Mantan Pacar Sahabatku

Mantan Pacar Sahabatku
Bab 23


__ADS_3

***


Hari -hari dikampus membuat Erika merasa tidak nyaman apalagi setelah kejadian dimana Erika dan Nina menjadi tontonan dikampusnya dan hubungan mereka semakin hari semakin renggang.


"Ah.. apa yang harus gue lakukan? apa gue mesti mutusin Alex biar Nina gak marah lagi sama gue. Yah mungkin itu satu-satunya cara agar Nina gak marah lagi, gue rela lepasin Alex demi Nina dan juga Irene belum tahu tentang hubungan gue dengan Alex. Arrrgggg.. memikirkan ini semua membuat kepala gue mau pecah!" batin Erika sambil menarik rambut kepalanya kuat.


Alex yang tidak sengaja melihat Erika sedang duduk sambil menarik rambut kepalanya langsung menghampirinya dengan perasaan khawatir dan takut.


"Sayang apa yang sedang kamu lakukan?" Alex melepaskan tangan Erika dari rambutnya dengan lembut dan mengusap kepala Erika dengan kasih sayang.


Erika mendongakkan kepala terkejut melihat Alex datang dan terlihat cemas karena keadaannya. "Apa gue cerita semuanya sama Alex?"


Erika tersenyum sedikit terpaksa karena tidak mau Alex menjadi khawatir melihat keadaannya sekarang, dia tidak mau kalau Alex akan memyalahkan dirinya sendiri karena kejadian semua ini.


Erika tahu ini semua resika yang harus dia terima karena sudah menyakiti perasaan orang lain. Padahal ini semua bukan yang Erika mau, Erika jiga ingin bahagia dengan orang yang dia cintai.


"Aku gak apa-apa sayang, kamu jangan khawatir" Erika menggenggam tangan Alex dengan penuh ketakutan yang dia simpan dalam hati dan tersenyum lembut menatap Alex lekat.


Ada perasaan sesak yang tiba-tiba hadir ketika melihat Alex apalagi sebentar lagi mungkin Erika dan Alex tidak akan bisa seperti ini lagi.


Erika akan melepaskan Alex kalau memang dengan ini bisa membuat semuanya baik-baik saja. Erika tidak mau egois hanya mementingkan kebahagiaannya sendiri walaupun ini juga pasti akan membuat Alex terluka.


Erika sebisa mungkin tersenyum agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan Alex. Sedangkan Alex merasa bersalah karena belum bisa menyelesaikan masalah antara Erika dan Nina.


Alex sudah berulang kali mencoba menghubungi Nina dan bahkan mendatangi rumahnya namun hasilnya nihil. Nina seolah tahu kalau Alex sedang mencari keberadaannya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang karena belum bisa membuat kamu tersenyum dan malah membuat kamu menangis seperti ini. Bersabarlah sedikit lagi sayang, aku janji akan menyelesaikan semua ini secepatnya" batin Alex


Alex memeluk Erika dengan sangat erat, Erika juga membalas pelukan hangat Alex tak kalah erat. Erika ingin berlama-lama memeluk tubuh Alex menghirup aroma maskulin yang menenangkan bagi Erika.


Setelah cukup lama berpelukan, Alex mengajak Erika untuk makan karena Alex tahu Erika pasti belum makan seharian ini. Erika hanya bisa menuruti semua kemauan Alex kali ini karena dia juga merasa sangat lelah dan lemas karena belum makan seharian juga banyaknya masalah yang membuat Erika merasa lelah.


Erika akan mencoba untuk berdamai dulu dengan keadaan dan menikmati kebersamaannya dengan kekasihnya. Mereka saling tersenyum dan menyantap makanannya dengan damai.


Alex merasa lega melihat Erika yang mulai tersenyum dan makan dengan lahap.


"Sayang,, kamu makannya kayak anak kecil belepotan gini" ucap Alex, sambil membersihkan mulut Erika dengan menggunakan jarinya dengan lembut dan kasih sayang.


