
Bel istirahat akhirnya berbunyi, orang-orang di kelasnya menuju ke kantin bersama teman-temannya. Tak terkecuali dengan Akihiro, yang duduk tepat di depannya. Ia segera keluar kelas bersama pacarnya itu
"Sekarang apa yang harus kulakukan yaa? Oh, iya. Sebaiknya aku harus mengabari Izanami soal bekalnya, walaupun aku merasa kurang enak jika menghubunginya"
Haru mengambil smartphone nya dan mengetik beberapa kata dan mengirimnya untuk adiknya itu
[Haru : Hei ini aku Haru, sepertinya kau melupakan bekal mu hari ini. Apa kau ingin aku bawakan?]
[Izanami : Huh!? Darimana kau mendapatkan kontak ku!? Apalagi tanpa permisi!]
(Huff, sudah kuduga. Harusnya aku tidak mengambil jalan ini), pikir Haru. Ia lalu mencoba menjelaskan kepada adiknya itu
[Haru : Aku memintanya sama ayah tadi pagi. Jadi, apa kau tidak ingin mengambil kotak makanan ini? Isinya lumayan loh]
[Izanami : Memangnya kau masih anak-anak yaa membawa kotak makanan ke sekolah. Apa kau tidak malu dilihatin oleh orang lain jika kau membawa kotak makanan mu?]
[Haru : Kalau kau hidup hanya untuk mendengar apa yang orang lain katakan, kau tidak akan merasa puas. Bahkan aku sudah terbiasa seperti ini]
[Haru : Jika kau memang tidak mau, aku akan membaginya kepada teman-teman ku]
[Izanami : Terserah apa yang kau ingin lakukan, lagian aku akan makan di kantin bersama teman-teman ku]
[Haru : Baiklah, kau yang bilang]
[Izanami : Satu hal lagi, katakan sama ibu kalau jangan buatkan aku kotak makanan lagi. Aku tidak mau membuat ibu tersinggung]
[Haru : Baiklah]
Menutup hp nya, ia kemudian bersiap untuk membawa kantongan yang berisikan dua kotak makanan ke suatu tempat
Ia kemudian menuju ke belakang sekolah, yang disana terdapat halaman yang di tengah-tengahnya terdapat pohon dan kursi duduk yang memutari pohon di tengahnya
"Ah, tempat yang pas untuk menikmati makanan disini. Tapi sepertinya siswa lain jarang nongkrong disini, atau memang cuman perasaanku saja"
Di tengah dia memakan salah makanannya. Ia kembali memikirkan mengenai postingan semalam. Postingan yang membuatnya ingin menjadi penulis
(Kira-kira, bagusnya darimana aku harus memulai? Apakah dari pembuatan karakter? Atau pembuatan alur?)
(Sepertinya aku butuh referensi, setidaknya untuk membuatku mendapatkan ide mengenai pembuatan cerita)
(Mungkin perpustakaan adalah salah satu ide yang bagus untuk saat ini, sebaiknya aku memeriksanya setelah ini)
Makanannya telah habis, masih ada satu kotak lagi dan sayangnya Haru sudah tidak dapat menampung lebih banyak makanan lagi di dalam perutnya. "Uhh... Siapa yang sebaiknya ku berikan yaa? Mungkin si Akihiro"
__ADS_1
Belum beberapa saat, ia melihat Mayumi. Yang sebelumnya merupakan cewek pilihan Haru saat ditanya oleh Akihiro. Wajahnya yang terlihat suram membuat Haru semakin penasaran dengan apa yang terjadi padanya. Dengan modal nekat, Haru memanggilnya
"Mayumi! Di sini!"
"Eh, bukannya dia adalah murid pindahan itu? Apa yang di lakukan disana", kata Mayumi sambil menuju ke arah Haru
Wajahnya yang awalnya terlihat suram itu tiba-tiba merubahnya dengan penuh senyuman, seakan-akan ia berusaha menutupi ekspresinya di depan orang lain
"Bukannya kau murid baru itu kan? Apa yang kau lakukan disini?"
"Uh... Makan siang mungkin? Atau semacamnya lah"
"Haha, tapi mengapa kau tidak bersama teman-teman yang lain? Aku lihat teman-teman kita berkumpul di kantin"
"Yahh, aku hanya ingin menghemat sedikit pengeluaran ku. Lagian aku terbiasa dengan membawa bekal dari rumah. Kau sendiri kenapa? Sepertinya kau dalam masalah"
"Yaaahh... Sepertinya aku sedang mengalami hari sial hari ini. Buku harian ku hilang entah kemana, padahal isinya berisikan beberapa rahasia ku. Aku takutnya orang lain akan menyebarkannya dan gosipnya akan menyebar seluruh sekolah"
"Memangnya bagaimana bentuknya?"
