
Kembali saat Haru dan Akihiro baru saja keluar dari perpustakaan dan meninggalkan kedua gadis itu sedikit kebingungan. Tentunya ditinggalkan begitu saja membuat mereka berdua cukup canggung untuk berbicara satu sama lain
Agar mencairkan suasana, Mayumi kemudian bertanya kepada Misaki, si penjaga perpustakaan. "Anu... Aku sebelumnya minta maaf ya, kalau aku mengganggu kebersamaan kalian berdua"
"Aku? Ti-tidak masalah kok! La-lagian, semakin banyak orang semakin baik. Aku juga merasa tidak kesepian jika orang-orang datang di tempat ini"
"Jadi, apa kau sering ke sini saat jam istirahat?"
"Y-ya, haha. Aku memang sudah terbiasa dengan tempat seperti ini"
"Hee... Pantas saja nama mu sering masuk di 10 besar dari 100 siswa terbaik"
"Yahh, haha. Itu hanya kebetulan saja. Oh, iya. Bagaimana hubungan mu dengan Haru?"
"Aku? Hanya sebatas sahabat sih. Tidak lebih dari itu"
"Baguslah, kau tahu? Dulu Haru sangat jarang bergaul dengan perempuan"
"Eh, yang benar? Kenapa kau bisa bilang begitu?", Jawab Mayumi dengan penuh rasa penasarannya, saat Misaki mengatakan hal itu
"Ya, aku berani mengatakan hal ini karena aku pernah pindah ke sekolahnya. Tapi tidak lama, mungkin hanya sekitar 6 bulan, waktu itu aku sekelas dengannya"
"Tunggu? Apa!? Apa Haru tahu soal itu?"
"Tentu saja tidak, dia tidak mungkin percaya kalau aku langsung mengatakan hal yang demikian"
Mayumi bertanya lagi, "kalau begitu. Mengapa kau pindah ke sana dan hanya 6 bulan?"
"Itu waktu aku kelas 3 smp, lebih tepatnya saat pertengahan di tahun ketiga. Ayahku, yang saat itu menjadi seorang inspektur aktif, ditugaskan di luar daerah untuk sementara karena sebuah kasus yang cukup genting. Tidak punya pilihan, kami sekeluarga akhirnya ikut pindah sementara disana, dan tentunya aku bersekolah di mana Haru bersekolah sampai aku selesai"
"Apa yang dikerjakan ayahmu sampai-sampai ia ditugaskan keluar daerah?"
"Mengejar seorang mafia, atau kita biasa menyebutnya sebagai Yakuza. Tentunya saat itu adalah misi yang tidak boleh diketahui oleh publik agar tidak terjadi kepanikan. Bahkan aku harus mengganti namaku saat itu, agar tidak ada yang mencurigai ku saat aku bersekolah disana"
Mayumi kemudian memujinya, "sepertinya ayahmu cukup keren yaa, bisa dipercayakan untuk menangkap salah satu anggota Yakuza"
__ADS_1
Misaki hanya tersenyum kecil, memperbaiki poni rambut berwarna biru tuanya, dan mengingat kembali kejadian saat itu. "Yahh, mungkin terdengar keren. Mungkin kau bisa berpikir kalau ayahmu akan jadi seorang pahlawan yang memberantas kejahatan. Tapi saat itu, aku tidak sebahagia yang kau pikirkan. Aku terus mengkhawatirkan ayahku itu, dan berharap dia baik-baik saja"
Mayumi kemudian menyadari perasaan Misaki, jadi dia tidak berani lagi menanyakan mengenai ayahnya itu. "Ka-kalau begitu, bagaimana dengan Haru? Kenapa kau bisa bertemu dengan mereka?"
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku sekelas dengan Haru saat aku pindah disana. Tapi saat itu, aku yang sangat was-was dengan sekelilingku hanya memutuskan untuk berdiam di kelas dan membaca buku dan hanya sesekali aku ikut bergabung dengan teman-teman ku saat itu. Aku juga terkadang melihat di samping jendela yang dimana para geng berkumpul dengan anggotanya"
"Tunggu dulu, geng? Jangan bilang!"
"Yah, seperti dugaan mu. Haru itu adalah mantan anggota geng yang cukup besar di sekolah itu. Aku bisa yakin dengan banyaknya anggota dari geng tersebut"
(Orang itu adalah mantan anggota geng? Pantas saja saat itu dia tidak terlalu kewalahan saat menghalau tendangan ku) Pikir Mayumi dengan cukup terkejut
Misaki kemudian melanjutkan, "tapi, Haru sekarang sudah sangat berbeda dari yang ku tahu dulu. Dia menjadi pria yang lebih baik daripada sebelumnya. Bahkan jika bukan karena kotak makanannya itu, aku mungkin tidak menyadarinya kalau dia adalah orang yang sama"
"Memangnya ada apa dengan kotak makanannya? Maksudku, apa dia melakukan hal yang sama saat kau bersekolah di sana?"
