
Elnara memutuskan memaafkan Zayan dan memberi kesempatan pada suaminya itu. Kabar tersebut langsung sampai pada Mikha yang tentu saja tidak terima.
Dengan marah Mikha menemui Zayan, bermaksud meminta penjelasan pada pria itu. Mikha merasa terkhianati karena Zayan justru memilih Elnara bukan dirinya.
"Zayan!" panggil Mikha setelah masuk ke dalam ruangan Zayan tanpa izin.
Zayan menatap tidak suka pada Mikha yang bersikap sangat lancang.
"Saya pikir akan ada sesuatu yang penting sampai kau tidak mengetuk pintu lebih dulu." Ucap Zayan menatap tajam pada Mikha yang tiba-tiba merasa takut.
"Maaf, tapi menurutku ini sangat penting."
"Kalau begitu, silahkan katakan. Perlu kamu ingat, saat ini masih jam kerja dan saya tidak suka jika ada hal pribadi yang mengganggu!"
Mikha terlihat ragu untuk mengatakan apa yang membuatnya sangat marah. Saat ini Zayan terlihat begitu menakutkan dan Mikha tidak pernah melihat Zayan seperti itu selama ini.
Ini semua pasti gara-gara Elnara! batin Mikha marah.
"Kamu milih Elnara? Kenapa kamu bisa sejahat itu Zayan? Selama ini kamu anggap hubungan kita apa?" tanya Mikha yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit hatinya.
"Bukannya sudah saya bilang, saya tidak mau hal pribadi mengganggu di jam kerja saya. Sekarang kamu keluar sebelum saya benar-benar marah!" Zayan berkata dengan dingin membuat Mikha gemetar ketakutan.
"Zayan, pelase ... aku nggak bisa tahan ini semua. Kamu bilang kita bisa kembali bersama, tapi kamu malah milih Elnara!" Mikha berkata dengan keras, tidak ingin menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.
Zayan menatap marah pada Mikha yang begitu keras kepala. Baiklah, Zayan pikir ini sudah waktunya dia menyelesaikan masalah dengan Mikha.
"Kamu terlalu percaya diri, Mikha. Setelah apa yang kamu lakukan, kamu pikir saya akan dengan tangan terbuka menerima kamu?" Zayan menatap Mikha dengan sinis membuat wanita itu semakin bingung dengan perubahan sikap Zayan.
"Maksud kamu apa, Zayan? Kamu tahu jelas aku sakit dan sekarang, setelah aku sehat aku kembali sama kamu!"
"Kamu pikir saya sebodoh itu tidak mencari tahu apa sebenarnya terjadi sama kamu? Kecelakaan kamu itu benar, tapi tidak lumpuh dan yang membuat kamu pergi bukan karena kamu sakit melainkan karna selingkuhan kamu!"
Mikha terlihat terkejut mendengar ucapan Zayan yang sudah mengetahui masa lalunya yang buruk. Mikha akui dia tergoda dengan pria yang baru dia temui, pria yang begitu romantis dan sangat jauh berbeda dengan Zayan yang kaku.
__ADS_1
Namun, keputusan Mikha meninggalkan Zayan justru membuatnya menyesal. Pria yang dia pikir romantis dan sangat mencintainya justru hanya mengincar harta Mikha.
"Kaget, Mikha? Saya sengaja membuat kamu lengah dengan berpura-pura percaya semua kebohongan kamu. Sekarang, kita akhir sandiwara ini di sini. Kamu saya penat, silahkan bereskan barang-barang kamu!"
Zayan berkata dengan kejam, tanpa memberi kesempatan pada Mikha untuk membela diri. Satpam yang sudah lebih dulu berjaga di luar segera masuk dan menyeret paksa Mikha untuk keluar dari ruangan Zayan.
Mikha tidak bisa berbuat banyak karena Zayan sudah membongkar kebohongannya. Namun, tentu saja Mikha tidak akan tinggal diam. Dia akan membalas ini semua dan memastikan Elnara merasa sakit. Jika dia tidak bisa mendapatkan Zayan, maka Elnara juga tidak boleh mendapatkan pria itu.
*
"Lo sudah yakin sama keputusan lo?" tanya Vika begitu Elnara menceritakan keputusannya untuk kembali pada Zayan.
