
Sudah beberapa hari ini, Nina jarang terlihat dikampus. Erika sudah beberapa kali menghubungi Nina tapi nihil, Nina tidak bisa dihubungi sama sekali.
Erika merasa sedih dengan keadaan ini, merasa sedikit frustasi. Alex yang melihat kekasihnya sedih tentu saja tidak akan membiarkan masalah ini berlarut-larut terlalu lama apalagi kalau sampai Erika pergi meninggalkannya.
Gue harus temuin Nina bagaimanapun caranya. Gue harus minta maaf sama dia, ini semua salah gue yang ngasih harapan sama Nina hanya untuk buat Erika cemburu. Yah,, gue harus cari Nina walau ke lubang semut sekalipun. Alex
Alex mendekati Erika yang sedang melamun seorang diri entah apa yang sedang dipikirkan olehnya tetapi Alex tahu Erika sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja saat ini.
"Sayang,, kamu lagi ngapain kelihatannya serius banget". Alex mendekati Erika dan duduk disampingnya kemudian memeluknya erat.
"Hay lex,,aku lagi mikirin Nina, beberapa hari ini dia gak masuk ke kampus. Gue khawatir sama dia, takut terjadi hal yang buruk sama Nina". Erika menghembuskan nafas kasar dan sedih.
Alex berusaha memberikan kekuatan pada Erika untuk tidak berfikir negatif dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Mungkin Nina sedang banyak urusan sayang jadi dia bolos kuliah. Kamu gak usah terlalu khawatir yah, semua akan baik-baik saja" Alex menepuk pundak Erika pelan.
"Hemmm,, aku merasa bersalah sama Nina lex, kenapa semua jadi kayak gini si? Aku takut Nina marah sama aku, belum lagi nanti kalau Irene tahu hubungan kita. Aku takut semua orang akan ninggalin aku sendirian"
Alex yang mendengar kekasihnya bersedih tentu saja hatinya ikut merasakan apa yang Erika rasakan tetapi Alex sebagai lelaki tidak akan lemah. Alex akan selalu melindungi Erika dan akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi agar tidak berlarut-larut.
"Husttt,, semua akan baik-baik saja sayang, anggap aja semua ini adalah ujian agar hubungan kita semakin kuat. Aku harap kita bisa melewati semua ini bersama"
Alex terus memberikan pengertian dan kekuatan pada Erika. Alex tidak mau kalau sampai Erika meninggalkannya hanya karena masalah seperti ini.
Jika gue boleh memilih dan mengulang waktu,, gue gak akan pacaran dan dekat dengan siapapun kecuali sama lo, gue sayang banget sama lo Erika. Alex
Erika semakin mengeratkan pelukannya pada Alex, mencari kehangatan dan ketenangan dari tubuh kekasihnya.
***
Nina sekarang sudah mulai masuk kampus seperti biasanya akan tetapi Nina selalu saja menghindari Erika. Nina merasa begitu kecewa dengan Erika dan Alex yang telah mempermainkan perasaannya.
__ADS_1
Erika yang melihat sikap Nina yabg begitu membenci dirinya merasa sedih tapi Erika tidak akan berhenti untuk meminta maaf dengan Nina.
Seandainya waktu bisa diputar gue gak mau semua ini terjadi, gue ingin semuanya baik-baik saja. Erika
Saat kelas sudah mulai sepi dan hanya ada beberapa orang didalam kelas, Erika memberanikan diri menyapa Nina dan akan meminta maaf lagi dan lagi.
"Nina, gue mau ngomong sama lo, apa lo ada waktu"
Dari mata Erika sangat jelas kalau Nina merasa sangat jijik melihatnya saat ini.
"Sorry,, gue gak ada waktu!" Nina langsung berdiri dan akan pergi meninggalkan Erika tapi tangannya dipegang oleh Erika erat.
"Gue mohon sama lo, sekali ini aja beri gue kesempatan buat gue jelasin semuanya Nina" Erika sudah mulai menangis karena merasa sesak didalam dadanya.
"Gak ada yang perlu dijelasin lagi dan hapus air mata buaya lo itu! Dasar munafik!" teriak Nina secara tiba-tiba sehingga membuat beberapa orang langsung melihat apa yang terjadi antara Nina dan Erika.
