
Ketika Zayan pulang, yang pria itu dapatkan adalah wajah tegang dari Genta dan wajah penuh permusuhan dari Almira. Keduanya sudah melihat bukti yang dikirim oleh Mikha dan sepertinya Elnara juga sudah melihat bukti itu.
"Silahkan jelaskan, saya kasih kamu waktu lima menit untuk menjelaskan!" Ucap Almira tegas setelah mempersilahkan Zayan untuk duduk tepat di depannya.
"Biarkan El dengar penjelasan Mas Zayan juga," perkataan itu datang dari Elnara yang baru keluar dari kamarnya.
Akhirnya Zayan menjelaskan apa yang terjadi malam itu. Bagaimana acara makan malam itu berakhir dan Zayan yang tidak mengingat apapun setelah acara itu.
"Jadi, Mas Zayan dijebak?" tanya Elnara setelah Zayan menyelesaikan ceritanya.
"Iya, saya pikir karena terlalu lelah jadi tidak ingat apa yang terjadi malam itu. Ternyata, ini semua jebakan dari Mikha." Zayan berkata dengan tenang meski dalam hati dia merasa khawatir dengan Elnara.
"Terlalu rapih dan dia punya bukti yang cukup kuat. Papi pikir dia bekerja sama dengan karyawanmu yang lain." ucap Genta memberi komentar yang disetujui oleh Elnara.
"Saya dan Okta juga berpikir seperti itu, bukti CCTV siapa yang membawa saya ke hotel hilang itu artinya memang dia tidak mungkin bekerja sendiri."
"Menurut Mas Zayan siapa yang kira-kira bisa bekerja sama dengan Mbak Mikha?"
"Saya belum bisa menebak, beberapa karyawan terlihat membencinya jadi sedikit sulit melihat dia dekat dengan siapa."
"Kamu punya musuh lain, Zayan?" pertanyaan itu datang dari Genta yang dijawab gelengan oleh Zayan.
Ketiganya masih asik berdiskusi tanpa memperhatikan Almira yang hanya mengamati. Dia sedikit merasa lega karena Elnara tidak menangis dan memilih percaya pada cerita Zayan.
Melihat Elnara yang lebih tenang membuat Almira memutuskan untuk membiarkan Zayan berusaha sendiri. Lagipula masih ada Genta dan Okta yang akan membantu pria itu. Almira hanya perlu memastikan tidak ada yang bisa menyentuh putrinya.
"Suruh orang kepercayaan kamu untuk data siapa saja yang malam itu ikut acara makan malam. Kita akan lihat siapa yang berpotensi menjadi sekutu wanita itu." Ujar Genta memberi ide yang segera dilakukan oleh Zayan.
Dengan cepat Zayan meminta orang kepercayaannya untuk mendata siapa saja yang merayakan ulang tahunnya. Untuk menghindari kecurangan lagi, Zayan meminta agar semua dilakukan secara diam-diam.
__ADS_1
*
Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam ketika Zayan masuk ke dalam kamar. Pria itu cukup terkejut melihat Elnara yang belum tidur, sepertinya sedang menunggu dirinya.
"Kenapa belum tidur?" tanya Zayan lembut ketika sudah duduk di samping Elnara.
"Menunggu Mas Zayan," jawab Elnara pelan.
"Maaf, masalah ini cukup menyita waktu karena para pemegang saham sudah mulai bersuara."
Elnara mengangguk pelan, kemudian tersenyum hangat berusaha menenangkan hati sang suami.
"Mas Zayan pasti capek, lebih baik Mas tidur."
Zayan menatap lekat wajah cantik Elnara yang masih tersenyum hangat. Tanpa sadar Zayan mengulurkan tangannya dan mengusap lembut pipi gadis itu.
"Saya cuma bisa ngasih kamu masalah, maaf karena belum bisa menjadi suami yang baik dan bahagiakan kamu."
"Seharusnya El yang minta maaf karena membawa Mas sampai sini. Kalau saja El nggak maksa Mas untuk bertahan, mungkin Mas akan lebih bahagia bukan malah terjebak masalah seperti ini."
"Saya nggak bisa merangkai kata-kata manis, tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau saya memilihmu dan sampai kapanpun nggak akan ada kata penyesalan."
Elnara tidak bisa mencegah pipinya yang merona karena terbuai kata-kata manis dari Zayan. Elnara pikir sebentar lagi jantungnya akan meledak karena berdetak dengan cepat.
Zayan terlalu banyak mengambil hatinya hingga Elnara pikir tidak sisa hati yang dia miliki. Zayan benar-benar pencuri hati yang handal.
"Mas Zayan ... terima kasih karena sudah menerima El dan mau membuka diri Mas."
"Saya juga ingin berterima kasih karena kamu sudah mau bertahan dengan semua sikap buruk saya. Terima kasih karena telah memilih pria seperti saya sebagai suamimu."
__ADS_1
Malam ini untuk pertama kali Elnara melihat Zayan tersenyum lembut padanya. Senyum yang membuat Elnara kembali jatuh cinta pada suaminya itu.
Kini Elnara semakin ingin serakah memiliki Zayan seorang diri. Zayan telah membuka diri dan menerima, Elnara pikir sekarang tidak akan ada jalan keluar bagi Zayan di hatinya. Pria itu terkunci rapat di hatinya.
Biarkan sejenak mereka menikmati waktu berdua dan melupakan masalah yang menanti. Keduanya ingin menikmati moment hangat yang terjadi untuk pertama kalinya. Ini adalah langkah awal yang bagus bagi hubungan keduanya.
Selangkah lebih dekat, begitulah pikir Elnara.
To Be Continue ~~>>
Rekomendasi novel untuk kalian, yuk mampir dan dukung karyanya 😊
Judul : Pernikahan Salsa
Author : Zaenab Usman
Blurb :
Ini adalah kisah dari anak-anak Rian dan Ayla. Bagi yang belum tau kisah mereka, boleh mampir di novel Tidak ada cinta dari suamiku.
Salsabila Erlangga. Gadis cantik berumur delapan belas tahun, yang selalu dijadikan princes oleh keluarga besarnya. Harus menerima pernikahan dengan seorang laki-laki bernama Kenzo yang sudah berumur dua puluh dua tahun. Mereka berdua menikah karena di jebak oleh seseorang.
Kenzo merupakan musuh kakak kembarnya yang bernama Arsyaka Ardian Erlangga. Lalu bisakah Kenzo dan Arsya berdamai, untuk Salsa?
Siapa yang akan Salsa pilih, kakak tersayang atau suaminya?
Apakah Salsa akan bahagia dengan pernikahannya? Mungkinkah mereka bisa saling mencintai seperti pernikahan Rian dan Ayla.
__ADS_1
Yuk simak kisah cinta princes Erlangga.🤗