Saat ini mereka berada di rumah orang tua Elnara karena Almira melarang Zayan membawa pulang Elnara untuk sementara. Jadi, mau tidak mau Zayan harus membiasakan diri tinggal bersama mertuanya yang sadis itu.
"Ngeliat Mas Zayan menjelaskan, gue percaya dia nggak bohong. Lagipula, Papi sama Mas Okta sudah ngasih izin yang artinya mereka percaya sama Mas Zayan. Doakan ya, setelah ini hubungan kami baik-baik saja." Elnara tersenyum hangat yang mau tidak mau membuat Vika ikut tersenyum.
"Jujur, gue masih kesel sama laki lo, tapi liat lo senyum begini artinya gue harus dukung apapun keputusan lo. Lo tenang aja, kalo laki lo macam-macam lagi gue yang bakal hajar dia!"
Elnara tertawa kecil mendengar ucapan Vika. Tidak perlu diragukan lagi, sahabatnya satu ini pemegang sabuk hitam.
"Serius? Lo tahu dari mana?" tanya Elnara tak percaya.
"Gak penting tau dari mana, yang jelas riwayatnya sudah habis. Bahkan, ada yang lebih heboh lagi!" Vika berseru senang, tidak sabar menyampaikan berita bahagia ini.
"Apa?"
"Seluruh aksesnya untuk melamar di perusahaan lain ditutup. Karirnya sudah benar-benar tamat, namanya jelek bukanya cuma di perusahaan laki lo, tapi di perusahaan lain juga."
Elnara melotot kaget, tidak menyangka akan mendengar berita ini. Terbesit rasa kasihan, tapi mengingat seperti apa Mikha rasa kasihan itu langsung dia hapuskan.
"Menurut lo, ini kerjaan siapa?" tanya Elnara meski dia sudah tahu jawaban pastinya.
"Siapa lagi kalau bukan Mami. Gue makin kagum sama Mami, benar-benar tegas dan sekali bergerak sangat mengerikan."
__ADS_1
Elnara dan Vika tertawa bersama. Almira memang terlihat polos dan pediam, tapi siapa yang menyangka dibalik itu semua marahnya Almira sangatlah mengerikan.
"Ehm ... Vika, gue rasa setelah semua ini nggak akan mungkin Mbak Mikha diam saja. Gue yakin, dia punya rencana lain."
"Lo benar, wanita licik kaya dia nggak mungkin akan diam saat jatuh. Dia pasti punya rencana lain, tapi gue nggak bisa nebak kali ini apa rencananya."
Baik Elnara maupun Vika sama-sama terdiam, mereka termenung memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Mikha nantinya. Mikha adalah wanita licik dan penuh kebohongan, tentu saja akan ada hal lain yang dia rencanakan.
Dugaan Elnara dan Vika benar karena saat ini Mikha tengah menyiapkan rencana untuk menjatuhkan Elnara. Dia telah menyusun rencana ini dengan matang dan berharap kali ini tidak gagal.
To Be Continue ~~>>
Rekomendasi novel untuk kalian, yuk mampir dan dukung karyanya ya 😊🤩
Judul : Dewi untuk Dewa
Author : Tyatul
Blurb :
Kamu milikku mulai dari sekarang bahkan saat kakiku sudah 3," ucap seorang laki laki di depan perempuan yang selalu ia claim sebagai miliknya.
"Dih apaan, aku juga perempuan butuh yang namanya kepastian bukan seperti ini."
"Oke kamu butuh kepastian yang seperti apa? Mau aku lari lari di lapangan cuma buat kamu?"
"Ish gak boleh, nanti kamu banyak yang suka."
"I Love You."
Dua anak manusia yang memiliki sifat dan kepribadian yang beda kini disatukan dengan yang namanya status perjodohan yang akhirnya malah membuat mereka lengket tak mau pisah.
__ADS_1
Dewi Arabella gadis berusia 18 tahun yang sangat blak blakan, ceria dan apa adanya, dia tak akan mau berbohong hanya untuk membuat orang bahagia.
Dewa Sanjaya Putra pria berusia 18 tahun yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Dewi. Dewa sangat tertutup dan dingin tapi jika sudah dengan Dewi sifat itu hilang entah kemana. Bahkan Dewa sangat manja dengan Dewi sejak perjodohan dilakukan.