Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Sahabat


__ADS_3

Haru pulang ke rumahnya dengan rasa lemas yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Sesampainya di rumah, ia disambut oleh ibunya itu. Di ruang utama ada Izanami, adiknya yang sedang asyik menonton film kesukaannya di salah satu siaran TV


"Tumben kau pulang lebih lama Haru, memangnya ada urusan di sekolah ya?", Kata ibunya


"Ah, tidak kok ibu. Aku hanya mampir ke perpustakaan sekolah tadi, ada hal yang ingin kulihat disana"


"Oh! Aku tidak tahu kalau kau sering ke perpustakaan sebelumnya!"


"Haha, hanya sekali-kali kok!"


"Kalau begitu, tunggu sebentar yaa. Aku akan siapkan makan malam untuk kalian berdua", kata ibunya sambil menuju ke dapurnya untuk memulai masakannya


Sementara itu, Izanami yaitu adiknya Haru kemudian bertanya kepada Haru


"Hee... Perpustakaan yaa, atau jangan-jangan kau bertemu dengan perempuan itu"


"Huh? Perempuan? Maksudmu perempuan yang yang kutemui saat jam istirahat di belakang sekolah?"


"Memangnya siapa lagi?"


"Aku tidak begitu dekat dengannya sih. Eh tunggu dulu, kenapa kau tahu tentang perempuan itu?"


"Aku memang tidak sengaja melihat mu saat jam istirahat, dan sepertinya kalian berdua kelihatannya sangat dekat yaa. Atau jangan-jangan kau memang seperti itu dari dulu"


"Yah, tidak juga sih. Aku sudah bilang kan kalau bekal mu akan ku bagikan dengan temanku. Karena kebetulan dia memang belum makan waktu itu, yaa aku tawarkan bekal itu"


"Huh, apa perkataan mu itu dapat dipercaya?"


"Aku tidak meminta mu untuk mempercayai ku. Itu hak mu untuk percaya atau tidak", kata Haru sambil menuju ke kamarnya. Haru tahu kalau ia teruskan, ujung-ujungnya ia akan bertengkar dengan adiknya


Makan malam telah siap, dan waktunya untuk mereka bertiga untuk menyantap menikmati makanannya itu. Sambil makan, ibunya menanyakan mengenai bekalnya


"Makanannya enak kok ibu! Dan untungnya Izanami juga menyukainya, kan?" Kata Haru


Izanami terkejut mengenai jawabannya Haru. Karena terlanjur sudah dikatakan oleh kakaknya itu, Izanami hanya mengiyakan saja


"Rasanya juga enak kok ibu!", Lanjut Haru


"Syukurlah! Ibu senang mendengarnya!"


"Tapi ibu, besok dan seterusnya biarkan aku saja yang membuatnya yaa?"


"Eh, kenapa?"


"Bukannya apa, tapi aku merasa tidak enak kalau ibu terus yang membuatkan kami makanan. Biarkan untuk bekal besok aku saja yang membuatnya", tawar Haru


"Oh, baiklah. Lakukan apa yang kau suka Haru, sekalian saja buatkan untuk Izanami. Mungkin dia juga menyukainya masakan mu itu"


"Uh... Ah, baiklah"


Di depan kamarnya. Haru ditegur oleh adiknya, Izanami. "Mengapa kau harus berbohong kepada ibu!", Kata Izanami

__ADS_1


"Memangnya aku harus mengatakan apa?"