Beberapa orang mulai berbisik dan kepo apa yang sedang terjadi saat ini. Ada yang bersimpati tapi ada juga yang meremehkan persahabatan antara Nina dan Erika.
"Gue mohon maafin gue nin, apapun akan gue lakukan asal lo mau maafin gue. Lo sahabat gue, gue sayang sama lo"
"Sahabat lo bilang! sahabat yang menusuk gue dari belakang maksud lo" sarkas Nina.
Hati Erika merasa tercabik-cabik mendengar dan melihat Nina begitu membencinya.
Spontan Erika berlutut didepan Nina. "Gue mohon maafin gue, lo boleh lakuin apapun terhadap gue tapi tolong jadi seperti ini"
Nina tersentak kaget melihat Erika berlutut dihadapannya.
Apa gue udah keterlaluan sama dia, tapi dia emang pantas dapatin ini semua. Gue gak boleh lemah melihat Erika saat ini. Nina
Alex tiba-tiba datang dan langsung berlari menerobos orang-orang yang sedang mengerubungi Erika dan Nina. Alex menyuruh semua orang yang sedang menonton untuk bubar dan segera menutup pintu secara rapat.
__ADS_1
Alex kaget melihat Erika berlutut dihadapan Nina, dan dengan tidak punya hatinya Nina bahkan hanya diam saja.
Alex langsung mendekati Erika dan membimbingnya untuk berdiri dan menatapa Nina tajam. Respeknya terhadap Nina hilang seketika melihat kekasihnya memohon seperti pengemis dan menjadi bahan cemoohan orang-orang yang melihatnya.
"Bangun sayang, apa yang kamu lakuin!" kata Alex dengan intonasi keras.
Erika yang melihat Alex datang tidak menghiraukannya. "Biarkan aku memohon, aku memang pantas memohon seperti ini" tangis Erika kembali pecah.
Alex yang mendengar itu dari Erika menjadi marah dan langsung berdiri menatap Nina penuh emosi yang menyala.
"Nin, gue gak nyangka lo bisa seperti ini. Erika gak salah, kalau lo mau salahin seseorang, lo salahin gue bukan Erika!!"
Nina yang mendengar Alex membela Erika hanya bisa tersenyum mengejek.
"Kenapa gue gak bisa, kalian aja bisa nyakitin gue. Kalian itu sama aja, sama-sama munafik!! Gue jijik melihat kalian berdua" Nina langsung pergi meninggalkan Alex dan Erika.
Alex yang melihat Nina pergi dan menjauh langsung menyuruh Erika berdiri.
"Aku mohon jangan lakuin ini lagi sayang, kalau memang Nina gak mau maafin kita, biarkan saja masih ada aku disisimu"
Alex menangkup pipi Erika dan kemudian tangannya menyeka air mata Erika dengan lembut.
Belum sempat Erika menjawab, Alex dengan cepat mencium bibir Erika dengan lembut.
Erika melolot kaget karena dicium oleh Alex secara tiba-tiba namun Erika tidak menolak ciuman Alex.
Alex yang merasa tidak ada penolakan dari Erika langsung menekan tengkuk Erika agar ciuman mereka semakin dalam. Erikapun mencoba untuk membalas ciuman Alex walaupun masih kaku.
Alex tersenyum disela ciuman mereka karena baru kali ini Erika membalas ciumannya. Ciuman mereka berlangsung lama, mereka berdua hanyut dalam hangatnya perasaan yang menggebu.
Setelah dirasa Erika kehabisan nafas, Alex secara berlahan melepas ciuman mereka walaupun tidak rela. Alex sudah sangat candu dengan bibir Erika yang merah merekah seperti buah cerry rasanya sangat manis dan lembut.
__ADS_1
"Ini hukuman buat kamu kalau kamu berani lakuin itu lagi siap-siap hukuman yang lebih dari ini" ancam Alex dengan nafas yang masih ngos-ngosan kemudian memeluk Erika dengan erat.
"Gue sayang sama lo Erika" bisik Alex lembut ditelinga Erika. Erika hanya bisa tersenyum didalam dekapan Alex.