Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Ibu dan anak


__ADS_3

Ketika semuanya sudah selesai makan. Haru dengan antusias mencuci piringnya. Tentunya, ibu barunya ikut membantunya untuk merapikan semua peralatan makanannya. Sementara ayahnya dan adiknya yaitu Izanami, menuju ke kamarnya masing-masing. Meninggalkan Haru dengan ibunya


Hanya berdua dengan ibunya, membuat Haru tidak tahu harus mengatakan apa. Untungnya, ibunya itu menyadari hal itu dan mulai mengajaknya berbicara


"Jadi, apa kau sering melakukan hal ini sebelumnya?", Tanya ibunya sambil merapikan beberapa piring


"Eh? Maksudnya cuci piring yaa? Yahh, haha begitulah! Maksudku, ibu tahu kan kalau ayah jarang pulang akhir-akhir ini. Jadi hanya aku yang mengurus rumah", jawab Haru dengan canggung


"Begitu kah, setidaknya ibu akan merasa aman jika kalian berdua berada di rumah ini"


"Berdua? Maksudnya dengan perempuan itu?"


"Yah, Izanami. Untuk jaga-jaga saja, soalnya ibu dan ayahmu memang di tempatkan di tempat yang sama saat kerja. Jadi mau tidak mau jika ada panggilan pekerjaan di luar daerah, kami berdua akan langsung meninggalkan kalian berdua"


"Ah... Jangan khawatirkan soal itu. Aku malah lebih mengkhawatirkan keberadaan ibu jika nantinya hanya berdua bersama ayah"


"Eh? Memangnya kenapa Haru?"


"Yah, harusnya ibu tahu apa yang dilakukan ayah sebelum memasuki pekerjaan seperti sekarang. Aku khawatir nantinya ayah hanya akan membuat ibu semakin kesusahan"


"Oh, haha. Tenang saja, aku akan selalu mengawasinya. Ibu harap kau melakukan hal yang sama dengan adikmu nanti"


"Baiklah ibu!", Jawab Haru, walaupun ia sendiri masih ragu apakah dia bisa memenuhi ekspektasi ibunya itu


Pekerjaan mereka berdua akhirnya selesai juga. Semua piring dan beberapa alat makanan juga sudah berada di tempatnya. Haru berniat untuk menuju ke kamarnya, tapi ibunya memberikan satu pesan terakhir sebelum Haru menuju ke kamarnya


"Izanami itu..."


"Eh? Apa yang ibu katakan?"


"Izanami... Kau tahu kan, waktu kita makan tadi. Izanami terlihat tidak terlihat tidak begitu senang di hadapanmu, bahkan ia masih memasang wajah datarnya"


"Eh!? Ah, soal itu yaa? Tenang saja ibu. Aku masih menganggap hal itu adalah hal yang wajar. Mungkin dia perlu sedikit beradaptasi dengan kami?"


"Tidak, memang begitulah sikapnya selama ini. Dia kurang begitu menampakkan ekspresinya kecuali dengan teman-temannya. Dia mungkin begitu sulit dimengerti tapi sebagai ibunya aku tahu kalau dia itu sangat senang ketika dia punya saudara baru"

__ADS_1


"Kenapa dia senang? Maksudku, kenapa ibu tahu kalau dia merasa senang? Dia mungkin saja senang akan hal lain bukan?", (Seperti akhirnya dia bisa menemukan seseorang untuk dimarahin kalau moodnya sedang buruk)


"Kau mungkin benar. Tapi ia pernah curhat sesekali saat ia tahu kalau aku akan menikah. Dia berharap kalau ia bisa menemukan saudara angkat, dia mungkin merasa kesepian karena hubungan keluarga kami sebelumnya sangatlah buruk. Mungkin saja dia butuh tempat curhat selain ibumu ini"


"Ah. Baiklah, kalau memang seperti itu yang dikatakan. Aku akan berusaha yang terbaik untuknya"


"Berbicaralah dengannya. Mungkin dia akan terbiasa jika kau sering berbicara denganmu"


Setelah itu, Haru kembali di kamarnya. Sambil memikirkan bagaimana ia menjalin hubungan saudara dengan adiknya itu


(Huff... Berbicara dengannya yaa... Bukannya aku tidak mau, melihat wajahnya yang sama sekali tanpa ekspresi itu membuatku semakin merasa kalau berbicara dengannya hanya sia-sia saja)


(Bodo amatlah... Yang lebih penting, aku harus mempersiapkan semua barang-barang sekolah ku untuk kupakai besok)


Setelah semuanya selesai, sebenarnya Haru bisa saja untuk tidur. Tapi karena ia sekali lagi merasa kesulitan untuk tidur, jadi ia memilih untuk membuka sosial media yang bernama "TapMe". Di sana, Haru memiliki banyak teman virtual yang memiliki hobi yang sama. Bermain game, menonton film, anime, musik, dan masih banyak lagi. Disana juga ia meme berupa foto ataupun video yang membuat moodnya kembali membaik


