Masa Kini Atau Masa Depan

Masa Kini Atau Masa Depan
Gelapnya malam


__ADS_3

Tak lama kemudian, ibunya Mayumi keluar dari ruangan dan di tangannya ada segelas minuman jus jeruk yang dingin. "Maaf telah menunggu lama. Aku hanya bisa menghidangkan minuman ini," kata ibunya Mayumi


"Eh, tidak usah repot-repot. Aku hanya ingin mengantar Mayumi ke sini"


(Aduh, bagaimana ini? Aku tidak tahu harus bagaimana. Perasaanku ingin cepat-cepat pulang, tapi disisi lain aku tidak ingin membuat ibu ini tersinggung) pikir Haru sambil meminum seteguk air yang dihidangkan


Ibunya Mayumi kemudian bertanya lagi. "Jadi apa kau baru beberapa minggu di kota ini?"


"I-iya"


"Apa kau sudah melihat-lihat kota ini? Masih banyak tempat yang bisa kau kunjungi"


"Untuk saat ini tidak terlalu banyak, paling jauh mungkin hanya sekitar di pusat perbelanjaan"


"Ah, maksudmu tempat itu ya? Yah itu juga merupakan tempat yang tidak terlalu buruk untuk sekedar jalan-jalan. Tapi kalau kau memang butuh informasi mengenai tempat-tempat wisata di kota ini, kau bisa bertanya kepada Mayumi dan Akihiro"


"Ibu juga mengenal Akihiro yaa?"


"Yaa, bukannya dia sekelas denganmu juga?"


"Dia bahkan salah satu teman dekat ku"


"Ah, itu kabar yang bagus! Akihiro dan Mayumi pasti akan senang dengan kehadiran mu!"


"Hehe, tapi bukannya Akihiro juga orang pindahan? Dia pernah mengatakan kalau dia baru saja pindah di sekolah ini di pertengahan tahun lalu. Kenapa dia bisa begitu dekat dengan Mayumi"


"Memang dia baru pindah disini, tapi bukan berarti dia tidak pernah bertemu dengan Mayumi. Ibunya Akihiro adalah sahabat dekat ku, bahkan sebelum Mayumi lahir. Jadi sejak kecil memang mereka berdua begitu dekat"


"Bukannya itu hebat, dia masih bisa berteman hingga sekarang? Aku sendiri sudah tidak tahu siapa dan dimana teman masa kecil ku"


"Kau benar, tapi akhir-akhir ini mereka berdua terlihat tidak begitu akrab. Akihiro pun juga sudah jarang berkunjung di rumah ini"


"Memangnya sudah berapa lama?" Tanya kembali Haru


"Semenjak Akihiro pindah ke sekolah ini. Mungkin sekitar 3-4 bulan"


"Waduh, sepertinya sudah agak lama"


"Begitulah, aku tidak tahu apa yang membuat hubungan mereka berdua menjadi renggang seperti sekarang. Apa kau tahu sesuatu Haru?"

__ADS_1


"Sayangnya tidak, aku bahkan baru tahu kalau mereka ternyata berteman sejak kecil pada hari ini"


Tentu yang dikatakan Haru adalah kebohongan, ia tidak mungkin memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi kepada ibunya. Menurutnya akan lebih baik jika Mayumi yang berbicara langsung pada ibunya nanti


Ibunya lalu menjawab. "Sayang sekali yaa. Aku hanya bisa berharap kalau mereka berdua bisa memperbaiki hubungan mereka secepat mungkin. Karena setelah lulus, akan lebih baik lagi kalau mereka dapat melanjutkan hubungan mereka berdua


"Melanjutkan hubungan? Apa maksudnya itu?" Tanya kembali Haru


"Kami berdua merencanakan untuk menjodohkan mereka berdua setelah lulus nanti. Kau tahu? Itu merupakan alasan mengapa Akihiro pindah ke sekolah ini. Kau juga berpikir kalau mereka serasi bukan?"


"Eh!? Ah, jangan tanya aku kalau soal itu, haha. Aku benar-benar awam mengenai percintaan. Apalagi aku belum pernah melihat mereka berdua akrab"


"Kau benar juga. Aku baru ingat kalau kau baru datang beberapa minggu yang lalu. Tapi aku hanya berharap padamu agar kau dapat mempererat hubungan mereka berdua"


"Tapi aku tidak yakin apa aku bisa"


"Aku tidak memaksa mu kok. Sesekali mendekatkan mereka berdua itu sudah lebih dari cukup"


"Baiklah, tapi kalau bisa jangan terlalu berharap padaku. Aku tidak dapat menjamin kalau aku dapat mendekatkan mereka berdua"


Mengatakan hal itu, ibunya Mayumi kembali menjadi senang. Tentu karena hal itu sangat membantu bagi ibunya Mayumi. Di samping itu, ada Mayumi yang sudah bersembunyi di balik dinding dan mendengarkan percakapan mereka berdua


Apa yang dikatakan ibunya barusan membuat Mayumi tertekan. Ia memang sudah dengar kalau mereka akan dijodohkan suatu saat nanti. Tapi karena perasaannya kepada Akihiro semakin berkurang, ia merasa khawatir kalau dia akan dipaksa menikah dengan Akihiro


"Disitu kau rupanya!" Kata ibunya sambil membantu Mayumi berjalan


"Ah, Haru. Rupanya kau belum pulang juga," kata Mayumi saat ia duduk di kursi sofa


Ibunya melanjutkan. "Yah, ibu ingin berbicara dengannya sebentar. Ngomong-ngomong bagaimana dengan kaki mu?"


