Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Klub basket


__ADS_3

Mereka bertiga akhirnya selesai dengan makannya. Sekali lagi, Mayumi memuji makanan buatan Haru seperti saat ia pertama kali mencobanya. Haru tentunya merasa senang akan hal itu


Baru saja selesai dengan makanannya. Akihiro, salah satu teman Haru datang di perpustakaan. Tidak lain tujuannya adalah untuk mengajak Haru


"Haru, disitu kau rupanya! Eh, Mayumi juga? Apa yang kau lakukan disini?", Tanya Akihiro


Mayumi, menjawabnya dengan nada kesalnya, "memangnya kenapa! Salah jika aku ada disini?"


"Y-ya, bu-bukan begitu. Aku cukup terkejut kalau aku bisa menemukan mu di tempat seperti ini. Hei Haru, bisa kau kesini sebentar?"


"Ada apa?", Haru kemudian berdiri dari tempatnya dan menuju ke arah Akihiro berdiri. Mereka berdua kemudian berbalik, dan berbisik-bisik


"Hei, Haru. Apa kau sedang membicarakan sesuatu yang penting?"


"Kalau dibilang penting sih, mungkin tidak. Memangnya kenapa?"


"Yaa, apa kau mau pergi ke ruang olahraga? Disana ada gadis-gadis junior kita yang sedang bermain basket!"


"Hee! Untuk apa?"


"Huff... Ayolah! Semua teman kita juga kesana, kau tidak mau melewatkan kesempatan ini kan? Aku jamin ini pasti bakalan menarik kok"


"Baiklah, kalau kau memaksa", jawab Haru


Haru kemudian berbalik lagi, dan mengatakan kepada dua gadis di depannya, "aku mohon maaf. Tapi aku ada urusan sebentar. Kalian mengobrol lah dulu. Oh, iyaa untuk kotak makannya simpan saja disini yaa Misaki, aku akan mengambilnya saat pulang nanti"


Tanpa berlama-lama, Akihiro langsung menariknya dengan cepat. Membawa Haru keluar dari perpustakaan dan meninggalkan dua gadis dengan sedikit kebingungan


Di lorong sekolah. Haru kemudian bertanya dengan sedikit kesal, "kenapa kau terburu-buru sih?"


"Hehe, maaf. Aku hanya tidak mau berurusan dengan gadis tomboi itu"


"Oh, maksudmu si Mayumi? Aku pikir, dia tidak se-tomboi yang kau pikirkan. Maksudku, dia mungkin mengeluarkan sifat tomboinya jika kau aneh-aneh dengannya"


"Tapi lihatlah tadi. Aku hanya sedikit terkejut kalau dia ada di perpustakaan, tapi dia langsung marah begitu saja. Apa kau tidak merasa aneh?"


"Entahlah, mungkin begitulah caranya dia berhadapan denganmu. Ngomong-ngomong kenapa kau mengajakku? Apa kau ingin memberitahukan rencana mu?"


"Sabarlah, apa memang kau tidak sabar berpacaran dengannya?"


"Tidak juga sih. Cuman yaa, begitulah. Kalau bukan karena itu, lebih baik aku kembali ke perpustakaan saja"


"Apa kau serius? Padahal kita sudah sedekat ini! Ayolah, kau dengar itu? Sepertinya anak-anak klub basket sudah memulai latihannya"


(Yang benar saja!? Hampir semua teman kelas kita ada disini?) Pikir Haru saat baru tiba di ruangan olahraga


Di ruangan olahraga itu, Haru dan Akihiro menuju ke kursi penonton sambil melihat para anggota klub basket latihan. "Kau lihat disana? Sepertinya gadis itu cukup terkenal akhir-akhir ini", kata Akihiro sambil menunjuk gadis yang dia maksud


"Yang mana? Tunggu dulu... Jangan bilang!?"


"Ada apa Haru?"

__ADS_1


"Ti-tidak, ah, haha. Gadis itu yaa, aku baru tahu kalau gadis itu cukup terkenal di kalangan kita"


(Tidak mungkin!? Adikku, Izanami!? Gadis yang populer?)


