
Seperti yang dikatakan Mayumi sebelumnya, saat jam pulang mereka berdua akhirnya menuju ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa baju. Untuk menuju kesana, mereka harus naik bus dan menunggu sekitar 10 menit untuk sampai di pusat perbelanjaan
Di dalam bus, Haru bertanya kepada Mayumi, "Mayumi, apa tidak masalah kita memakai baju sekolah seperti ini ke sana?"
"Tentu saja tidak. Kecuali kau merasa malu menggunakan baju sekolah mu"
"Bukannya kau yang terlalu pede menggunakan seragam sekolah mu?"
"Haha, aku dan Rin memang selalu seperti ini jika kami ingin berbelanja sebelum pulang. Jadi bisa dibilang aku mungkin sudah terbiasa"
"Huff... Baiklah baiklah"
Di tengah perjalanan, Haru mengabari adiknya, yaitu Izanami bahwa dia akan pulang terlambat untuk hari ini
[Izanami : Baiklah. Tapi sebelum pulang, belikan aku es krim!]
Tak terasa, mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan. Haru seketika kebingungan melihat mall begitu ramai. Bahkan lebih ramai dari saat Haru berkunjung untuk pertama kalinya. Haru lalu bertanya kepada Mayumi
"Mayumi, apa cuman perasaanku atau tempat ini memang lebih ramai dari biasanya?"
"Apa yang kau katakan Haru? Hari ini kan sudah memasuki akhir pekan. Wajar saja kalau tempat ini lebih ramai daripada biasanya"
"Ah, kau benar juga. Aku tidak sadar soal itu", jawab Haru sambil melihat tanggal di jam pintarnya
"Kalau begitu, ayolah. Aku khawatir orang-orang akan semakin ramai jika kita terus disini", Mayumi kemudian pergi meninggalkan Haru di belakang, tapi bukannya menuju ke dalam mall, ia malah menuju ke arah lain
"Hei, bukannya kita mau ke sana? Kenapa kau malah ke arah situ?"
"Kita tidak masuk ke dalam. Tokonya hanya berada di luar mall, disana ada pasar loak yang lumayan ramai juga. Jadi ayolah, kita tidak boleh ketinggalan!"
(Huff... Sepertinya ini bakalan menjadi sulit)
Masuk di daerah pasar loak. Disana mulai ramai orang-orang yang ingin berbelanja beberapa kebutuhan mereka. Untungnya mereka berdua dapat sampai di toko yang Mayumi maksud
Sampai disana, Mayumi segera melihat-lihat pakaian yang ada. Sayangnya walaupun toko itu terlihat cukup besar, tapi toko itu hanya menyediakan baju-baju khusus wanita. Haru tidak melihat adanya pakaian yang dipakai khusus pria
Menunggu diluar, Haru melihat orang-orang yang lalu lalang di hadapannya melihat pakaiannya begitu saja. Haru yang sensitif terhadap pandangan orang-orang itu hanya bisa bermain smartphone nya
Kebetulan di saat yang bersamaan, Misaki, si penjaga perpustakaan mengirimkan sebuah pesan. Isinya tak lain adalah menanyakan kabar Haru
[Misaki : Haru, apa yang sedang kau lakukan sekarang? Apa kau sudah berada di rumah?]
[Haru : Yah, aku sedang di luar sih, kau tahu gadis yang kau temani bicara saat di perpustakaan? Aku menemaninya berbelanja]
[Misaki : Eh! Namanya Mayumi kan? Apa hanya kau berdua saja?]
[Haru : Begitulah, dan lebih parahnya lagi aku belum mengganti pakaian ku]
[Misaki : Waduh, haha. Kalau begitu kau harus tetap semangat! Oh iya, ngomong-ngomong apa aku mengganggu kalian berdua?]
[Haru : Tidak, tidak sama sekali. Mayumi berada di dalam sedang memilih pakaiannya, sedangkan aku menunggunya di luar]
[Misaki : Syukurlah kalau begitu, soalnya aku ingin menanyakan mu satu hal]
__ADS_1
[Haru : Apa itu?]
[Misaki : Soal bekal yang setiap hari kau bawa. Awalnya aku kira kau hanya membawanya sesekali saja. Tapi ternyata kau membawakan ku tiap hari]
[Haru : Mumpung aku membuat bekalku, jadi sekalian saja aku juga membuatkan untukmu. Lagian lebih banyak orang yang makan bersama ku menurutku itu juga semakin baik]
[Misaki : Tapi aku tidak bisa memberimu apa-apa. Mungkin jika itu diuangkan, aku sudah memiliki banyak hutang padamu]
[Haru : Apa yang kau pikirkan? Aku sendiri yang memutuskan ini, jadi kau tidak perlu merasa bersalah]
[Misaki : Kalau begitu, bisakah kau mengajarkan ku memasak? Memang malu untuk kukatakan, tapi aku sudah banyak belajar memasak semenjak kau membawakan ku bekal, tapi semuanya tidak berjalan dengan baik]
[Haru : Kalau aku sendiri mungkin tidak masalah, asalkan aku ada waktu. Memangnya kapan kau akan belajar mulai memasak?]
[Misaki : Terserah kau saja! Aku bisa kapan ku yang kau mau]
[Haru : Hmm, baiklah aku akan pikirkan nanti]
[Misaki : Hehe, terimakasih ya! Aku berjanji tidak akan merepotkan mu!]
