Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 35 - Khawatir dan Ragu


__ADS_3

Elnara sudah merasa lega karena masalah dengan Mikha akhirnya selesai. Untuk saat ini tidak ada yang perlu dia khawatirkan lagi. Itu menurut Elnara sebelum akhirnya menemukan kejanggalan hubungan Okta dan Vika.


Elnara melihat sendiri saat Okta dengan penuh kasih sayang mengecup kening Vika menggenggam erat tangan gadis itu. Pertanyaan Elnara hanya satu, apakah mereka memutuskan kembali bersama?


"Mikirin apa?" pertanyaan itu membuat Elnara menoleh kaget pada Zayan yang entah sejak kapan sudah duduk di sampingnya.


"Mas Zayan baru pulang?" tanya Elnara balik.


"Sekitar lima menit yang lalu dan kamu terlihat asik melamun. Jadi, apa kamu pikirkan sampai nggak sadar saya duduk di samping kamu?"


"Ehm ... El lagi mikirin soal Vika dan Mas Okta."


"Ada apa sama mereka?"


Elnara terlihat ragu untuk mengatakan, tapi tentu dia tidak bisa memendam rasa khawatirnya pada hubungan Okta dan Vika.


"El lihat mereka mesra, El pikir mereka kembali bersama."


Zayan menghela napas sebelum menanggapi perkataan Elnara, "sebenarnya saya juga merasakan hal itu belakangan ini."


"Apa mereka akan baik-baik saja kalau kembali bersama?" tanya Elnara tanpa berusaha menutupi rasa khawatirnya.


"Saya nggak tahu, hubungan mereka dimasa lalu cukup rumit."


"Ya," Elnara mendesah lesu mengingat seperti apa hubungan Okta dan Vika dimasa lalu.


"Apapun itu kita lihat saja akan seperti apa mereka, kita cuma bisa berdoa agar mereka tidak saling menyakiti lagi."

__ADS_1


"Mas benar, kita cuma bisa berdoa yang terbaik untuk mereka. El cuma kepikiran, kalau mereka kembali bersama kenapa nggak memberitahu kita. Setidaknya, kita nggak harus merasa kaget melihat mereka mesra."


"Saya yakin ada beberapa alasan yang membuat mereka merahasiakan hubungan mereka. Salah satunya mungkin karena masalah yang baru saja kita hadapi."


Elnara mengangguk setuju, apa yang dikatakan oleh Zayan memang benar. Lagipula, keduanya sudah dewasa dan sama-sama sudah merasakan kepahitan hubungan mereka.


Baik Zayan dan Elnara tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan yang terbaik untuk pasangan itu. Sejujurnya, Elnara sedikit takut jika nantinya Vika akan kembali tersakiti.


*


"Jadi, kapan kita akan beritahu keluarga kalau kita kembali bersama?" tanya Okta pada Vika yang terlihat enggan untuk menjawab.


"Belum saatnya Mas, masalah baru selesai dan nggak baik kalau kita mengumumkan hubungan kita sekarang." Vika menjawab disertai senyum menenangkan agar Okta tidak perlu terburu-buru.


"Belum saatnya atau kamu masih merasa belum yakin?" pertanyaan tepat sasaran yang membuat Vika mau tidak mau harus jujur.


"Kenapa? Kamu masih ragu sama Mas? Kamu takut tersakiti lagi?"


"Sejujurnya iya, Vika masih ragu dan takut tersakiti. Tolong beri aku waktu untuk menenangkan diri, aku cuma takut mengulang luka yang sama."


Okta menghela napas lelah, dia tidak bisa egois memaksa Vika karena sumber masalah ada pada dirinya sendiri.


"Maaf karena Mas egois memaksa kamu seperti ini. Mas hanya nggak mau melepas kamu, Mas takut kamu akan berpaling."


"Maafin aku ya Mas karena egois. Aku nggak meragukan kamu, tapi bayang-bayang masa lalu terasa terus menghantui aku belakangan ini."


Okta tersenyum kecut membayangkan betapa tersiksanya Vika selama ini.

__ADS_1


"Mengingat masa lalu membuat Mas merasa benar-benar bodoh. Dimaafkan sama kamu seharusnya lebih dari cukup, tapi Mas egois memaksa kamu untuk kembali sama Mas."


Vika tersenyum kecil sebelum memeluk Okta untuk menenangkan pria itu. Mereka terlalu rumit, tapi cinta membuat keduanya tidak bisa terpisahkan.


"Kita harus pelan-pelan untuk menghadapi semuanya Mas. Mungkin dengan sering menghabiskan waktu bersama membuat aku bisa melupakan masa lalu kita."


"Ya, kamu benar. Kita harus mengulang dari awal karena kebodohan Mas menghancurkan semuanya. Mas anggap ini adalah hukuman untuk Mas, tolong selalu di samping Mas ya. Jangan tinggalin Mas lagi, Mas sudah cukup merasa tersiksa."


Vika mengangguk dalam dekapan hangat Okta. Dia mencintai pria yang memeluknya ini, tidak peduli seberapa banyak Okta telah memberinya luka. Nyatanya cinta memang membuat orang bodoh.


Vika tidak tahu apakah keputusannya akan membawa bahagia atau justru kembali membawa luka. Satu satunya yang dia inginkan adalah merasa dicintai dan Okta menjanjikan hal itu setelah selama ini hanya memberinya luka.


Vika mungkin terlalu bodoh hingga berpikir kebahagiaan yang dijanjikan oleh Okta itu nyata. Padahal, tidak ada satupun jaminan yang akan membuat janji Okta menjadi nyata.


To Be Continue ~~>>


Rekomendasi novel untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya 😊👇


Judul : Nikah Dadakan Dengan Musuh


Author : AYi



Blurb :


Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?

__ADS_1


Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh.


__ADS_2