Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 40 - Si Pengkhianat


__ADS_3

Penyesalan memang selalu datang terlambat, begitulah yang saat ini tengah dirasakan oleh Okta. Beberapa hari ini dia memperjuangkan restu dari Windi yang sayangnya berakhir dengan penolakan.


Okta jadi berandai-andai, jika saja dulu dia tidak mengacaukan semuanya pasti dia dan Vika hidup bahagia. Mungkin mereka sudah memiliki seorang anak.


"Mas Okta!" terdengar suara Vika memanggil.


Okta menoleh dan mendapati Vika tersenyum kearahnya. Saat ini mereka sama-sama berjuang, tapi Okta merasa seharusnya Vika perlu bersusah payah karena ini adalah tanggung jawabnya sendiri.


"Mas Okta masih semangat?" tanya Vika ketika sudah duduk di samping Okta.


"Tentu, Ma justru semakin semangat. Mas anggap ini semua ada hukuman yang pantas untuk Mas."


"Kak Windi orang yang keras karena itulah Vika nggak pernah bisa membantah perkataannya." Ujar Vika yang kembali mengenang masa-masa di mana dia selalu menghabiskan waktu berdua dengan Windi.


"Mas ngerti kenapa Kak Windi seperti itu, dia hanya ingin yang terbaik untuk adiknya. Kamu tenang saja, sekeras apapun Kak Windi tetap akan Mas taklukan. Mas akan memperjuangkan kamu sekaligus membuktikan kalau Mas benar-benar serius dan nggak akan pernah menyakiti kamu lagi."


Vika tersenyum tidak tahu harus berkata apa. Salah satu alasan dia ragu mengatakan hubungan mereka pada keluarga adalah hal ini. Vika sangat yakin Windi tidak akan memaafkan Okta dengan mudah.


*


Zayan dan Elnara baru saja tiba di rumah dan langsung mendapat sambutan hangat dari Genta serta Almira.


"Gimana honeymoon kalian?" tanya Almira saat mereka sudah duduk bersantai di ruang keluarga.


"Sangat menyenangkan, kita berwisata hampir semua tempat yang mau El kunjungi." Elnara tersenyum lebar membuat Genta dan Almira ikut tersenyum.


"Papi senang dengarnya, dari wajah kalian saja sudah tampak sangat bahagia." Genta ikut berkomentar melihat wajah berseri-seri Zayan dan Elnara.


"Jadi kapan Mami sama Papi bisa gendong cucu?" pertanyaan Almira membuat Elnara bersemu malu.


"Doakan saja, semoga kami diberi kepercayaan secepatnya." Zayan menjawab dengan tenang, jawaban yang membuat Genta dan Almira semakin tersenyum lebar.


"Aamiin," ucap mereka bersamaan. "Kalian istirahat saja, pasti capek habis perjalanan jauh."


Zayan dan Elnara menganggu setuju, keduanya berpamitan sebelum masuk ke dalam kamar. Genta dan Almira merasa begitu lega melihat rumah tangga putri mereka semakin baik. Sepertinya memberi kesempatan pada Zayan adalah keputusan yang tepat.

__ADS_1


Di kamar, Elnara langsung tertidur karena benar lelah. Sedangkan Zayan masih terjaga, pria itu mengamati wajah polos Elnara. Kegiatan baru yang membuat Zayan ketagihan, menurutnya wajah polos Elnara yang sedang tidur sangat menggemaskan.


"Kamu cantik, kenapa saya baru sadar belakangan ini?" tanya Zayan pada dirinya sendiri.


Kegiatan Zayan terganggu saat mendengar notifikasi pesan masuk dari ponsel Elnara. Awalnya Zayan mengabaikan, tapi entah mengapa dia merasa sedikit penasaran siapa yang mengirim pesan pada istrinya itu.


Ternyata rasa penasaran Zayan terbayarkan. Si pengirim pesan adalah Fian yang mengatakan ingin mengajak Elnara untuk bertemu. Rupanya pria itu belum juga menyerah.


*El, sudah sampai Indo?


Kalau ada waktu mau ketemuan?


Aku mau minta maaf sama kamu karena perkataan aku waktu itu.


El? Kamu masih marah?


El, tolong balas pesanku*


*Elnara sudah tidur, ini saya suaminya.


sampaikan*


Zayan membalas pesan dari Fian dan segera me-nonaktifkan ponsel Elnara. Perbuatan Fian membuat Zayan yakin untuk segera membuka kartu Fian di depan Elnara.


Zayan segera menghubungi orang kepercayaannya untuk segera mengirim bukti yang mereka miliki.


Keesokan harinya, Zayan mengirim pesan pada Elnara yang sedang berada di kampus. Pria itu mengirim bukti pada Elnara agar permainan Fian segera berakhir.


*Elnara, semalam Fian mengajak kamu ketemuan


Saya yang membalas pesannya


Sebelum kamu bertemu pria itu, lihat ini*


Elnara terkejut melihat foto serta rekaman percakapan Fian bersama Mikha. Ternyata selama ini orang yang dia anggap sahabat berbuat jahat pada rumah tangganya.

__ADS_1


Elnara baru akan menghubungi Fian ketika pria itu lebih dulu menelponnya.


"Gimana El? Kamu maukan ketemuan hari ini?" tanya Fian yang terdengar begitu senang karena Elnara mau mengangkat telponnya.


"Jangan pernah hubungi aku lagi Fian. Anggap kalau kita nggak pernah saling mengenal, persahabatan kita selesai sampai sini."


"Apa maksud kamu, El? Kenapa kamu tiba-tiba berubah?"


"Tanyakan itu sama diri kamu sendiri! Aku benar-benar kecewa sama kamu Fian! Orang yang aku anggap sahabat ternyata tega berbuat jahat!"


"El, aku nggak ngerti maksud kamu. Aku nggak pernah berbuat jahat sama kamu."


"Lalu, perbuatan kamu sama Mbak Mikha bagaimana? Itu bukan hal jahat menurut kamu?"


Fian terdiam, dia tidak menyangka Elnara sudah mengetahui perbuatannya selama ini. Fian tidak tahu harus berbuat apa agar Elnara mau memaafkannya.


"Sekali lagi aku katakan, jangan pernah hubungi aku lagi dan anggap kita nggak pernah saling mengenal!"


Usai mengatakan hal itu dengan tegas, Elnara segera memutuskan panggilan dan memblokir nomor Fian. Elnara benar-benar dibuat kecewa. Dikhianati orang yang selama ini dia anggap sahabat ternyata sangat menyakitkan.


To Be Continue ~~>>


Rekomendasi novel untuk kalian, yuk mampir dan dukung karyanya 😊👇


Judul : Dikira Melarat Ternyata Konglomerat


Author : Nirwana Asri



Blurb :


Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?


Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.

__ADS_1


Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?


__ADS_2