Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 51 - Awal Mula ( Okta & Vika)


__ADS_3

Okta sudah pergi 1 jam yang lalu meninggalkan Vika duduk merenung seorang diri. Ingatan Vika melayang, mengatarkannya pada awal mula kisahnya dengan Okta.


Vika berandai-andai jika dulu dia tidak egois dan terlalu mencintai Okta, mungkin mereka tidak akan merasa terluka seperti ini. Jika saja dia bisa mengulang waktu, mungkin hari itu dia tidak akan mengambil langkah yang salah.


4 tahun yang lalu.


Vika dan Elnara baru saja sama-sama merayakan kelulusan mereka. Mereka begitu dekat bahkan hingga sering menghabiskan waktu bersama.


Vika adalah gadis yatim piatu yang hanya tinggal berdua bersama kakak perempuannya bernama Windi. Windi yang selalu dinas ke luar kota membuat Vika sering menginap di rumah Elnara.


Di sanalah kisah cinta pertama Vika bermula. Ya, Vika mencintai Okta -- kakak sepupu Elnara -- dalam diam. Meski tahu Okta telah memiliki tunangan.


Saat ini Vika tengah menenangkan debaran jantungnya karena Okta berada tepat di hadapannya. Pria itu baru pulang kerja dan berkali lipat lebih tampan.


"Hai, Vika!" sapa Okta ringan membuat Vika semakin berdebar.


"Hai Mas, baru pulang kerja ya?" tanya Vika berbasa basi.


"Iya, lagi capek banget." Jawab Okta tanpa menutupi raut wajahnya yang terlihat begitu lelah.


"Lagi banyak kerjaan kantor ya Mas?" tanya Vika lagi berusaha membangun obrolan dengan Okta.


"Bukan kerjaan kantor yang bikin capek, ada masalah pribadi yang buat capek pikiran." Vika sedikit kaget mendengar Okta yang menjawab dengan jujur.


"Maaf Mas, Vika kira kerjaan di kantor." Vika tersenyum canggung sebelum bersiap pergi menuju kamar Elnara.


"Kamu lagi sibuk?" tanya Okta menghentikan langkah kaki Vika.


"Nggak sih Mas, El juga lagi tidur. Ada apa ya, Mas?"


"Mau temanin saya ngobrol? Saya lagi butuh teman curhat,"


Untuk sesaat Vika terdiam, gadis itu terlihat kaget mendengar ajakan Okta. Vika dengan cepat menenangkan diri, dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langkah ini.


"Boleh Mas, Vika senang kalau bisa jadi teman ngobrol Mas Okta."


"Yuk, ke taman belakang." Ajak Okta yang segera berjalan lebih dulu menuju taman belakang.

__ADS_1


Langit sore masih terlihat cerah, rumah tampak sepi karena Genta dan Almira sedang berada di luar kota. Kesempatan ini Okta gunakan untuk membagi beban pikiran dan hati pada Vika yang entah mengapa dia percaya bisa menjaga rahasia.


"Kamu tahukan saya sudah punya tunangan?" pertanyaan Okta membuat Vika tersadar bahwa perasaan yang dia miliki salah.


"Iya Mas," jawab Vika pelan.


"Kami berencana mau menikah akhir tahun ini. Saya bahkan sudah siap melamar dia, tapi semua kacau."


Vika menoleh kaget, dia tidak tahu tentang hal ini karena Elnara belum menceritakan apa-apa.


"Kacau bagaimana Mas?" tanya Vika.


"Dia menghilang tanpa kabar. Dua bulan ini saya berusaha menghubungi dia, tapi hasilnya nihil. Bahkan kedua orang tuanya juga nggak bisa dihubungi."


"Mas sudah datang ke rumah tunangan Mas?"


"Sudah dan ternyata rumahnya sudah dijual tiga bulan yang lalu. Semua benar-benar mendadak, saya putus asa mencari dia."


"Mas sudah minta bantuan Papi? Mungkin Papi bisa bantu Mas," usul Vika.


"Nggak ada yang salah dengan perjuangan Mas, justru kalau Mas nggak berjuang nantinya akan ada rasa penyesalan. Apa yang Mas lakukan sudah benar dan sekarang giliran Tuhan memberi Mas jalan yang lain. Ingat Mas, kalau sudah jodoh sesulit apapun rintangan pasti tetap akan bersatu."


"Kamu benar, terima kasih ya sudah mendengar cerita saya dan kamu bahkan memberi saya kalimat yang berhasil menyadarkan saya."


Okta tersenyum lembut, senyuman yang mampu membuat Vika kembali berdebar. Namun, Vika segera tersadar bahwa perasaan yang dia miliki ini salah.


*


*


Setelah curhat sore itu Okta dan Vika semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama membuat perasaan yang Vika miliki semakin berkembang dan sulit untuk dikendalikan.


Hingga waktu pergantian tahun, dibawah gemuruh kembang api yang menghiasi langit malam Okta melamar Vika. Pria itu melamar Vika di hadapan orang tua Elnara yang tentu menjadi kejutan untuk semua orang.


"Okta, kamu serius dengan ini semua?" tanya Almira setelah pulih dari rasa terkejutnya.


"Iya Mi, Okta yakin dengan keputusan Okta melamar Vika. Okta harap Papi dan Mami memberi restu untuk hubungan kami." Okta menjawab dengan penuh keyakinan padahal Vika belum memberi jawaban apapun karena terlalu shock.

__ADS_1


"Vika, apa jawaban kamu?" tanya Genta yang menyadari bahwa Vika belum memberi jawaban apapun.


Vika yang ditatap semua orang semakin bingung. Di satu sisi Vika ingin menerima lamaran Okta karena rasa cinta yang dia miliki, di sisi lain Vika teringat ucapan Elnara yang menentang hubungan mereka. Elnara tidak mau jika nantinya Vika hanya pelarian. Elnara tidak mau pada akhirnya Vika akan tersakiti.


Vika menarik napas pelan sebelum menjawab dengan pelan.


"Vika menerima lamaran Mas Okta." Jawab Vika dengan menunduk demi menghindari tatapan tajam Elnara.


Vika tidak tahu apakah keputusannya ini benar atau salah, tapi satu hal yang dia ingin yakini bahwa dia harus mencoba. Seperti ucapan waktu itu pada Okta, dia tidak mau menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Dengan keyakinan bahwa rasa cinta bisa tumbuh karena terbiasa Vika menerima lamaran Okta. Gadis itu yakin suatu saat nanti Okta akan membalas rasa cintanya.


Bersambung ~~


Rekomendasi novel menarik untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya


Judul : Istri Siri Tuan Bryant


Author : Asma Khan



Blurb :


Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku. Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini. Hujan belati menusuk hatiku, dengan pengkhianatan suami serta sahabat baikku.


"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"


Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.


"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"


Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.


Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?


Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2