Erika tersenyum malu diperlakukan seperti itu oleh Alex padahal mereka sedang ditempat umum. Erika bisa melihat cinta Alex yang begitu tulus dan besar padanya. Erika merasa sangat beruntung bisa memiliki Alex saat ini walaupun mungkin hanya sebentar tapi itu lebih dari cukup bagi Erika.


"Ah,, betulkah?" ucap Erika malu-malu. Alex tersenyum melihat wajah Erika yang merona hanya karena tindakan kecilnya.


***


Hari ini Nina akan kembali kekampusnya untuk mengambil cuti kuliah karena kesibukkan bisnisnya yang mulai berlembang membuat Nina mau tidak mau harus mengambil cuti kuliah.


Tapi ini juga membuta Nina senang karena tidak akan bertemu lagi dengan Alex dan Erika lagi dikampusnya setelah cuti nanti.


Bukannya Nina mau memaafkan Erika dan Alex tapi Nina merasa butuh waktu untuk menerima ini semua karena Alex adalah orang pertama yang Nina cintai setulus hati tentu ini membuat Nina sakit hati.


Apalagi beberapa kali Nina melihat Alex yang begitu perhatian pada Erika itu membuat hati Nina terasa sesak walaupun sebenarnya Nina sadar kalau cinta tidak harus memiliki.

__ADS_1


"Ah kenapa gue males sekali kuliah hari ini padahal cuma buat ngurus cuti doang! menyebalkan sekali" gerutu Nina tidak jelas.


Dikampus Nina tetap mencoba menghindari Erika dan juga Alex. Hari ini Nina hanya akan ke ruang dekan setelah itu langsung pulang tidak mau berlama-lama berada dikampusnya.


Setelah selesai mengurus cutinya Nina bergegas menuju mobilnya. Tanpa Nina sadari ada sepasang mata sedang memperhatikannya dengan sorot mata tajamnya seakan sedang mengintai musuhnya.


Saat akan membuka pintu mobilnya tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dengan erat dan menariknya dengan cukup kuat sehingga mau tidak mau Nina mengikutinya. Nina berusaha berontak namun nyatanya tenaganya todak sesuai dengan tangan yang menggenggamnya.


Ingin rasanya Nina berteriak dan memaki orang yang sedang menyeret tangannya namun Nina tidak mau menjadi pusat perhatian untuk kedua kalinya. Itu sungguh membuatnya malu setengah mati.


"Lepasin tangan gue!" Setelah Nina melihat sekeliling yang cukup sepi. Nina memegangi lengannya yang cukup sakit karena eratnya cengkraman seseorang padanya.


"Nina bisakah lo maafin gue dan Erika, kalau lo mau marah mau benci atau apapun itu lo bisa lakuin sama gue tapi jangan sama Erika karena ini semua salah gue!" ucap Alex dengan tegas dan sorot mata yang memerah.


"Maaf gue gak kenal lo apalagi Erika" jawab Nina acuh.


Nina membalikkan badan akan pergi dari hadapan Alex tapi tiba-tiba Alex berlutut dihadapannya membuat Nina kaget melihat Alex saat ini.


"Begitu cintakah lo sama Erika sampai lo rela berbuat begini?"


Nina masih tidak berkutik terlalu syok dan merasa tak enak hati. Batinnya menangis melihat orang yang dicintainya berbuat seperti ini untuk gadis lain.


"Gue mohon maafin gue dan Erika, jangan siksa Erika seperti ini. Gue rela mati asal lo jangan benci Erika lagi, gue gak kuat melihat Erika yang selalu menangis dan merasa bersalah sama lo! Gue mohon!" kata Alex terus memohon pada Nina.


Nina merasa bersalah mendengar perkataan Alex, denga berlahan Nina mendekati Alex dan membangunkannya.

__ADS_1


"Tolong jangan seperti ini Alex" ucap Nina pelan tidak terasa air matanya luruh begitu saja. Hatinya terasa sakit namun Nina sadar mungkin ini saatnya untuk dia merelakan dan ikhlas melepaskan cinta pertamanya pada sahabatnya yaitu Erika.


__ADS_2