[Haru : Haha, tidak usah sopan begitu. Seperti yang kau pernah bilang, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit kan?]
[Misaki : Hehe, kau benar juga. Kalau begitu, aku duluan yaa, aku ada tugas yang ingin ku kerjakan]
Semenjak saat itu, Haru tidak lagi membalas pesannya untuk sementara. Melihat pesan terakhir Misaki, ia juga teringat akan tugasnya yang belum dikerjakannya
(Sepertinya aku juga harus mengerjakan tugas ku malam ini)
Tepat di sampingnya, datang Mayumi keluar dari toko. Tapi bukannya membawa beberapa barang, ia hanya keluar dari tangan kosong
"Bukan begitu, aku bingung mau beli baju yang mana. Apa kau bisa menolongku memilih pakaian?"
"Aku? Apa kau tidak salah? Aku bahkan tidak tahu selera mu seperti apa"
"Masuk saja, kau belum bisa mengatakan hal itu sebelum kau melihatnya"
"Ah, iya deh iyaa"
Masuk ke dalam, mereka berdua melihat-lihat pakaian yang ada disana. Sebelum menentukan baju yang dipilih oleh Haru, ia bertanya kepada Mayumi. "Memangnya baju seperti apa yang kau inginkan?"
"Hmm, mungkin baju yang nyaman dipakai saat keluar rumah"
"Hmm, kenapa tidak kau memilih pakaian yang sesuai dengan karakter mu? Tomboi misalnya"
"Huh, kau ingin aku menggunakan pakaian yang seperti laki-laki?"
"Bu-bukan begitu. Misalnya seperti ini, kau menggunakan jaket kecil yang hanya sampai di perutmu dan kain panjang sebagai **********"
"Hee... Aku tidak tau kalau selera mu seperti itu"
"Aku tidak bilang kalau ini adalah seleraku. Kalau kau menanyakan bagaimana seleraku, mungkin aku lebih suka yang polos. Kau tahu? Tanpa banyak warna di bajunya"
"Baiklah, aku kira aku sedikit mendapatkan gambarannya. Kalau begitu tunggu aku di luar, aku akan menyusul nanti"
__ADS_1
Di luar, orang-orang semakin ramai. Matahari semakin menghilang di atas langit, dan lampu-lampu sudah dinyalakan di beberapa toko. Haru cukup khawatir tentang bagaimana ia bisa keluar dari kerumunan banyak orang
Mayumi selesai dengan belanjaannya, seketika ikut khawatir dengan banyaknya orang yang lewat. Tidak ada pilihan lain, Haru mengusulkan untuk terobos melewati semua keramaian
"Tapi bagaimana caranya? Kita mungkin akan berpisah!"
"Kalau begitu, pegang tanganku! Aku yang akan berjalan di depan!"
"Eh!?"
Tanpa berpikir panjang, ia memegang tangan Mayumi dengan begitu kencang. Melewati beberapa orang yang semakin lama semakin ramai. Sementara itu, Mayumi berfokus dengan genggaman tangannya Haru. Ia tidak menyangka kalau mereka berdua berpegangan tangan seperti saat ini
(Tangannya, benar-benar hangat) pikir Mayumi
Ia melihat wajahnya Haru dari samping ketika menerobos orang-orang yang dihadapannya. Memasang wajah yang begitu serius, mungkin untuk pertama kalinya Mayumi melihat wajah Haru seserius itu
Sesampainya di perhentian bus. Semuanya baik-baik saja, kecuali dengan kakinya kanannya Mayumi. Mereka kemudian duduk di sana dan Haru kemudian memeriksa kakinya itu
"Hei, kenapa dengan kaki mu itu!", Kata Haru dengan cemas
"Ti-tidak apa-apa kok! Ini hanya luka kecil"
"Luka kecil? Tidak mungkin. Aku buka sepatumu yaa, aku ingin melihatnya lebih jelas"
Membukanya, Haru sudah menduganya kalau kaki kanannya Mayumi terkilir, itu bisa dilihat dari memar di pergelangan kakinya
"Ah, aku mohon maaf Mayumi. Sepertinya aku jalan terlalu cepat yaa"
"Eh, tidak masalah kok! Haha, aku terbiasa dengan hal semacam ini di tempat latihan. Kau tidak perlu khawatir"
"Tapi tetap saja, kalau dibiarkan akan semakin parah"
Bus kemudian datang, dan Haru segera membantunya berjalan menaiki bus. Di dalam bus, Haru bertanya kepada Mayumi
"Apa kaki mu semakin sakit?"
"Yah, setidaknya tidak terlalu parah"
"Kau tidak bisa berjalan untuk sementara. Biarkan aku yang mengantar mu pulang"
"Tapi bagaimana?"
"Tentu saja, aku akan menggendong mu"
"Apa kau tidak masalah dengan itu?", Tanya kembali Mayumi
"Aku yang membuat mu seperti ini, tentu saja aku akan bertanggung jawab"
Mayumi hanya diam mendengar jawaban Haru, ia tidak menyangka kalau sekali lagi ia merepotkan Haru. Padahal selama ini, Haru melakukan yang terbaik untuknya
Larut dalam pikirannya, ia tidak sadar kalau Haru ternyata tertidur di sampingnya. Mengambil kesempatan itu, ia melihat Haru lebih dekat
"Jadi, begini wajah laki-laki kalau sedang tertidur yaa", kata Mayumi sambil melakukan apa yang sering ia lakukan
__ADS_1
...
...