"Bilang sejujurnya saja langsung kepada ibu mengenai kalau aku tidak menginginkan bekal itu. Aku tidak mau dilihat oleh teman-teman ku nantinya", jawab Izanami


"Dan menyakiti perasaan ibu! Tidak, aku tidak mau hal itu terjadi. Aku memang tidak suka dengan kebohongan, tapi aku memilih itu daripada harus menyakiti perasaan ibuku"


Mendengar jawaban itu, Izanami tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya mengatakan, "dasar bodoh!" Dan menutup pintunya. Di balik pintu, ia hanya merenungkan mengenai apa yang barusan dikatakan kakaknya


Sementara itu, Haru membuka website yang berisikan novel-novel buatan orang lain. Website yang menurut postingan kemarin adalah tempatnya menulis novel


"Mari kita lihat"


Haru menjelajahi website tersebut, tapi yang ditemukan oleh Haru berisikan novel-novel dewasa. Di setiap sinopsisnya memiliki peringatan 18+ dan 21+. Isinya juga rata-rata tidak memakai kata-kata yang baku, padahal setahu Haru, untuk membuat novel harus memperhatikan kata yang akan digunakan


"Atau jangan-jangan di website ini memiliki aturannya sendiri? Atau memang novel ini memiliki gaya bebas yaa? Selain itu, kenapa di website ini kebanyakan ceritanya mengenai CEO? Apa memang cerita seperti ini disukai oleh pembaca disini?"


Untungnya, disana masih ada beberapa novel yang berisikan novel seperti pada umumnya, Haru ingin membacanya, tapi sepertinya ia masih tidak kuat untuk melihat yang isinya hanya berupa kata-kata. Jadi dia hanya sebatas membaca sinopsisnya, hingga ia menemukan novel yang berjudul 'ReWorld!' yang membuatnya tertarik untuk sedikit membacanya


"Huh, cerita yang menarik. Sepertinya tentang dunia game kan? Atau aku salah tebak yaa?"


Haru membacanya sampai 5 bagian. Ia tidak mau melanjutkan karena ia ingin menyimpannya untuk nanti. Sejauh ini, hanya novel itu yang membuatnya tertarik


"Ok okee, kembali ke jalan. Sepertinya aku akan mengambil tema fantasi juga seperti cerita tadi. Tapi masih banyak yang kurang. Misalnya nama, latar, karakter, alur, dan sebagainya"


"Ah, mungkin aku sebaiknya menonton beberapa seri anime yang bertemakan fantasi. Aku harap, aku bisa mendapatkan sedikit pencerahan mengenai jalan cerita yang akan ku buat"


Haru melakukan seperti apa yang ia rencanakan. Sayangnya, ia menontonnya hingga larut malam. Haru yang baru menyadari jam tidurnya sudah lewat, ia terpaksa menundanya sampai besok


Keesokan paginya, ia tiba di sekolahnya. Dan sekali lagi Akihiro menyapanya dengan penuh semangat. Kali ini ia bertanya mengenai gadis pilihan Haru. Mayumi


"Tunggu dulu... Hmm, jadi kau bertemu dengannya? Iya kan!?"


"I...ya?"


"Dan kau berbicara dengannya?"


"Tentu saja bukan?"


Akihiro langsung berdiri, memukul mejanya Haru dengan telapak kedua tangannya itu dan meresponnya dengan semangat


"Tidak mungkin! Kau baru sehari disini dan kau bisa langsung berbicara dengannya!? Kau benar-benar sangat beruntung Haru! Itu adalah langkah pertama mu untuk bisa mendapatkan hatinya!"


Haru mengecilkan suaranya dan berbisik kepada Akihiro. "Hei, pelan kan suaran mu! Bisa saja dia akan mendengarnya loh!"


Haru berbalik dan seperti yang barusan ia katakan, Mayumi muncul dari belakangnya Haru dengan wajah yang penuh kesal


"Huh! Sepertinya ada yang membicarakan soal diriku di pagi hari ini!", Kata Mayumi


(Oh, tidak. Sepertinya semuanya sudah terlambat kali ini)


Akihiro yang sudah panik menyadari kalau Mayumi mendengar semua pembicaraannya bersama Haru, hanya bisa terdiam dan duduk di bangkunya sambil mencoba menghindari pandangan Mayumi

__ADS_1


Semua orang di kelas melihat kejadian itu, karena ulah Akihiro. Tentunya Haru juga menjadi pusat perhatian untuk sesaat sampai Mayumi memegang tangan kanannya Haru sambil menariknya keluar kelas


"Sini, ikut aku dulu!", Kata Mayumi


(Oii, oii! Yang benar saja! Semua orang disini melihat kita berdua loh!)


