
"Fiuuhh, akhirnya hari pertama telah usai", kata Haru dengan rasa lega. Bel tanda pulang juga sudah berbunyi, rasa ngantuk yang ia rasakan selama jam pelajaran tiba-tiba hilang begitu saja.
Akihiro, temannya yang duduk tepat di depannya itu pamit kepada Haru untuk pulang lebih cepat, karena ia ingin jalan-jalan bersama pacarnya. Sedangkan Haru sendiri merencanakan untuk menuju ke perpustakaan sebelum pulang ke rumahnya
Merapikan bukunya, ia kemudian di datangi oleh Mayumi. Perempuan dengan rambut warna hitam terang itu datang dengan bermaksud mengabari mengenai bukunya
"Haru! Terimakasih yaa atas pertolonganmu!", Kata Mayumi sambil memegang buku hariannya itu di tangan kanannya
Haru sedikit terkejut dengan ucapan terimakasihnya itu. Penasaran, ia kemudian bertanya lebih lanjut
"Oh! Akhirnya kau dapat juga yaa! Baguslah, tapi jangan berterimakasih kepada ku. Soalnya, aku tidak membantumu apa-apa"
"Tidak, kau salah. Seperti yang kau katakan tadi, pikiranku bisa lebih tenang ketika kau menyarankan dan memberikan kotak makanan mu itu. Kalau bukan karena mu, mungkin aku tidak dapat berpikir jernih waktu itu"
"Ah, haha. Baiklah baiklah, syukurlah kalau kau menemukannya", kata Haru dengan tertawa kecil
"Oh iya ngomong-ngomong, apa tadi itu ada masakan buatan mu?", Tanya kembali Mayumi
"Ah, maksudmu bekal ku tadi ya? Sayangnya bukan, yang kau makan itu adalah masakan buatan ibuku. Walaupun aku merasa tidak enak karena ia telah membuat dua kotak bekal, mungkin besoknya aku sendiri yang buat"
"Kau sendiri? Memangnya kau pandai memasak yaa Haru?"
"Yah, mungkin sedikit sih. Soalnya aku sudah terbiasa membuat bekal ku sendiri, jadi aku bisa menyesuaikan seleraku"
"Oh, aku penasaran dengan masakan buatan mu seperti apa, haha"
"Haha, jangan terlalu berekspektasi tinggi. Aku bahkan tidak percaya dengan masakan ku sendiri"
"Haha, jangan begitu lah. Oh, iya aku lupa kalau aku ada kegiatan setelah ini. Kalau begitu, aku duluan yaa! Soalnya habis ini aku ada latihan bela diri
"Eh!? ahh, baiklah!"
(Aku baru ingat, kalau Akihiro pernah menyinggung soal Ayumi yang pandai bela diri. Sebaiknya aku berhati-hati ketika bersamanya)
Sebelum berdiri dari bangkunya, Haru menyadari bahwa ia melihat selembar kertas yang tepat berada di bawah bangkunya itu. Isinya adalah tempelan yang berisikan beberapa foto-foto seorang perempuan yang difoto secara sembunyi-sembunyi. Beberapa foto juga berisikan foto mereka berdua
"Sepertinya aku mengetahui perempuan di foto ini? Bukannya ini adalah salah satu teman kelasku yaa!? Tapi sayangnya aku belum tahu nama si perempuan di foto ini", kata Haru
Di bawahnya ada tulisan tangan 'aku mencintai temanku ini!' — 'cinta dan selamanya!'. "Aww, mungkin perempuan ini adalah sahabatnya Mayumi? Aku baru lihat Mayumi yang katanya tomboi oleh Akihiro ternyata mengeluarkan sisi imutnya juga.Baiklah, lebih baik aku berikan padanya nanti"
__ADS_1
Haru kemudian menaruh kertas itu di dalam tasnya dan bergegas menuju ke perpustakaan di sekolahnya
Sesampainya di sana, ia menemukan perpustakaan yang kosong, hampir tidak ada orang sama sekali disana, kecuali si penjaga perpustakaan yang sedikit lebih pendek darinya
Gadis itu terlihat sangat pemalu, itu bisa dilihat dari dia yang memakai sweater, dan wajahnya tidak terlihat begitu bersemangat. Haru bertanya kepada gadis itu untuk mengetahui mengenai koleksi novel di perpustakaan
"D-di lorong empat", kata gadis itu
Dia mengeluarkan suara yang begitu kecil, bahkan gadis itu tidak berani untuk memandang wajahnya. Haru kemudian mengikuti arahan si penjaga perpustakaan tadi
"Ah, ini dia! Judulnya 'di alam sadar?', hmm mungkin ini menarik untuk dibaca"
Haru duduk, dan kemudian membaca satu persatu halaman secara penuh dan berusaha memahami setiap kata yang baca. Tapi sayangnya, konsentrasinya itu tidak bertahan lama
Haru baru membaca hingga 3 halaman, dan membuka halaman-halaman yang lain sambil membacanya dengan singkat
"Yang benar saja!? Semuanya hanya berisikan huruf? Tidak ada ilustrasi sedikitpun? Dan aku harus membuatnya seperti ini!?"