Hampir semua orang yang menonton tertuju kepada Izanami, beberapa orang juga terkadang terdengar menyemangati adiknya itu. Akihiro juga sempat berteriak hanya untuk menyemangati gadis itu. Sementara itu, Haru tentunya hanya diam dan berusaha agar adiknya tidak menyadari akan kehadirannya


"Sepertinya kau semakin terkenal di kalangan para senior, Izanami", kata ketua klubnya


"Eh!? Senior? Yah, haha... Begitulah. Tapi selama dia tidak mengganggu kita, aku rasa itu tidak masalah. Toh hal itu juga membuat klub ini semakin dikenal oleh orang lain. Jadi ayo kita tetap fokus pada latihannya", jawab Izanami


"Ahh! Semangat seperti ini yang ku harapkan dari mu! Kalau begitu ayo kita mulai!"


Para anggota klub kemudian memulai latihannya. Sorak dari para penonton juga semakin ramai, Akihiro juga semakin semangat ketika melihat Izanami memulai latihannya. Tak terkecuali dengan dengan Haru, ia hanya membuka smartphone nya dan membuka 'TapMe', salah satu sosial media favoritnya. Haru hanya sekali-kali melihat para anggota klub basket berlatih di lapangan


Sepuluh menit telah berlalu, harusnya jam istirahat telah berakhir, tetapi teman-temannya itu masih melihat mereka latihan. Haru kemudian bertanya ke Akihiro, "bukannya ini sudah jam pelajaran yaa? Kenapa teman-teman kita masih ada disini?"


"Kau tidak tahu yaa? Guru yang mengajar kita berhalangan hari ini. Jadi, kita memiliki jam kosong sampai jam 12 siang", jawab Akihiro


"Ah... Aku tidak tahu soal itu"


Sementara itu, Izanami ketika beristirahat sebentar dengan meminum air botolnya, ia melihat kakaknya di kursi penonton. (Bukannya itu Haru? Apa yang mereka lakukan disini? Apa jangan-jangan ia sudah disini dari tadi bersama dengan penonton lain?), Pikir Izanami


Izanami melihat kakaknya sedang berbicara dengan temannya. Menyadari hal itu, ia kemudian menjadi sedikit gugup dan di pikirannya berisikan rasa penasarannya mengenai kakaknya itu


Masih berlanjut, beberapa menit kemudian permainan Izanami semakin agresif. Ia menjadi lincah dalam membawa bola, dan akurasinya menjadi meningkat ketika melakukan lemparan jauh. Hal itu tentunya dirinya semakin menjadi sorotan oleh orang-orang yang menontonnya


Para anggota klubnya juga semakin kagum kepada Izanami. Gaya permainannya tiba-tiba semakin terlihat di sisa latihannya. Bahkan ketua klubnya itu juga memuji Izanami di akhir latihannya


"Hehe, tidak kok kak. Aku cuman sedikit bersemangat hari ini"


"Hee... Apa jangan-jangan ada orang kau sukai menonton mu hari ini?"


"Bu-bukan begitu! Ini memang murni karena kebetulan saja"


"Haha, jangan serius begitu. Aku hanya bercanda kok!"


Tentunya apa yang dikatakan Izanami itu hanyalah sebuah kebohongan, ia tidak mungkin mengatakan apa yang ia rasakan sebenarnya. Ia berbalik ke kursi penonton, tempat dimana Haru tadi duduk. Tapi sayangnya ia tidak melihat Haru disana


(Dasar kakak bodoh!), Kata Izanami dengan memasang wajah cemberutnya


Di halaman sekolah, saat Izanami ingin kembali ke kelasnya. Ia mendengar suara yang tidak asing di telinganya bersama dengan orang lain. "Apa kau serius! Aku lebih baik pulang!", "Kumohon Haru! Sekali saja, aku tidak mau melewatkan kesempatan ini!"


Ia terkejut bukan main karena ia ditahan oleh dua laki-laki. Dan lebih parahnya lagi, salah satu laki-laki itu adalah kakaknya, Haru. Ia tidak tahu bagaimana responnya, tapi ia berusaha tetap tenang dan berusaha bersikap seperti biasanya


"Anuu... Maaf, tapi bisakah kita bicara sebentar?", Kata Akihiro


"Aku? Y-ya, memangnya ada apa?"


