Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
5


__ADS_3

Benar saja baru saja Erika sampai disekolahnya sudah membuat moodnya berantakan karena bertemu dengan seseorang yang ingin sekali ia hindari di sekolah ini.


Kenapa harus ketemu dengan tu cowok lagi si. Padahal gue lagi ga kepengin ketemu dia lagi apapun alasannya. Sungguh hari yang menyebalkan, semoga saja tu cowok g aneh-aneh deh ya walaupun salah gue kenapa kemarin sampai nabrak dia. Batin Erika


Erika pura-pura tidak melihatnya dan berjalan buru-buru tidak mau melihat ke arah Iqbal yang merupakan kakak kelasnya tersebut.


"Erika gue tunggu lo pulang sekolah nanti diparkiran! kalau lo mau gue maafin lo karena kemarin lo udah nabrak gue dan kalau lo ga datang lo tau sendiri akibatnya". ancam Iqbal sambil melirik ke arah Erika yang mematung.


"Tapi kak gue.." Belum selesai Erika memberi alasan Iqbal sudah memotong ucapannya.


"Gue ga menerima penolakan, ingat kata-kata gue tadi" Iqbal langsung pergi meninggalkan Erika menuju kelasnya.


Dasar cowok aneh, pemaksa banget si. Mimpi apa gue semalam sampai harus berurusan sama kakak kelas yang super nyebelin kayak dia. Erika kemudian menuju kelasnya dan disambut sahabatnya.


"Erika sini cepat duduk ada cerita bagus nih soal gebetan Irene yang ganteng itu si Alex" Seru Tasya


"Erika lo ko ga semangat gitu, lo sakit apa lo ada masalah cerita ke kita" Lia khawatir pada Erika yang pagi ini kelihatan beda dari biasanya.


"Gue gak apa-apa ko guys, cuma lagi sedikit sebel aja tapi gue udah biasa aja ko kan ada kalian jadi gue happy lagi" Erika tersenyum melihatkan gigi putih dan rapinya menambah kesan manis.


"Erika gue kayaknya mau nembak Alex duluan deh soalnya gue takut Alex direbut cewek-cewek centil lain menurut lo gimana" Tanya Irene dengan muka serius.


Erika tidak percaya dengan apa yang dikatakan Irene, dia mau nembak Alex bukannya Irene yang selalu ditembak cowok kenapa sekarang Irene yang mau nembak cowok duluan. Kemana kepercayaan diri Irene selama ini apakah dia udah jadi bucin.


"What! lo mau nembak cowok duluan gue ga salah dengar kan guys, lo sehatkan Rin" kata Erika sambil memegang kening Irene.

__ADS_1


"Irene udah bucin sekarang guys". Semua tertawa terbahak-bahak meledek Irene yang diketawain cuma acuh tak acuh.


"Namanya juga cinta guys, Alex tu beda sama gebetan gue yang lainnya" Bela Irene dengan bangganya.


" Terserah lo aja asal lo bahagia kita ngikut aja tapi lo ingat harus jaga diri jangan sampai kelewat batas Irene" Erika menasehati Irene yang lagi bucin tingkat dewa, sungguh cinta itu memang aneh.


" Dengerin tuh Irene lo harus tetap jaga diri ok, karena kita semua sayang sama lo" kata Lia sambil tersenyum menggoda Irene.


"Thanks guys lo semua emang sahabat sejati gue" mereka berempat akhir berpelukan. Bersyukur mwmpunyai sahabat yang selalu ada buat dia dan selalu saling mendukung.


Pelajaran sudah selesai, semua pulang ke rumah masing-masing, sahabat Erika juga sudah pulang tinggal dia yang masih diparkiran menunggu seseorang tapi yang ditunggu ga muncul-muncul.


Mana si kak Iqbal katanya disuruh nunggu diparkiran tapi ko ga ada. Wah apa gue dikerjain yah, mwnsing gue pulang aja kali yah. Males banget nungguin cowok ga jelas kayak gini kayak gue yang butuh dia aja.


"Ok.." jawab Erika ketus karena sebal menunggu lama tadi. Iqbal tersenyum kecil sambil membuang muka karena tahu Erika marah lama menunggunya tadi.


"Cepat naik.. " kata Iqbal sambil memberikan helm pada Erika.


Erika mengambil helm dan naik ke motor Iqbal, diperjalanan mereka hanya diam tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Erika memberanikan diri bertanya terlebih dulu.


"Kita mau kemana ka?"


"Udah lo diem aja nanti juga tahu"


Akhirnya mereka sampai ditoko buku, ternyata Iqbal mengajak Erika ke toko buku sekalian Iqbal pengin lebih dekat dengan Erika.

__ADS_1


"Ayo turun, bantu gue cari buku buat tugas sekolah gue"


"Iya kak.. " Erika menuruti kata Iqbal biar urusannya cepat selesai daripada ribet nantinya.


Iqbal mencari beberapa buku yang dibutuhkan sedangkan Erika hanya membuntuti Iqbal. Erika juga sesekali ikut mencari buku novel yang menurutnya bagus dan menarik.


Setelah beberapa jam mencari buku akhirnya mereka menuju kasir dan membayarnya.


"Berapa semuanya mba" tanya Iqbal pada karyawan toko buku


" Semuanya seratus ribu mas"


Iqbalpun membayarnya, kemudian mereka pergi dari toko tersebut. Erika tidak enak hati karena juga dibelikan buku novel oleh Iqbal tadi.


"Kak terima kasih novelnya" kata Erika sambil menunduk.


"Gue kasih lo g cuma-cuma ada syaratnya"


Syarat? kalau ga ikhlas kenapa mesti beliin gue buku novel segala gue juga bisa bayar sendiri kali. Dasar cowok nyebelin, pemaksa untung aja ganteng kalau enggak, gue cakar tu muka. Batin Erika kesal


"Syarat? "Erika mengerutkan keningnya.


"Udah lo tinggal turutin aja mau gue, sekarang ayo kita cari makan setelah itu gue antar lo pulang".


Dasar cowok aneh. Kenapa gue harus berurusan sam cowok ini sih, hancur sudah kenyamananku selama ini disekolah. Semoga ini cepata berakhir dan gue gak berurusan lagi sama dia. Yah dia Iqbal cowok yang sekarang selalu gangguin gue. Gue harus hati-hati sama dia, jangan sampai nanti gue suka sama dia. Semoga saja.

__ADS_1


__ADS_2