"Ahh... Sepertinya ini bakalan menjadi sulit bagiku untuk mulai menulis cerita"
Karena moodnya semakin turun, Haru memutuskan untuk membaca sinopsisnya yang berada di bagian buku itu. Intinya buku itu menceritakan mengenai seorang gadis yang dapat berpindah antara realita dan dunia bawah sadarnya. Apapun yang ia lakukan di alam bawah sadarnya, hal itu akan terjadi di dunia realita
"Seandainya novel ini memiliki adaptasi komik atau filmnya, mungkin akan lebih menarik lagi"
"Tunggu dulu..."
"Ah, itu dia! Mungkin sebaiknya aku memulainya dengan menonton film, anime atau membaca komik. Mungkin itu akan sedikit membuat ide cerita ku akan muncul"
Semangatnya kembali muncul untuk memulai menulis cerita barunya itu. Ia percaya diri kalau ia dapat melakukannya hingga selesai
Di koridor sekolah, ia sekali lagi bertemu dengan Mayumi masih dengan rambut ponytail nya. Bedanya, sekarang wajahnya di penuhi oleh keringat yang cukup jelas di bawah sinar matahari sore
Melihat itu, Mayumi langsung menyapanya sekali lagi dan bertanya mengenai alasannya ia masih tinggal di sekolah
"Ah, tidak kok. Aku hanya membaca beberapa buku di perpustakaan tadi", jawab Haru
"Eh, memangnya mengapa kau ke perpustakaan? Perasaan tidak ada tugas di pertemuan hari ini"
"Eh, bukan kok! Bukan soal tugas, aku hanya iseng-iseng untuk membaca buku yang ada di sekolah ini, hehe"
__ADS_1
"Oh, sepertinya kau suka membaca buku yaa"
"Tidak begitu juga kok. Oh iya bicara soal buku, aku menemukan potongan kertas dari buku mu mungkin?", Kata Haru sambil membuka tasnya
"Eh, kenapa kau yakin itu dari buku ku?"
"Soalnya, terdapat nama mu di kertas ini dan foto mu dengan teman kita. Lihatlah!"
Menerima kertas dari Haru, wajah Mayumi tiba-tiba memerah dan tersipu malu ketika ia tahu bahwa salah satu rahasianya itu diketahui oleh orang yang baru saja sekolah di sana
"Tidak, tidak mungkin!? Kau sudah melihatnya", kata Mayumi
"Yaa, begitulah"
Tanpa berpikir cepat, Mayumi melepaskan tendangannya tepat di wajah Haru. Dengan cepat, Haru menangkis tendangannya dengan tangan kanannya. Serangan dari kakinya membuat angin di sekitarnya berembus dengan cepat, hingga dapat menggoyangkan rambut Haru. Sontak, refleks dari Haru membuat Mayumi terkejut
(Kenapa bisa! Baru kali ini aku menemukan orang yang dapat menahan tendangan ku!), Pikir Mayumi
Haru kemudian berusaha menenangkannya, "hei, aku tahu kalau kau malu jika rahasia mu diketahui oleh orang lain, tapi kita bisa membicarakan hal ini baik-baik!"
Tidak puas karena tendangannya dapat ditangkis, Mayumi memukul pinggang sebelah kirinya Haru dengan tangan kanannya, serangan itu bisa dihindari dengan mudah oleh Haru
"Kena kau!", Kata Mayumi dengan penuh percaya diri
Ia melanjutkan dengan menargetkan wajahnya dengan tangan kirinya. Sontak, Haru menundukkan sedikit wajahnya, menangkap tangan kirinya itu dengan tangan kirinya, memutar lengannya dan kemudian melakukan serangan balasan dengan memukul Mayumi tepat di wajahnya.
Dengan sengaja, ia memberhentikan pukulannya itu tepat di depan wajahnya Mayumi dengan harap ia dapat berhenti melakukan serangannya. Angin yang dihasilkannya pun jauh lebih kuat dari tendangan milik Mayumi tadi. Karena hal itu, Mayumi merasa menyerah untuk pertama kalinya
"Sudahlah Mayumi. Apakah tujuan seni bela diri itu digunakan untuk hal semacam ini!?"
Haru melepaskan semua tengan Mayumi dengan pelan. Mayumi sendiri dengan perasaan yang masih syok bertanya kembali kepada Haru, "kau, kenapa bisa kau bisa menangkis semua serangan ku?"
"Gampang saja, semua orang pasti akan melakukan hal yang sama jika seperti kau. Bahkan aku sendiri akan melakukan persis seperti apa yang kau lakukan"
(Hanya sebatas itu!? Tidak mungkin, dibalik tubuhnya yang terlihat biasa saja, ia memiliki mental yang kuat), pikir Mayumi
"Sudah kubilang kan, aku bisa jelaskan semuanya Mayumi! Aku tahu, kau pasti akan malu dengan semua ini, tapi kita masih bisa bicarakan hal ini baik-baik!"
"Hump! Palingan kau akan langsung menyebarkan besok tentang kejadian ini", kata Mayumi sambil pergi dengan membawa kertas tersebut, meninggalkan Haru sekali lagi dalam keadaan yang bingung
__ADS_1
"Kemarin, adikku Izanami. Sekarang ini lagi!? Aku hanya dapat berharap agar tidak mendapatkan masalah lebih dari ini"