
Beberapa hari telah berlalu, dan Haru masih memikirkan kejadian saat adiknya yaitu Izanami mengatakan perasaannya. Saat memasuki jam istirahat, ia hanya bisa tinggal di kelasnya karena Misaki yang merupakan penjaga perpustakaan sedang ada urusan dengan gurunya di jam istirahat juga
Nasib Akihiro mengenai hubungannya dengan pacarnya juga belum diketahui jelas oleh Haru. Karena setiap ia bertemu, Akihiro tidak pernah menyinggung soal masalahnya. Haru juga merasa tidak enak jika ia bertanya duluan mengenai masalahnya. Jadi untuk sekarang Haru hanya membantunya jika memang diperlukan
"Ahhh... Entah kenapa hari ini aku benar-benar tidak bersemangat seperti biasanya," kata Haru kepada dirinya sendiri
Ia hanya duduk dan menyandarkan wajahnya di atas meja sambil menunggu bel istirahat usai. Ia benar-benar kewalahan dengan adiknya akhir-akhir ini
"Memang yang kuinginkan adalah ingin dekat adikku, tapi bukan seperti ini yang ku maksudkan!"
Haru lalu memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu. Lebih tepatnya saat mereka berdua telah tiba dirumahnya yang dimana sebelumnya ia memutuskan untuk ke pinggir laut untuk menikmati angin malam
Hanya setelah mereka berdua makan malam, Izanami masuk ke kamarnya Haru karena ia ingin membicarakan suatu hal. Tentu ini adalah untuk pertama kalinya mereka berdua berbicara di kamarnya Haru
"Kau tidak membuka baju mu lagi kan seperti waktu itu?" Kata Izanami yang dengan perasaan malu-malunya menanyakan hal yang membuat Haru sedikit heran mendengarnya
"Te-tentu saja! Lagipula aku sudah terbiasa dengan kehadiran mu. Ja-jadi apa yang membuat mu datang kemari?
(Ah, sial. Melihat wajahnya hanya kembali mengingatkan ku pada ciumannya itu)
"Yah, soal itu. Anu, teman-teman sekelas ku ingin melihat mu datang sebagai kakak ku di kelas. Jadi, yaa... Begitulah"
"Tunggu... Jangan bilang kau ingin aku datang ke sana?"
Izanami tidak merespon apa-apa. Ia hanya memalingkan wajahnya dari pandangan kakaknya itu
"Huff... Baiklah, aku akan pikirkan nanti"
"Itu artinya kau tidak bisa?" Tanya adiknya
"Aku tidak bilang begitu. Tapi aku mungkin tidak bisa kalau kau menginginkan aku datang saat jam istirahat nanti. Lagian kenapa mereka ingin sekali melihatku? Bukannya tidak ada yang spesial dari ku?"
"Aku awalnya tidak tahu kalau teman-temanku tiba-tiba ingin melihat mu saat aku bilang kalau kita adalah saudara. A-aku mohon maaf kalau aku membuat mu merepotkan"
"Ti-tidak apa-apa. Lagian ini sudah terjadi, aku akan mengabari mu kalau memang aku siap nantinya"
__ADS_1
"Anuu... Sebelum itu, kau benar-benar tidak mempunyai seorang pacar kan?"
"Y-ya. Bu-bukannya sudah ku katakan sebelumnya?"