Tidak memakai sistem 'follow', aplikasi itu memakai sistem pertemanan. Intinya, jika ada dua orang yang berteman, maka mereka berdua dapat melihat postingan masing-masing temannya. Tentunya hal ini yang membuat Haru semakin larut dalam menghabiskan waktunya berselancar di internet


Di tengah-tengah ia melihat berandanya. Ia menemukan salah satu postingan mengenai profitnya di bidang menulis cerita. Menurut postingan tersebut, ia hanya perlu rajin mempromosikan ceritanya, dan rajin untuk selalu mengupdate ceritanya agar ceritanya tetap ramai pembaca


Ia kemudian mematikan hp nya, menyimpannya tepat di sampingnya, dan berbaring sambil melihat ke langit-langit kamar


(Cerita kah, memangnya darimana aku harus mulai yaa?)


Larut dalam pikirannya, ia tiba-tiba saja mendengar ketukan pintu, membuat Haru sedikit terkejut ketika mendengarnya. "Ahh... Masuklah, pintunya tidak terkunci"


Haru mengira jika di depan pintunya itu adalah ayahnya, jadi ia merasa tidak begitu terganggu dengan dirinya yang hanya memakai celana pendek dengan telanjang dada


Tapi, dugaan itu salah karena yang datang adalah adik barunya, yaitu Izanami. Membuka pintu, wajah Izanami seketika memerah ketika melihat Haru yang hanya berpakaian celana pendek berwarna hitam. Seketika ia kembali menutup pintu tersebut


Haru juga yang merasa terkejut bahwa yang datang adalah Izanami, ia hanya panik dan dengan cepat memakai pakaiannya kembali. Untungnya mereka berdua tidak berteriak, jadi orang tuanya tidak mengetahui hal tersebut


Haru kemudian membuka pintu kamarnya, dan melihat Izanami yang bersandar di dinding tepatnya di samping pintunya. Dengan keadaan yang sedikit canggung, Haru berusaha memperbaiki suasana


"Uh... Ah, maaf. Aku tidak tahu kalau kau yang datang"

__ADS_1


"Huh? Aku kira kau ingin menggodaku dengan berpakaian seperti itu", kata Izanami dengan memasang wajah menjijikan di hadapan Haru


Melihat hal itu, Haru merasa sedikit kesulitan untuk berbicara dengan adik barunya itu. Walaupun begitu, Haru mencoba menjelaskan semuanya


"Dengar, itu benar-benar tidak disengaja. Aku terbiasa tinggal dengan ayahku, jadi aku masih terbiasa membuka bajuku hanya sekedar untuk menghilangkan keringatku"


"Sudahlah jangan dibahas lagi, dasar menjijikkan. Lagipula aku datang hanya untuk ingin berbicara denganmu sebentar"


"Kalau begitu, mungkin akan lebih baik jika masuk ke kamarku", kata Haru yang berusaha tenang di hadapan adiknya


"Huh, lalu kau mengunci kamar mu dan kau akan melakukan hal yang aneh-aneh kepadaku? Tidak, tidak sama sekali!"


"Ahghh... Ayolah, itu tadi murni kecelakaan!"


"Tidak, aku belum sepenuhnya percaya padamu"


"Huufff... Baiklah, ok? Baiklah. Ehh... Jadi mari kita selesaikan secepatnya, aku hanya ingin cepat-cepat istirahat malam ini. Jadi apa yang kau inginkan padaku"


"Kau akan pergi sekolah besok, kan? Aku harap di sekolah nanti, kita tidak terlalu banyak berbicara di sana"


"Kau kan memang lebih muda satu tahun dariku, kelas kita juga pasti tentu jauh. Jadi pasti di sekolah kita akan jarang berbicara, bukan?"


"Bukan cuman sekolah, di luar sekolah juga! Apapun itu, selain di rumah... Aku harap kita seperti orang asing"


"Uhh... Ok, baiklah. Kalau itu maumu". (Lagian, untuk saat ini pasti dia akan selalu bersikap seperti ini jika aku terus berusaha berbicara dengannya)


Haru kemudian bertanya kembali, "apa cuman itu yang kau ingin katakan?"


Izanami memperbaiki rambut pendeknya, lalu menjawab. "Yah, untuk sekarang... Sebenarnya ada banyak hal yang ingin kutanyakan. Tapi melihat sikap mu seperti ini, mungkin lain kali saja"


Haru kemudian menyangkal, "hei, berapa kali harus kukatakan kalau itu adalah kecelakaan?"


Izanami masih dengan wajah datarnya itu, hanya kembali ke kamarnya sambil mengatakan. "Yah, memang semua laki-laki yang kutemui tidak lebih hanya seperti kau. Tidak ada yang berbeda"


Izanami langsung menutupi kamarnya dan meninggalkan Haru sendirian di luar dengan perasaan yang masih bingung dan syok dengan perkataan Izanami barusan

__ADS_1


"Ahh... Ada banyak hal yang terjadi hari ini. Mungkin sebaiknya aku tidur, walaupun tidak pasti apakah aku benar-benar bisa tidur atau tidak"


__ADS_2