkan anak rambut Erika kebelakang kupingnya.

__ADS_1


Erika yang mendapatkan perlakuan lembut tentu saja jantungnya berdebar tapi dia harus melanjutkan mode marahnya dan Erika berusaha bersikap setenang mungkin tidak mau terlihat gugup dan terlihat salah tingkah dihadapan Alex.


"Ih ngapain pegang-pegang sih" kata Erika sambil menurunkan tangan Alex darinya. Itu Erika lakukan agar dirinya tidak gugup.


"Maaf" jawab Alex dengan wajah imutnya Alex menarik telinganya keatas dengan kedua tangannya sebagai permintaan maaf.


Melihat itu Erika sudah tidak bisa menahan tawanya lagi. Erika tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya melihat tingkah lucu Alex. Alex yang kebingungan melihat Erika tertawa akhirnya menyadari kalau Erika hanya mengerjainya saja.


"Lo ngerjain gue yah" senyum Alex menyeringai terus mendekati Erika kemudian Alex langsung menggelitiki Erika sampai tidak bisa berkutik. Erika yang sudah merasa tidak kuat lagi karena merasa geli akhirnya hanya bisa meminta ampun dan memohon untuk Alex menghentikannya. Akhirnya mereka tertawa lepas bersama.


Setelah selesai membeli buku dan novel keduanya memutuskan untuk pulang. Diperjalanan mereka berdua tak henti-hentinya berdebat.


"Ini semua gara-gara lo jadi kita kena omel penjaga toko buku tadi"


"Idih lo yang ketawanya keras banget kayak nenek lampir kok nyalahin gue si" elak Alex tidak mau disalahkan begitu saja.


"Oh lo mau gue gelitikin lagi, ayo sini" Alex sudah siap untuk menggelitiki Erika lagi. Erika yang melihat itu langsung lari kocar kacir. Alex mengejar Erika yang ketakutan, akhirnya mereka kejar-kejaran seperti anak kecil.


Dirumah


***


Sekarang Erika sedang berkutat didapur dengan mamanya membuat kue walaupun belum mahir tapi Erika senang bisa membantu mamanya membuat kue untuk dijual atau sekedar mencoba resep baru.


"Bagaimana kuliahnya sayang apakah kamu ada masalah dikampus" tanya mama Erika ingin memastikan putrinya baik-baik saja selama jauh darinya.


"Semua baik kok mah, Erika juga sudah punya teman dekat baru namanya Nina"

__ADS_1


"Syukurlah mama ikut senang, kamu harus jaga diri selama jauh dari mama apalagi kamu kos sendiri, mama tidak mau kamu hidup bebas disana dan mama akan terus pantau kamu sayang"


"Ishh.. mama ini, Erika kan sudah besar masih aja khawatir, tenang saja mamaku sayang Erika pasti jaga diri" ucap Erika sambil memeluk mamanya manja.


"Kau ini katanya sudah besar tapi tetap aja manja sama mama" Mamah Erika begitu menyayangi putrinya bagaimanapun ia ingin menjaganya dengan baik memberikan kasih sayang dan pendidikan yang baik.


Rumah Alex


Hari ini Alex sedang berada dikamarnya karena hari ini libur kuliah Alex berencana untuk malas-malasan dikamarnya. Ingin beristirahat tapi matanya tidak mau terpejam pikirannya berkelana memikirkan Erika. Berguling kesana kemari sampai spray terlepas dan bantal gulingnya berserakan dilantai.


Sebenarnya Alex ingin sekali mengajak Erika jalan hari ini apalagi ini adalah hari libur tapi Erika bilang hari ini dia pulang ke rumahnya. Jadi Alex tidak bisa bertemu Erika hari ini.


Baru satu hari tidak bertemu saja sudah membuat Alex uring-uringan. Teman-teman Alex juga mengajaknya untuk nongkrong dicafe tapi Alex menolak karena moodnya sedang tidak baik.


"Abang lo gila yah kenapa kamar lo jadi berantakan gini si, dasar pemalas" ejek Angel. Angel adalah adik kandung Alex yang sekarang masih duduk dikelas 1 SMA.


"Ngapain si dek gangguin abang, lo lagi masuk bukannya ketuk pintu dulu main nylonong aja kayak maling" Alex memandangi adiknya galak karena males meladeni adiknya yang bawel.


"Idih abang ini, gue udah teriak-teriak panggil abang tapi gak ada jawaban kirain abang pingsan makannya gue masuk aja" Angel tak mau kalah dari abangnya.


"Huft dasar bocil.. Ada apa lo ke kamar abang" Alex berusaha bangun dan bersandar diranjang tempat tidurnya.


"Itu dipanggil mama buat makan, udah siang gini baru bangun dasar cowok jorok mana ada cewek yang mau sama abang gini yang ada ceweknya ilfeel duluan" kata Angel sambil megangi hidungnya seolah-olah ada bau busuk menyeruak. Alex yang melihat adiknya langsung melototkan matanya.


Melihat respon abangnya yang seperti singa yang akan memangsa buruan dengan secepat kilat Angel lari keluar dari kamar abangnya sambil menjulurkan lidahnya. Alexpun hanya bisa menggeram menahan amarahnya pada adiknya.


"Erika lo lagi ngapain si, gue kangen lo, kenapa gue gak bisa jauh dari lo padahal baru sehari gak lihat lo tapi serasa sudah bertahun-tahun gak ketemu lo, gue kangen lo" ucap Alex sambil melihat foto Erika yang ada dihandphonenya.

__ADS_1


"Gue harus cepat nembak lo, gue gak bisa lagi memendam perasaan ini lagi"


__ADS_2