Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Perasaan


__ADS_3

Pulang sekolah, seperti yang direncanakan oleh Haru dan Akihiro, mereka akhirnya berkumpul sebelum menuju ke rumahnya Mayumi untuk menjenguknya. Tentunya Haru memanggil Misaki sebelum berangkat dan menunggunya di pintu gerbang sekolah


Tak lama kemudian, Misaki datang dan bergabung bersama mereka. Tentunya wajah Misaki tidak asing lagi bagi teman-teman Haru, karena Misaki memang sudah dikenal dengan penjaga perpustakaan, dan namanya sering masuk di daftar siswa dengan nilai terbaik


Di dalam perjalan, Haru dan Rin sahabat dekatnya Mayumi kemudian berbincang sebentar. Mereka berbicara mengenai sifat Mayumi jika berada di dekatnya


"Aku? Hmm, bisa dibilang Mayumi seperti gadis normal seperti biasanya. Kami berdua memang sudah akrab sejak kami bertemu di sekolah ini, dan aku bisa katakan kalau Mayumi lah yang paling mengerti dengan diriku," kata Rin, sahabat dekatnya Mayumi


Rin kemudian bertanya kembali. "Kau sendiri bagaimana pendapat mu tentang perilaku nya ketika ia berada di dekatmu?"


"Hmm, coba kuingat. Mungkin sifatnya sedikit memaksa di hadapan ku"


"Memaksa? Apa maksudnya itu?"


"Kau sendiri tahu kan kalau Mayumi terkenal dengan sifat tomboinya. Di hadapan ku, dia berusaha menghilangkan sifatnya itu, dan ia berusaha seperti gadis pada umumnya. Tapi sifat tomboinya itu masih saja kelihatan"


"Tapi bukannya itu berarti ia sudah memiliki kemajuan? Setidaknya ia berusaha menghilangkan kebiasaan buruknya itu, apalagi dengan laki-laki. Bisa dibilang kau adalah pria yang beruntung karena ia berani membukakan dirinya untuk mu"


"Memangnya kalau dengan laki-laki lain, ia tidak seperti itu?"


"Iyap, kau benar. Bukan hanya laki-laki, bahkan para gadis pun juga kadang mengeluarkan sifat buruknya itu. Makanya ia sepertinya kesulitan untuk memperbaiki semua itu. Bisa dibilang kau adalah langkah pertamanya untuk mengubah kepribadiannya"


"Hmm, tapi dia tidak begitu dengan Misaki. Kan?" Kata Haru sambil melihat Misaki yang berjalan sendiri di belakangnya. Melihat Misaki yang hanya sendirian berjalan di belakangnya, Haru kemudian mengajaknya


"Apa yang kau lakukan? Ayo sini gabung dengan kita. Kau juga pernah berbicara dengan Mayumi kan saat di perpustakaan waktu itu?"


Sebelum menjawab itu, Misaki kemudian bergegas berjalan di tengah-tengah antara Haru dan Rin dengan perasaan sedikit malu. "Y-ya, haha. Kami pernah berbicara sebentar, tapi menurutku dia seperti gadis normal seperti biasanya," jawab Misaki


Rin kemudian bertanya kembali. "Jadi? Apa dia tidak terlihat seram di hadapan mu?"


"Seram? Mungkin memang awalnya begitu. Tapi ketika kami makin lama bercerita, wajah seramnya itu malah semakin menghilang"


"Menarik. Jarang-jarang loh Misaki seperti itu dengan orang baru. Atau jangan-jangan kau sudah mengubahnya Haru? Kalian berdua kan memang bersahabat"


"Eh!? Kau mungkin benar soal hubungan kami berdua. Tapi mengubah sifatnya itu tergantung orangnya"


Misaki memotong pembicaraan mereka berdua dan menatap wajah Haru. "Aku baru tahu kalau kau sedekat itu dengan Mayumi"


"Memangnya kenapa?" Jawab Haru

__ADS_1


"Aku hanya khawatir dia akan cemburu melihat kau terus datang di tempat ku selama jam istirahat. Dan karena itu dia juga akan membenci ku"


"Tenang saja. Dia sudah tahu kok. Lagian, Mayumi tidak segampang itu membenci orang lain selama kau tidak membencinya terlebih dahulu"


"Dia benar, jangan ikuti pria yang ada disana. Meninggalkan perasaan gadis yang menyukainya hanya karena ada gadis yang lebih cantik darinya," kata Rin dengan perasaan yang sedikit kesal ketika melihat Akihiro yang berjalan tepat di depan mereka bersama pacarnya


Haru berbisik dengan suara pelan. "Hei pelan kan suara mu! Nanti dia akan dengar"


"Haha, tenang saja. Kau lihat saja, dia bahkan hanya sibuk dengan pacarnya. Seakan-akan kita tidak ada disekitarnya"


"Anuu... Apa memang orang itu adalah orang yang Mayumi suka?" Tanya Misaki


"Kau benar, Mayumi dan orang itu sangat dekat sejak kecil. Wajar saja kalau Mayumi memiliki perasaan kepadanya," jawab Rin


Melihat mereka berdua sibuk mengobrol. Haru memasang earphone di telinganya dan memutar beberapa lagu sampai ia tiba di rumahnya Mayumi


Semuanya sudah melihat rumahnya Mayumi, kecuali Misaki yang merupakan pertama kalinya ia berkunjung ke rumahnya Mayumi


"Wah, rumah ini benar-benar besar! Aku hampir tidak percaya kalau rumah ini milik Mayumi," kata Misaki


"Aku juga berpikir hal yang sama saat aku pertama kali melihat rumahnya. Tapi begitulah kenyataannya," jawab Haru


Haru datang menghampiri Akihiro dan bertanya. "Akihiro, kau sudah pastikan kalau Mayumi berada di rumahnya kan?"