"Apa kita bisa berkenalan? Eh, bukan berkenalan. Maksudku, boleh kita saling mengenal satu sama lain?"


Haru, yang berdiri di belakangnya kemudian berbisik di telinganya. "Hei, apa yang kau katakan? Dia hanya semakin bingung!"

__ADS_1


Izanami kemudian bertanya dengan rasa penasaran, "tunggu. Berkenalan seperti apa maksudmu? Untuk sekarang, aku tidak mau dekat dengan laki-laki lain untuk sementara"


"Bukan itu maksudku! Ma-maksudku, setidaknya kita bisa saling kenal satu sama lain. Kau tahu, kami berdua sering melihat mu latihan. Jadi aku kira bagusnya kita bisa saling kenalan"


Mendengar itu, Izanami semakin malu ketika ia mendengar kalau kakaknya itu sering melihatnya latihan


Haru kemudian menegur Akihiro dari belakang, "oii. Kenapa aku harus ikut-ikutan!?"


Akihiro berbalik dan berbisik ke arah Haru, "tenanglah! Aku akan jelaskan nanti padamu!"


"Y-ya, baiklah. Tapi bukan berarti aku tertarik dengan kalian ya", jawab Izanami dengan tetap merasa tenang di hadapan laki-laki


"Haha, aku juga tidak berharap seperti itu kok! Kalau begitu, namaku Akihiro, dan ini adalah teman ku. Haru"


"H-hai", kata Haru


"Nakagawa Izanami. Kalau begitu, bisakah aku lewat? Aku khawatir kalau jam pelajaran ku sudah dimulai". Izanami sudah tidak kuat menahan rasa malunya, ia berusaha sekuat mungkin agar kakaknya tidak menyadari perasaannya


"Y-ya, silahkan. Sampai jumpa di tempat latihan lagi!", Jawab Akihiro sambil membiarkan Izanami lewat di hadapannya


Izanami melirik sedikit ke arah Haru, ia semakin penasaran tentang apa yang dipikirkan saat ia bertemu bukan sebagai adik kakak. Melainkan sebagai senior dan junior. Ia juga merasa sedikit lega karena kakaknya tidak menyadari kalau wajahnya yang mulai memerah


Ketika Izanami sudah tidak terlihat, Haru kemudian bertanya dengan perasaan sedikit jengkel, "Hei, apa yang kau sebenarnya ingin lakukan!", Tanya Haru


"Bukankah gadis itu cukup imut bukan? Maksudku, aku mengajakmu untuk melihat gadis itu"


"Terus, untuk apa kau berkenalan dengannya?"


"Ayolah, di kenal oleh seseorang yang populer itu jauh lebih baik daripada dia tidak mengenal mu sama sekali"


"Apa kau bercanda? Apa kau ini penggemarnya?"


"Fufu, pastinya! Mungkin aku sedikit tertarik dengannya"


"Aku sedikit kasihan dengan pacar mu"


"Bukan itu maksudku, begini. Pacar dan fans itu merupakan hal yang berbeda, mungkin hampir sama. Tapi tentunya berbeda"


"Baiklah, baiklah. Lakukan apa yang kau ingin lakukan, tapi jangan berharap lebih padanya"


"Eh, apa kau mengenalnya?"


"Bukan seperti itu, dia kan populer. Biasanya orang yang populer itu menginginkan laki-laki yang kriterianya bermacam-macam"


"Kau benar, tapi aku tidak sampai sejauh itu. Aku hanya dia tahu kalau aku adalah salah satu fans beratnya, kau tahu seperti artis yang mengenal fansnya, tidak lebih dari itu. Dan tentunya, aku akan berusaha lakukan apapun padanya"


"Oof... Tapi kalau begitu kau harus menghadapi banyak saingan pastinya, haha"


Akihiro dengan percaya dirinya mengatakan, "tenang saja. Aku pasti bisa mengatasinya"


Mendengar hal itu, Haru bangga dengan rasa percaya dirinya dan hanya bisa berharap kalau rasa percaya dirinya itu bisa bertahan sampai ia benar-benar bisa menggapainya

__ADS_1


__ADS_2