Misaki kemudian merapikan kotak makanan milik Haru yang ada di mejanya sembari menjawab pertanyaan Mayumi, "yaa, kau benar. Kotak makanan yang kulihat saat pertama kali kami bertemu adalah kotak makanan yang selalu ia bawa saat aku bersekolah di sana. Awalnya aku tidak percaya. Tapi saat ia menyebutkan namanya, aku yakin kalau dia adalah orang yang sama"
"Kenapa dia membawa bekal? Bukannya kalau dia jadi anggota geng, ia dengan mudah mengambil uang dari orang lain? Misalnya dengan mengancamnya, orang lain pasti akan memberikan berapapun yang ia minta"
"Yah, entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya ia tidak ingin melakukan hal itu. Buktinya, Haru merupakan cowok yang cukup populer di kalangan para gadis saat itu"
"Ya, memang sulit dipercaya. Tapi begitulah yang kudengar. Teman-teman sekelas juga kadang membicarakan Haru, tapi sepertinya Haru tidak memperdulikannya karena suatu hal"
"Suatu hal?"
"Aku pernah mendengar gosip kalau Haru pernah sekali berpacaran dengan gadis lain. Tapi gosip itu mengatakan kalau Haru menemukan kalau pacarnya berselingkuh dengan pria lain. Alasan gadis itu berselingkuh karena Haru merupakan cowok yang polos, tidak tahu apa-apa soal memanjakan pasangan, dan ia tidak memiliki kontribusi apa-apa dalam gang nya. Kau tahu, seperti dia hanya masuk di kelompok gang dan tidak melakukan apa-apa"
"Memangnya selingkuhannya memiliki semua itu?"
"Aku tidak tahu lebih jelasnya, tapi kalau gadis itu mengatakan hal yang demikian, maka harusnya begitu"
"Jadi bagaimana respon Haru saat itu? Pasti dia marah besar"
"Hmm... Mungkin bisa dikatakan kau setengah benar. Soalnya bukan Haru yang marah, tapi seluruh geng membenci gadis itu dan selingkuhannya. Karena selingkuhannya itu berada di geng lain, maka geng Haru hampir melakukan serangan besar-besaran terhadap geng selingkuhannya itu"
__ADS_1
"Jadi Haru...?"
"Haru berusaha menenangkannya, ia mengatakan kalau emosi tidak dapat menyelesaikan apa-apa. Aku tidak tahu lebih jelasnya, tapi Haru berhasil meredam kemarahan teman-temannya itu"
"Sepertinya Haru benar-benar dihormati saat itu yaa", respon Mayumi
"Yaa aku juga menganggap Haru seperti itu saat aku disana. Tapi bukan karena itu saja yang membuat Haru semakin dikenal"
"Eh, apa maksudmu?"
"Kau masih ingat tentang ayahku yang ingin mengejar Yakuza? Nah, yang dikejar itu adalah ayahnya Haru"
Mayumi refleks berdiri dari kursinya dan kemudian meresponnya dengan nada tinggi, "heee....!! Tidak mungkin? Ayah Haru seorang Yakuza!?"
Misaki meresponnya dengan tersenyum kecil, "haha, tenanglah. Itu dulu, sekarang lain lagi"
"Apa maksudmu, Misaki!?"
"Saat itu, ayahku mencari seorang Yakuza karena salah satu anggotanya membawa beberapa senjata api yang didapatnya secara ilegal. Orang yang dicurigai adalah ayahnya Haru. Tentu sebagai anak satu-satunya tidak dapat membiarkannya ayahnya pergi begitu saja"
"Jadi bagaimana Haru menolongnya?", Tanya kembali Mayumi
"Sebenarnya gengnya bisa saja ikut dalam membantu Haru untuk membantu ayahnya, tapi Haru sendiri tidak mau membuat teman-temannya itu ikut campur dalam masalah keluarganya. Jadi Haru melakukan hal itu sendirian"
Misaki kemudian melanjutkan, "dan tentunya walaupun tidak mudah dan memakan waktu hampir 2 bulan. Haru kemudian berhasil siapa dalang di kasus itu sebenarnya. Ceritanya sangat panjang, intinya adalah ayahnya dijebak oleh orang lain agar ia bisa melarikan diri"
"Haru melakukan hal itu semuanya? Sendiri? Tunggu, bagaimana kau bisa tahu? Apa kau mendengarkannya juga dari temanmu?"
"Tidak tidak. Kejadian itu sesudah kejadian dimana pacarnya selingkuh, mungkin sekitar 4 bulan setelahnya. Ayahnya lah yang mengatakan itu semua di salah satu podcast. Haru tidak ikut disana, karena kata ayahnya ia tidak mau terlihat menonjol oleh orang lain. Jadi semua itu dikatakan oleh ayahnya"
"Hee... Kau tau banyak juga yaa. Apa tidak masalah jika kau menceritakan masa lalunya Haru kepadaku? Kau tidak khawatir kalau aku akan memberitahukan ini kepada orangnya?"
"Aku tidak menyarankan sih untuk mengatakan kepada orangnya, tapi aku yakin kau akan melakukannya"
"Kenapa bisa kau seyakin itu?"
__ADS_1
"Tentu saja aku tahu, karena kau menyukainya bukan?"
Kata-kata itu membuat Mayumi terdiam sejenak, membuat sekali lagi keheningan di antara mereka berdua