Pasrah, ia hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Mayumi. Mayumi membawanya di tangga sekolah. Tangga antara lantai 2 dan 3. Disana, Mayumi membicarakan soal kejadian kemarin


"Hei, kenapa kau membawaku kesini?", Kata Haru


"Ini soal kemarin, lebih tepatnya saat di dekat perpustakaan. Kau tahu? Kau benar. Mungkin apa yang aku lakukan itu berlebihan padamu. Aku sudah membicarakan hal ini kepada sahabat ku, Rin. Dan yaa begitulah, aku meminta maaf"


"Ah, tidak usah dipikirkan. Aku sudah memaafkan mu sebelum kau melakukan hal ini. Hal itu wajar jika rahasia mu itu terbongkar, apalagi rahasia yang sensitif seperti itu", respon Haru


"Respon yang sensitif?"


"Kau bersifat defensif karena kau khawatir orang akan salah paham dengan hubungan kalian berdua. Kau khawatir orang akan menyangka kalian berdua ada pasangan. Apalagi di tambah dengan kata-kata 'menyukai' di salah satu tulisan mu"


"Haru..."


"Jadi, yaa begitulah. Lupakan saja, dan anggap saja kejadian kemarin itu tidak terjadi pada diri kita berdua"


"Tapi bagaimana denganmu Haru? Maksudku, apakah semua itu tidak berlebihan?"


"Jika kau menanyakan padaku, mungkin iya. Tapi itu tergantung pada kalian berdua, karena kalau sudut pandang lelaki. Hal itu benar-benar terlihat aneh. Hei, tapi itu hanyalah pendapatku"


Mayumi menundukkan kepalanya dengan pasrah. "Ahh, kau benar. Tepat seperti yang dikatakan Rin padaku"


"Ada apa dengannya?", Tanya kembali Haru


"Aku pernah memperlihatkan buku itu kepada Rin, tapi ketika melihatnya dia hanya tertawa dan mengatakan kalau aku terlalu berlebihan. Dia memang tidak merasa keberatan dengan isinya, tapi dia juga khawatir kalau buku itu akan membuatnya orang lain menjadi salah paham"


"Kalau begitu, kenapa kau tidak mencoba untuk bergaul dengan laki-laki? Maksudku dalam konteks untuk bersahabat dengannya. Mungkin dia akan lebih tenang"


"Sayangnya itu semua susah terjadi. Aku tahu kalau laki-laki hanya ingin menjalin hubungan denganku lebih dari sekedar teman"


"Ah, kau bergurau ya!? Di kelas kita pasti ada kok yang ingin bersahabat denganmu. Akihiro misalnya"


"Apa kau sedang mengejekku yaa!"


"Eh, ah haha. Tidak, tidak. Baiklah, mungkin aku akan membantu mu mencari orang yang baik, maksudku, dia mungkin ingin bersahabat denganmu. Tapi kau belum mengetahuinya"


"Kalau begitu bagaimana denganmu?"


"Eh!?"


"Kau sudah mendengar banyak kan tentang diriku dari Akihiro. Apa kau tetap ingin bersahabat denganku setelah kau mendengar semua itu?", Tanya Mayumi


"Bicara apa kau ini? Dari awal aku sudah menganggap kau sebagai sahabatku. Kenapa kau masih mempertanyakan hal itu?"


"Eh!?", Seketika wajah Mayumi memerah mendengar hal itu. Ia tidak tahu kalau Haru sudah menganggapnya sebagai sahabatnya, padahal dia hanya baru beberapa kali bertemu

__ADS_1


...


...


__ADS_2