Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Saudara


__ADS_3

Setelah mereka bertiga pulang dari rumahnya Mayumi, lebih tepatnya di tengah perjalanan mereka pulang. Akihiro memasang wajah lesuhnya. Melihat itu Haru hanya menegurnya. "Apa yang terjadi saat kalian berdua berbicara dengan ibunya Mayumi?"


"Semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapanku," jawab Akihiro


"Eh? Kenapa bisa? Apa dia tidak menerimanya kalau kalian berdua berpacaran?"


"Bukan begitu, ibunya terlihat sedikit tidak menerimanya. Aku tidak tahu kalau Akihiro harus menghadapi keputusan yang sedikit tidak adil seperti itu," jawab Sayuri, pacarnya Akihiro dengan perasaan khawatir


"Jadi, apa yang kau lakukan mulai dari sekarang Akihiro?"


"Aku sendiri juga tidak tahu. Tapi sepertinya aku harus berbicara dengan ibuku terlebih dahulu"


"Baiklah. Sepertinya itu ide yang cukup bagus. Bagaimana dengan Sayuri? Apa kau sudah mengenalkannya pada ibumu?"


"Soal itu. Mungkin belum"


"Hah! Apa yang kau katakan? Terus bagaimana kau bisa berbicara dengan ibumu jika kau terus-menerus menyembunyikan pacarmu di hadapan ibumu?"


"Itu juga aku yang ku khawatirkan. Huhh, sepertinya hubungan kami berdua memang benar-benar tidak berjalan dengan lancar," jawab Akihiro dengan berdiam dan bersandar di salah satu dinding toko yang berada di pinggir jalan


"Akihiro! Tenang saja, jangan terlalu dipikirkan. Kita akan cari jalannya bersama-sama" Pacarnya langsung memegang tubuh Akihiro dengan lembut


"Sayuri benar. Kau terlalu awal untuk menyerah. Jangan dipikirkan terlalu berlebihan, aku akan selalu bersedia jika kau memang butuh bantuan ku"


Akihiro hanya tersenyum dan mengatakan. "Uhh... Terimakasih Haru, Sayuri. Aku benar-benar beruntung bisa mengenal kalian berdua. Baiklah kalau begitu, aku akan pikirkan malam ini. Aku jamin aku pasti menemukan jalan keluarnya"


"Nah, ini baru Akihiro yang kukenal. Ah tidak! Kalau begitu aku duluan yaa, lampu penyebrangan sudah hijau. Aku harus kembali ke sekolah dulu karena ada beberapa urusan. Telpon saja aku kalau kau memang butuh bantuan ku," kata Haru sambil menyebrangi jalan


"Yah! Tenang saja, serahkan semuanya saja padaku!"


Di dalam perjalannya menuju ke sekolahnya. Haru memikirkan kata-kata yang barusan yang ia ucapkan kepada Akihiro. "Terlalu awal untuk menyerah kah?"


"Aku yang menyemangati orang untuk tetap bertahan, tapi aku sendiri yang merasa ingin menyerah dalam masalahku. Sepertinya aku terlalu sibuk mengurus masalah orang lain"


"Tidak boleh, Izanami mengatakan padaku untuk tidak pernah memikirkan bunuh diri. Aku tidak boleh mengecewakannya"


Hanya sebatas itu, Haru berusaha sekali lagi untuk bangkit dari keterpurukannya. Walaupun akhirnya ia tidak tahu tentang bagaimana akhirnya, dan sampai sekarang ia tidak tahu harus bagaimana kedepannya mengenai masa depannya


"Tak terasa ia sampai di ruang olahraga. Untungnya, para klub basket masih berlatih di sana. Tentu saja Izanami, yaitu adiknya juga ada disana masih berlatih dengan teman-temannya


Menyadari akan kehadiran Haru, Izanami langsung kembali bersemangat seakan-akan ingin memperlihatkan latihannya kepada kakaknya itu sampai selesai


Selesai dengan latihannya, teman-temannya mengambil air botolnya yang ada di tasnya masing-masing. Kecuali Izanami, bukannya minum ia malah mendatangi kakaknya yang kebetulan hanya ia sendiri yang menontonnya waktu itu


"Jadi, bagaimana? Apa kau selesai dengan urusan mu?" Tanya Izanami


"Ya, begitulah. Bagaimana denganmu? Sepertinya kau masih sibuk"


"Ah, tidak. Kita sudah selesai kok. Tunggu sebentar disini yaa"


(Syukurlah dia cukup ceria hari ini. Aku kira dia malah menjauhiku setelah mendengarkan keluhan ku)


Haru kemudian mendengar percakapan mereka berdua. "Izanami, siapa itu? Apa kau mengenalnya?"


"Ah, itu kakak ku," jawab Izanami dengan mudahnya


"Apa!? Aku tidak pernah mendengar kau punya saudara?" Jawab ketua klubnya yang cukup terkejut mendengar jawaban Izanami. Begitu juga dengan teman-temannya. Mereka terkejut ketika mendengar kalau Mayumi ternyata mempunyai saudara yang juga bersekolah di tempat yang sama

__ADS_1


(Apa yang dia lakukan!?) Pikir Haru saat ia mendengar apa yang dikatakan adiknya itu


Seketika itu para anggota klubnya melihat Haru yang duduk di ujung ruangan. Haru tentunya merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka, tapi berusaha untuk tetap tenang


Dengan cepat Izanami izin pamit dengan teman-temannya dan langsung menarik Haru dengan cepat keluar dari gedung olahraga


"Fiuuh, hampir saja!" Kata Izanami saat ia keluar dari ruangan olahraga


"Apa yang kau lakukan Izanami? Apa kau tidak takut kalau kau akan jadi bahan obrolan orang lain!?" Respon Haru dengan rasa khawatir yang terpampang di wajahnya


"Tenang saja, aku akan mengatasinya nanti. Lagipula, aku yang salah karena menyembunyikan status kita sebagai keluarga dari teman-teman ku. Jadi biarkan aku yang menerima konsekuensinya"


"Tidak, sebagai kakak mu. Aku harus bertanggungjawab"


"Huff... Kau selalu saja seperti itu"


"Apanya?"


