Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 52 - Manisnya Pernikahan


__ADS_3

Okta dan Vika telah resmi menikah. Kehidupan rumah tangga mereka berjalan manis dan semakin membuat Vika terbuai oleh cinta yang terus tumbuh.


Perlakuan manis dan lembut yang Okta berikan pada Vika membuatnya yakin sudah ada cinta yang mulai tumbuh di hati Okta.


"Vika," panggil Okta lembut.


"Ada apa, Mas?" tanya Vika mengalihkan perhatiannya dari drama Korea yang dia tonton.


"Kamu mau honeymoon? Kita sudah hampir satu tahu nikah, tapi belum sempat honeymoon karna Mas lagi banyak kerjaan."


Vika menatap Okta tidak percaya, setelah hampir 1 tahun menikah baru kali ini Okta menawarinya bulan madu.


"Mas Okta serius?" tanya Vika tidak percaya.


"Mas serius, setelah naik jabatan bulan kemarin kerjaan Mas sudah lebih terkontrol. Maaf ya baru bisa ngajak kamu honeymoon setelah hampir satu tahun kita nikah."


"Makasih ya Mas sudah ngajak Vika honeymoon. Semoga pulang honeymoon nanti Vika bisa hamil ya Mas." Vika tersenyum sendiri membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu.


Tanpa Vika sadari raut wajah Okta berubah, pria itu melunturkan senyumannya.


"Nanti kita bicarakan itu. Sekarang kita siap-siap untuk pergi, jangan bawa barang terlalu banyak."


"Kita mau honeymoon kemana, Mas?" tanya Vika yang masih belum menyadari perubahan dari Okta.


"Raja Ampat, kata El kamu pengen banget ke sana."


"Iya Mas, Vika sudah lama mau ke sana. Makasih ya Mas sudah wujudkan salah satu impian Vika!" Vika berseru senang kemudian memeluk Okta dengan erat.


Vika tidak menyangka jika pernikahannya bisa berjalan baik seperti ini. Dia semakin yakin Okta sudah mulai membuka hati untuknya.


*


*


"Gimana rumah tangga lo?" tanya Elnara tanpa ragu saat Vika datang berkunjung ke rumah.

__ADS_1


"Baik dong, Mas Okta malah ngajak honeymoon. Rencananya sih besok kita berangkat ke Raja Ampat." Jawab Vika dengan senyum lebarnya yang tidak bisa dia tahan.


"Bagus deh, gue harap Mas Okta nggak main-main."


"Gue harap sih begitu, tapi selama ini Mas Okta semakin baik jadi mungkin Mas Okta sudah mulai membuka hatinya."


"Lo tenang saja, kalau Mas Okta berbuat buruk sama lo dia bakal berhadapan sama gue! Ngomong-ngomong kita keluar yuk, mumpung nggak ada kelas dan di rumah lagi rame."


"Boleh, gue izin Mas Okta ya."


Vika segera menghubungi Okta meminta izin untuk jalan-jalan bersama Elnara. Beruntung pria itu segera memberi izin karena sejujurnya Vika kurang nyaman berada di rumah keluarga Elnara jika keluarga besar berkumpul seperti ini.


"Eh, kalian mau kemana?" tanya salah satu Tante Elnara saat melihat Vika dan Elnara bersiap keluar rumah.


"Mau jalan-jalan, Tante." Jawab Elnara malas, sejujurnya dia merasa tidak perlu melaporkan hal ini.


"Kok keluar sih, keluarga lagi kumpul gini. Ayo, gabung sama yang lain. Terutama kamu Vika, kamu kan istri Okta jadi harus pintar berbaur sama keluarga suami kamu."


Elnara sudah akan protes melihat Vika ditarik begitu saja mendekat ke arah keluarga yang sedang berkumpul. Sayangnya, Elnara tidak bisa protes karena tidak ingin Vika dianggap buruk oleh keluarga besarnya.


"Iya Tante," jawab Vika pelan.


"Kamu ini sudah lama menikah kok jarang ikut ngumpul keluarga sih. Nggak baik loh begitu, biasakan jangan seperti El yang sering melarikan diri." Ucapan itu datang dari salah satu sepupu Elnara yang terlihat jauh lebih tua dari Elnara.


"Vika punya kesibukan lain, lagian kita ini mahasiswi yang punya banyak tugas jadi wajar dong nggak bisa ikut kumpul keluarga." Elnara menjawab dengan kesal meski mendapat tatapan peringatan dari Almira.


Para orang tua yang berkumpul di ruang tamu segera ramai mengomentari Vika dan Elnara. Berbeda dengan Elnara yang selalu menjawab, Vika lebih memilih untuk diam.


"Sudah isi belum?" pertanyaan itu datang dari si Tante berbaju kuning.


Vika menggeleng pelan sebelum menjawab lirih, "belum Tante."


"Sudah menikah hampir setahun kok belum isi? Kalian sengaja nunda atau ada masalah nih?" sepupu Elnara yang lain ikut menambahkan, membuat suasana memanas.


"Memangnya kenapa kalau belum hamil? Yang berumah tangga siapa, yang ribut siapa? Biasakan Kak untuk nggak ikut campur rumah tangga orang lain!" Elnara menyahut dengan pedas tanpa memedulikan tatapan tidak suka dari keluarganya yang lain.

__ADS_1


"Kamu ini kok kasar sekali El, kami berniat baik. Siapa tahu ada masalah dan bisa kami bantu."


"Bantu apa? Bantu ngomongin atau bantu ngejekin?" tanya Elnara kesal.


"Sudah-sudah, dari pada ribut nggak jelas begini lebih baik kita sama-sama doakan yang terbaik untuk Okta dan Vika." Almira segera mengambil alih percakapan ini karena Elnara sudah terlihat begitu kesal, sedangkan Vika terlihat tertekan.


"Mami, kami pamit ya. Dari pada di sini buat kesal lebih baik kami jalan-jalan." Elnara segera menyalimi Almira dan menarik Vika ke luar rumah.


Di dalam mobil Vika tampak terdiam, sepertinya dia benar-benar tertekan. Vika kembali mengingat pembicaraannya dengan Okta kemarin malam. Pembicaraan yang membuat Vika bertanya-tanya apa yang sebenarnya ada di pikiran Okta.


"Kenapa?" tanya Elnara.


"Gue mau jujur sama lo," jawab Vika lirih.


"Silahkan,"


"Sebenarnya ...."


Bersambung ~~


Rekomendasi novel menarik untuk kalian. Yuk, mampir ke novel keren di bawah ini dan jangan lupa dukungannya 😉👇


Judul : Kurebut Suami Kakakku


Author : AdindaRa



Blurb :


Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belanda Quiero.


Terlebih saat kakaknya mengandung dua memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.


Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya

__ADS_1


"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" Batin Ecca menahan rasa geram.


__ADS_2