"Setidaknya tidak memburuk"


"Kalau mau lebih efektif lagi, bagusnya kompres kaki mu itu dengan es batu. Es itu dibalut handuk atau kantong, atau rendam kaki mu di dalam wadah yang berisikan es batu. Itu bisa dilakukan selama 15-20 menit setiap 2-3 jam sehari," saran Haru


"Hee... Kau tahu banyak juga ya Haru," kata Mayumi dengan sedikit memasang wajah candanya


"Apanya? Semua orang tahu akan hal itu. Haha! Oh iya, kalau begitu aku duluan yaa. Orang di rumah mungkin sedang menungguku"


"Baiklah, kalau begitu hati-hati dijalan!" Ucap ibunya Mayumi dengan mengantarnya sampai di depan pintu

__ADS_1


"Aku izin pamit dulu yaa, Mayumi"


"Beri salam juga pada orang tuamu"


Hari sudah mulai gelap, dan seperti yang dikatakan adiknya yaitu Izanami, Haru singgah di supermarket terdekat dan membeli beberapa bahan makanan untuk persiapan makan malamnya. Ia juga tidak lupa dengan pesanan Izanami


Orang tuanya sedang pergi ke luar kota untuk beberapa minggu. Meninggalkan Haru dan adiknya disana. Tapi karena itu, hubungan mereka berdua semakin baik


Sesampainya di rumah, ada adiknya yang menyambutnya dengan gembira. Bukan karena Haru, tapi karena pesanan berupa es krim yang ia sudah pesan dari tadi


Melihat salah satu isi kantongan. Izanami semakin gembira karena Haru membelikan salah satu cemilan favoritnya. Susu yogurt dingin yang dijual terbatas. Hanya ada beberapa supermarket yang menjual produk itu, dan tentunya rasa dari yogurt itu terbaik dari yang terbaik


"Tunggu, apa tidak masalah kau membeli cemilan sebanyak ini?" Kata Izanami


"Tidak, sudah kubilang bukan? Karena aku jarang jajan di sekolah. Apalagi saat aku melihat cemilan favorit mu itu, jadi aku rasa itu cukup layak untuk membelikan mu cemilan ini"


"Tapi, harganya terbilang cukup mahal"


"Tidak apa-apa. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan melihat adik kesayangan ku bahagia"


"Apa apaan itu? Dasar menjijikkan," kata Izanami dengan wajahnya yang sedikit tersipu malu


Selesai dengan urusan makanannya, waktunya untuk mereka berdua istirahat. Sebelum tidur, Haru meluangkan waktunya berbaring di kamarnya bermain beberapa game. Sedangkan adiknya, menonton acara kesayangannya


Haru sadar kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk menulis cerita, tapi karena terlalu lelah menggendong Mayumi, ia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya itu


Tapi bukannya menjadi santai, Haru malah terus dibayang-bayangi oleh rasa khawatirnya mengenai masa depannya. Orang-orang di sekitarnya sudah memiliki bakatnya masing-masing. Sebagai contoh, Izanami memiliki bakat di bidang basket, Mayumi di bidang seni bela diri, Misaki dengan kepintarannya. Ia mungkin belum mengetahui kelebihan Akihiro, tapi yang pasti dia lebih baik dalam urusan wanita dibandingkan dirinya


Daripada terlarut dalam pikirannya, Haru memutuskan untuk mengerjakan beberapa tugasnya. Tugas matematika yang tentunya merupakan salah satu pelajaran yang tidak disukai Haru


Ia mengerjakan itu sampai larut malam. Adiknya tentunya sudah tertidur di kamarnya, sedangkan Haru masih sibuk mengerjakan tugasnya. Tak lama kemudian, ia pindah mengerjakan tugasnya dari kamarnya menuju ke ruang utama


Ia membawa beberapa buku catatannya di ruang utama untuk mengerjakan tugas matematikanya itu. Pusing karena masih ada tugas yang tersisa, ia memilih untuk berbaring sebentar di kursi sofanya yang empuk


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sampai saat itu Haru juga belum selesai mengerjakan tugasnya. Karena sudah merasa muak dengan tugas yang diberikan, ia kembali berbicara pada dirinya sendiri


"Huff... Di bidang akademik aku kurang dapat diandalkan, terlebih lagi di bidang olahraga, menulis novel juga susahnya bukan main. Dan ayah sudah sangat percaya padaku, tapi kalau begini terus, sepertinya aku pun juga sudah tidak percaya pada diriku sendiri"


"Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saja..."

__ADS_1


...


...


__ADS_2