"Kau terlalu baik kepada orang lain, sampai-sampai kau melupakan dirimu"


"Eh!?"


"Seperti malam itu. Kau mengeluh kalau orang di sekeliling mu selalu berada di atas mu. Padahal belum tentu seperti apa yang kau pikirkan"


Haru hanya terdiam tanpa merespon apapun. Ketika Izanami melihat kakaknya itu dengan wajah sedihnya. Ia kemudian berkata. "Melihat mu seperti itu, aku menjadi ingat dengan ayahku"


"Ayahmu? Maksudmu sebelum kita bertemu?"


"Ya. Sifatmu itu sangat mirip dengannya. Di hadapan kami ia benar-benar sangat bahagia. Tapi ketika sendiri, ia ternyata memiliki banyak masalah"


"Aku tidak tahu mengenai dunia kerja. Tapi kalau ayahmu seperti itu, mungkin dia benar-benar memiliki banyak tekanan di kerajaannya"


"Tapi jangan khawatirkan aku. Aku bisa mengatasinya kok," kata Haru


"Hah!? Setelah kau mengatakan hal semacam itu, kau ingin aku berdiam diri!? Tidak, kau adalah kakak ku. Dan sebagai adikmu, aku tidak mau juga mengalami hal yang sama"


"Kau benar-benar adik yang merepotkan yaa," kata Haru sambil tersenyum


"Tidak masalah kau mau bilang apa. Kau sudah melakukan yang terbaik merawat ku sebagai kakak ku. Sekarang giliran ku untuk membantu mu"


"Yahh, baiklah. Kalau memang bersikeras seperti itu"


"Pokoknya, kau tidak boleh menyembunyikan masalahmu di hadapan ku!"


"Iya deh iyaa," jawab Haru dengan pasrah di hadapan adiknya itu


"Kalau begitu, sebelum kita pulang. Aku mau ke suatu tempat terlebih dahulu"


"Dimana? Asalkan jangan yang mahal"


"Tenang saja! Ini bahkan gratis kok!"


Haru kemudian mengikuti kemana adiknya itu. Perjalanannya tidak terlalu jauh dari tempatnya. Hanya memakan waktu sekitar 5 menit dengan naik bus


"Tunggu, disini!?" respon Haru


"Hehe. Tempat yang indah untuk memikirkan masalah mu bukan?"

__ADS_1


"Yah, kau benar"


Haru begitu takjub ketika melihat laut yang ada di depannya. Mereka berdua berdiri di tanggul laut sembari menikmati ombak laut yang cukup deras di malam hari


"Apa kau tidak digin Izanami?"


"Tidak kok. Lagian aku habis olahraga, jadi merasakan angin laut membuatku tubuhku kembali segar. Kau sendiri?"


"Sebenarnya aku memang kedinginan, tapi ini tidak apa-apa. Sepertinya aku menyukai tempat ini"


Di tengah-tengah mereka berdiri melihat gelapnya laut yang ada di depannya. Ia tiba-tiba merasakan tangan kirinya di pegang erat oleh adiknya. "Eh, Izanami -san?"


Melihat ke arah adiknya. Wajahnya terlihat memerah. Dan ia mengatakan. "Apa tidak apa-apa aku memegang tangan mu oniichan?"


(Tunggu? apa dia barusan memanggilku oniichan?)


"Y-ya. Lagian kita ini adalah keluarga bukan?"


"Ta-tapi, aku masih sedikit malu kalau kita bukan saudara kandung"


"Sebenarnya aku juga sedikit malu sih"


"Lah, memangnya kau belum begini sebelumnya?" Tanya kembali Izanami


"Begini bagaimana?"


"Yaa memegang tangan gadis lain mungkin?"


"Oh maksudmu seperti sekarang ini? Aku rasa tidak. Aku bahkan belum merasakan pacaran"


"Serius? Aku kira kau mahkluk buaya darat seperti cowok lain. Soalnya aku masih mengingat kau makan bersama dengan gadis lain di hari pertama mu sekolah"


(Kata-katanya benar-benar bikin sakit woi! Tapi jujur saja, tangannya benar-benar halus)


"Sudah kubilang bukan, dia itu hanyalah temanku yang kebetulan kelaparan saat itu. Yah, aku juga tidak memaksa mu untuk percaya sih"


"Aku percaya kok. Kalau kau memang berkata seperti itu"


"Baguslah kalau kau percaya. Tapi bagaimana denganmu? Aku dengar kau sudah memiliki pacar yaa?"


"Memangnya kenapa?"


"Yah, aku khawatir dia akan tahu melihat kita seperti ini"


"Haha, apa kau cemburu oniichan?"


"Eh? Yah, sebenarnya sedikit"


"Tunggu... Apa!?"


"Be-bercanda kok! Haha," respon Haru melihat wajahnya Izanami yang terkejut mendengar jawabannya


"Tenang saja. Bagaimanapun gosip itu beredar, aku tidak akan pacaran kok"


"Eh, kenapa?"


"Itu karena..." Izanami lalu berbalik ke arah Haru dan mencium pipi sebelah kirinya dengan lembut

__ADS_1


"Eh!! Izanami -san?"


"Karena aku selalu menyukai mu oniichan"


__ADS_2