Beberapa saat, ibunya Mayumi sekali membukakan mereka gerbang dan mempersilahkan mereka masuk di rumahnya dengan senyuman hangatnya. Senyuman yang sudah tidak terasa asing lagi, karena tentunya senyumannya itu hampir mirip seperti Mayumi


Melihat Akihiro yang berkunjung sekali lagi ke rumahnya, ibunya Mayumi terkejut dan mengatakan. "Eh! Akihiro, akhirnya kau datang juga. Sudah lama kau tidak datang kesini, apa kau untuk berkunjung juga?"


Dengan berusaha membuat senyumannya, Akihiro meresponnya. "Be-begitulah tante. Aku mohon maaf kalau aku sudah jarang datang kemari untuk berkunjung"


"Yang lainnya juga, kalian duduklah disini. Mayumi sedang berada di kamarnya. Tunggu sebentar yaa, aku panggilkan dulu"


Meninggalkan mereka yang berada di ruang utama. Haru seketika menghampiri dan memanggil Akihiro menjauh dari teman-temannya termasuk pacarnya Akihiro. Haru lalu berbisik kepada Akihiro


"Jika kau masih ragu begitu, kau akan menyesal nantinya"


Mendengar hal itu, tentunya membuat Akihiro sedikit terkejut. "Apa maksudnya itu!?"


"Aku sudah tahu. Kau sudah merencanakan ini kan? Sebenarnya kau ingin memberitahukan kepada ibunya Mayumi kalau kau sudah memiliki pacar. Itulah mengapa kau membawa pacar mu kesini"

__ADS_1


"Kenapa bisa kau tahu sejauh itu?"


"Aku baru menyadarinya tadi saat kita menuju ke sini. Kau terlihat sangat tegang, makanya kau terus berbicara dengan pacarmu itu dari tadi karena kau ingin meminta saran padanya tentang bagaimana ia mengatakan hubunganmu dengannya"


"Huff... Aku menyerah deh. Aku tidak tahu kalau kau bisa melihat sedetail itu Haru"


"Haha, itu hanya kebetulan kok Akihiro. Hanya kebetulan. Jadi bagaimana? Apa ada yang bisa kubantu?"


"Aku tidak tahu harus bicara seperti apa nantinya ke ibunya Mayumi nantinya"


"Kau katakan saja seperti biasanya," jawab Haru


"Itu memang terlihat mudah. Tapi yang jadi masalahnya adalah aku tidak mau teman-teman kita mendengarnya. Takutnya gosip yang aneh-aneh akan menyebar lagi ke seluruh sekolah"


"Ah, aku paham. Hmm, bagaimana kalau kau membuat situasi dimana hanya kau bertiga saja?"


"Bagaimana caranya?"


Dan seperti biasanya. Kegiatan itu berjalan dengan lancar. Mayumi merasa senang karena ada teman-temannya yang menjenguknya. Sementara teman-temannya juga ikut senang mendengar kabar kalau lukanya semakin baik. Mungkin sekitar 2-3 hari lagi Mayumi kembali bersekolah seperti biasanya


Selesai dengan semuanya, teman-temannya sudah bersiap-siap untuk pulang. Kecuali Haru, Akihiro dan pacarnya, Sayuri


Seperti yang direncanakan Haru, Haru sudah meminta izin kepada ibunya Mayumi untuk mereka tinggal sebentar dengan alasan ada yang mereka bicarakan dengan Mayumi. Padahal sebenarnya itu adalah alasan untuk membuat Akihiro dapat berbicara dengan ibunya Mayumi mengenai hubungannya dengan pacarnya


Sementara itu, Haru memang benar-benar ada urusan dengan Mayumi. Seperti yang direncanakan Haru, ia mengajaknya untuk berkumpul di ruang utama, sementara Mayumi yang menyadari itu langsung mengajak Haru masuk ke kamarnya


Tentunya ia sedikit malu. Tapi karena keadaan, ia terpaksa masuk ke kamar perempuan untuk pertama kalinya


Masuk di kamarnya Mayumi, ia melihat sekeliling kamarnya yang penuh dengan boneka-boneka kecil, dan ada beberapa tumpukan buku-buku di atas meja belajarnya. "Maaf kalau sedikit berantakan," kata Mayumi


"Tidak apa-apa! Santai saja denganku. Oh iya, ngomong-ngomong, ambillah ini"


"Apa ini? Buku catatan?"


"Y-ya, aku hanya khawatir kau akan ketinggalan pelajaran. Itu-itupun kalau kau mau sih, lagian tulisanku juga sedikit berantakan. Haha!"


"Eh! Ma-makasih. Ak-aku tidak menyangka kau rela menulis sebanyak ini. Aku benar-benar merasa tertolong!" Jawab Mayumi dengan sekali lagi memasang wajah senyumannya


Karena akan hal itu mereka berdua semakin dekat. Lain ceritanya dengan Akihiro dan ibunya Mayumi, apa yang dikatakan Akihiro pada ibunya Mayumi mengenai pacar barunya itu membuat hubungan Akihiro dan Mayumi akan semakin renggang

__ADS_1


...


...


__ADS_2