"Y-ya, ini hanya untuk memastikannya saja. Kalau begitu, aku kembali ke kamarku"
Setelah mengatakan itu, Izanami langsung berlari ke kamarnya dan menutup pintunya dengan kencang. Haru saat itu benar-benar bingung mengenai apa yang sebenarnya adiknya inginkan darinya dan lebih memilih melupakannya dengan mengerjakan beberapa tugasnya
Sementara itu, adiknya merasa perasaan yang belum ia rasakan sebelumnya. Di kasurnya ia memeluk bantal guling nya dengan erat-erat dan memikirkan mengenai perasaan yang ia rasakan sampai sekarang
"Perasaan apa ini? Kenapa perasaanku merasa bahagia malam ini!? Ahhh... Apalagi aku mencium pipinya. Aghhhh! Aku jadi sangat malu di dihadapan kakak ku kalau aku mengingat kejadian itu lagi. Ditambah lagi jantungku ini selalu berdetak kencang dari tadi! Ahhh.... Aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang"
Semenjak saat itu, perasaan mereka berdua kemudian semakin rumit. Adiknya menyukai kakaknya, tapi kakaknya belum sepenuhnya menerima perasaan adiknya itu. Bukan karena ia tidak mau, tapi karena ia takut orang yang disukainya itu tidak sesuai harapannya
Mengingat semua itu, membuat Haru yang hanya sendirian di dalam kelasnya yang membuatnya semakin lemas untuk makan bekalnya. Untuk menghilangkan rasa cemasnya itu, ia hanya mencoba membuat kerangka ceritanya yang ia sudah buat sebelumnya. Walaupun ia masih tidak tahu mengenai prolog dari ceritanya
Sambil memasang earphone dan memutar beberapa musik, moodnya kembali membaik. Dengan begitu, ia lebih tenang dalam membangun ceritanya. Ia lakukan hal itu sampai bel istirahat telah usai. Teman-temannya juga sudah kembali ke kelasnya. Satu persatu dan beberapa diantara mereka menyapa Haru yang masih duduk di bangkunya
Tak terkecuali dengan Akihiro, Mayumi, dan Rin. Mereka juga menyapa Haru saat ia masuk ke kelasnya sebelum duduk di bangkunya masing-masing
"Iya, iyaa. Lagian aku masih ragu jika aku curhat padamu. Pasti kau menyebarkannya di keesokan harinya"
"Hei, hei. Aku tidak bermaksud begitu!" Jawab Akihiro, padahal memang ia selalu begitu sebelum-sebelumnya
Setelah itu, Akihiro menuju ke bangku pacarnya dan sedikit berbincang dengannya. Meninggalkan Haru yang sekali lagi duduk di bangku belakang
Tak lama kemudian, ada Mayumi dan Rin yang masuk ke dalam kelas. Dua sahabat yang selalu akrab ini kemudian mendatangi Haru yang masih mendengarkan beberapa lagu favoritnya
"Haru!? Apa kau mendengarkan kami?" Kata Mayumi
"Ah! Maaf, maaf. Eh! Rin juga? Ada apa dengan kalian berdua"
"Tidak ada alasan yang khusus sih. Hanya saja, Mayumi ini ingin mengembalikan buku mu yang pernah kau pinjamkan," kata Rin
"Ah! Buku yang waktu ku berikan saat kami menjenguk mu itu kan? Baiklah, terimakasih kalau begitu"
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, gadis ini menyukai catatan mu loh Haru. Dia bilang kau mencatatnya dengan singkat dan rapi. Jadi ia lebih mudah memahaminya jika melihat buku catatan mu," kata Rin
Seketika wajah Mayumi memerah dan langsung menegur sahabatnya itu. "Tunggu, Rin -chan! Apa yang kau katakan!?"
"Ada apa Mayumi? Bukannya kau tadi bilang kalau kau ingin diajarkan langsung oleh Haru," kata Rin
"Rinnn!!"
"Eh? Apa memang kau mengatakan itu Mayumi? Tapi aku juga tidak terlalu pandai dalam beberapa pelajaran"
Mayumi hanya terdiam mendengar pertanyaan itu sambil menahan rasa malunya. Rin kemudian membantu menjawab pertanyaan Haru. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita belajar bersama? Mungkin kita bisa belajar bersama-sama kalau memang kau tidak percaya diri dengan dirimu"
"Yah, boleh-boleh saja sih. Apa aku harus memanggil yang lain juga?"
"Hmm... Mungkin tidak usah dulu untuk sekarang. Soalnya Mayumi hanya ingin kau yang ikut bersama kami"
"Riinnn! Sudah kubilang berapa kali!" Kata Mayumi yang mulai merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan sahabatnya
Haru yang menyadari emosi Mayumi kemudian memotong pembicaraan mereka berdua. "Ka-kalau begitu, mungkin lain kali saja Rin. Aku rasa Mayumi sedang tidak ingin untuk sekarang"
Mayumi kemudian melihat Haru dengan wajah malunya. "A-aku tidak bilang begitu Haru!"
"Eh, kalau begitu?"
"A-aku m-mau sih"
"Eh!? Jadi? Ah, lupakan. Kalau begitu, kabari saja aku kapan kalian ingin belajar bersama"
Rin hanya berusaha menyembunyikan senyumannya itu, merasa kalau rencananya akan berjalan dengan lancar nantinya
Setelah itu, teman-temannya yang lain mulai berdatangan dan masuk ke dalam kelasnya karena memang jam istirahat hampir berakhir. Tapi beberapa menit kemudian, ketua kelasnya mengatakan kalau kali ini gurunya sedang berhalangan karena mengantar siswa yang sedang mengikuti lomba cerdas cermat antar sekolah
Awalnya Haru sangat senang mendengar kabar itu. Itu artinya ada banyak waktu lagi untuk istirahat dan berbaring di bangkunya. Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi karena sesuatu hal yang Haru tidak sangka sebelumnya
...
__ADS_1
...