"Eh, bagaimana yaa. Sampulnya berwarna hijau dengan daun sebagai aksesoris di sekelilingnya. Ukurannya juga tidak jauh beda dengan buku catatan, jadi harusnya tidak terlalu susah untuk mencarinya. Aku sudah mencarinya ketika jam istirahat, tapi sampai sekarang aku belum menemukannya. Mungkin saja sudah diambil orang "
"Kedengarannya memang terlihat buruk. Baiklah, aku akan mencarinya. Bagaimanapun, apa kau sudah makan? Kau terlihat begitu lemas"
"Yah aku memang belum makan sampai sekarang, tapi buku itu lebih penting dari apapun. Aku tidak bisa tenang jika aku belum menemukan buku itu"
"Tenangkan dirimu dulu. Pertama-tama kau harus mengisi perut mu itu agar kau bisa berpikir lebih jernih. Untungnya masih tersisa satu kotak makanan ku yang belum ku sentuh. Apa kau ingin memakannya?"
"Eh, yang benar? Sepertinya ini enak. Tapi kenapa kau tidak memakannya?"
"Aku sudah makan satu kotak sebelumnya. Sayangnya kali ini ibuku membuat dua kotak makanan, haha"
"Tunggu dulu, kalau ibumu membuat dua kotak makanan, untuk siapa lagi satunya?"
(Ah, sial. Aku tidak sadar mengatakannya!)
"Ahh... Haha begitulah, awalnya dia membuatkan untuk ayahku tapi karena ayah ku sudah berangkat duluan, jadi daripada dibuang begitu saja. Aku bawa dua sekalian", jawab Haru dengan tertawa kecil demi terlihat meyakinkan
"Hee... Alasan yang menarik, tapi baiklah. Kalau begitu aku makan yaa. Perutku memang sudah dari tadi menginginkan ini!"
(Huff... Selamat!)
Selagi makan, Haru menjaga jarak dengan Mayumi sambil membuka smartphone nya. Mayumi yang menyadari itu hanya bingung dan penasaran dengan maksud Haru. Mayumi kemudian mendekatinya sekali lagi, dan lagi-lagi Haru menjauh dengannya
__ADS_1
"Eh, apa aku makanannya kebanyakan yaa?", Tanya Mayumi
"Ti-tidak kok! Silahkan habiskan saja, aku tidak bakalan mengganggumu kok!"
"Huh, apa maksudmu?"
"Eh!? Kau tidak paham?"
"Y-ya? Memangnya apa yang kau ingin lakukan sebenarnya?"
"Kau tidak ingin dekat-dekat dengan cowok kan? Aku hanya sedikit menjaga jarak karena kau nanti tersinggung"
"Tersinggung seperti apa contohnya?", Tanya kembali Mayumi
"Seperti aku mengajakmu memakan makananku karena aku ada niatan lain, seperti aku hanya ingin dekat denganmu mungkin?"
"Apa kau berpikiran seperti itu sekarang?"
"Tidak"
"Nah, makanya. Aku berani berbicara denganmu karena aku tahu kalau kau belum tahu tentangku. Jadi aku menganggap kau memberikan ku kotak makanan mu karena memang kau ingin menolong ku, bukan karena hal yang lain"
"Yah, masuk akal sih. Tapi jujur saja, aku sudah tahu beberapa tentang mu"
"Benarkah? Seperti apa contohnya?"
"Kau jarang berbicara dengan cowok lain, kau populer tahun lalu di kalangan para cowok. Bahkan beberapa cowok menyatakan perasaannya kepada mu"
"Yahh, itu benar sih. Tapi kau tahu? Aku punya alasannya itu semua"
"Ehh... Baiklah, aku tidak bertanya lebih jauh lagi"
"Eh? Aku baru menemukan seseorang yang rasa keingintahuannya tidak begitu tinggi"
"Yah, itu masalah pribadi mu kan? Kenapa aku harus ikut campur?"
"Benar juga, aku cukup terkesan kepadamu"
"Haha, kau bercanda yaa. Oh iyaa, bagaimana dengan bukunya? Jam istirahat hampir saja selesai, kau harusnya cepat menemukan buku mu!"
"Ahhh! Aku terlalu sibuk berbicara denganmu sampai aku melupakan tujuanku yang sebenarnya! Baiklah kalau begitu, terima kasih atas makanannya! Aku duluan yaa!", Mayumi kemudian berlari dengan terburu-buru, meninggalkan kotak makanan kosong yang bahkan belum dibereskan sebelumnya
"Ah, sepertinya buku itu benar-benar penting baginya. Mudah-mudahan dia mendapatkannya segera", kata Haru sambil merapikan kotak makanannya
__ADS_1