
Sepasang mata cokelat tua itu sekarang berada di kamarnya yang cukup luas. Dirinya saat ini sedang rebahan di ranjangnya yang empuk dan hendak bermalas-malasan. Namun dirinya sempat terganggu karena mendengar suara dari luar kamarnya. Suara ketokan terdengar dari luar kamarnya yang menandakan dirinya harus keluar dari kamarnya itu.
Tok...tok....
Suara ketokan pintu yang terdengar pelan namun ingin membuat sepasang mata cokelat itu mengenyitkan matanya karena kegiatan untuk bermalas-malasan terganggu.
"Tuan muda, mengapa kamu tidak makan siang?" ucap pelayannya yang mengetok pintu kamarnya.
Sepasang mata cokelat tua rupanya anak dari keluarga kaya yang cukup berpengaruh di kota Medan. Dia saat ini sedang hendak membayangkan visual cantik dari seorang gadis yang dia kagumi.
"Siapa nama gadis itu ya?" batin pemuda tampan yang memiliki sepasang mata berwarna cokelat.
"Aku hanya bisa mengambar wajahnya melalui sketsa. Nanti suruh asisten ayah mencarinya," batin pemuda tersebut.
Pemuda tersebut yang bernama Anthony Robbins yang memiliki darah dengan kakek buyutnya yang berasal dari Inggris. Karena marga Anthony bernama Robbins dan marga tersebut berasal dari keluarga yang terkenal pada saat zaman lampau. Anthony memiliki perawakan yang tinggi yang seperti leluhurnya dengan rambut yang memiliki warna kuning emas yang dia sangat banggakan dan bola mata yang berwarna cokelat. Membuat Anthony terlihat rupawan bagaikan bak bule asli jika tidak memperhatikan warna bola matanya.
Pemuda tersebut akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan menuju meja makan karena perutnya sudah meronta minta diisi makanan. Pelayan yang tadi sempat mengetok pintu kamarnya memberi hormat kepada majikan kecilnya dan segera menyajikan makan siang yang sudah dari tadi siap namun belum dihidangkan karena majikan kecilnya masih belum mau makan.
"Hidangkan makan siangnya untuk Raden. Karena Raden sudah turun," ucap pelayan yang bermedok dan berlogat Jawa yang selalu memanggil dirinya dengan sebutan "Raden" .
Beberapa koki yang diperkerjakan di rumahnya mulai menghidangkan makan siangnya ke meja makan. Setelah itu pelayan dengan hormat mempersilahkan majikan kecilnya untuk makan siang.
__ADS_1
"Ini makan siangnya, Den. Dimakan ya," ucap pelayan yang berasal dari Jawa dan dibesarkan dari keluarga Jawa.
"Oke, matur nuwun, Pak," ucap Anthony dengan sopan dan mengucapkan terima kasih dalam menggunakan bahasa Jawa.
Setelah melayani majikan kecilnya dan melihat majikan kecilnya sudah memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya, pelayan tersebut meninggalkan Anthony sendirian di meja makan karena mengurus pekerjaan lainnya. Sementara Anthony yang sedang menyantap makan siangnya di ruang makan yang cukup besar sehingga membuat dirinya kesepian. Maklum dirinya merupakan anak tunggal dalam generasi keempat di keluarga Robbins. Mama dan papanya selalu sibuk dalam mengurusi pekerjaannya dan mereka selalu keluar kota atau negeri karena bekerja sama dengan klien yang cukup berpengaruh di kota Medan atau di Indonesia.
Anthony menikmati makan siang dalam keheningan yang cukup. Dia sambil mengamati media sosial melalui tab yang modern yang dibelikan oleh kedua orangtuanya karena berhasil masuk ke salah satu sekolah negeri yang bergengsi. Dirinya melihat dan mencoba mencari akun gadis yang menjadi perhatiannya. Dia mencari melalui akun Instagaram miliknya. Dia mencoba mencari dan menscroll namun belum menemukan satu pun petunjuk mengenai identitas gadis tersebut.
"Sial, seharusnya aku tadi sempatkan untuk memfotonya dengan begitu langsung aku kirim ke asisten andalan papa supaya langsung dapat identitasnya," batin Anthony yang frustrasi dan tidak bisa menemukan akun Instagram milik Selen.
"Sudahlah besok harus dapat minimal fotonya lah supaya mudah untuk menyelidiknya," batinnya kembali.
Karena tidak berhasil maka Anthony mematikan tabnya dan mempercepat makannya karena dia ingin kembali ke kamar tidurnya dan segera tidur sebelum dirinya pergi ke tempat les yang sudah didaftarkan oleh ibunya.
Setelah menghabiskan makan siangnya tanpa memberi tahu pekerja di dapur, Anthony hanya menyusun piring bekas makan siangnya dan meninggalkan di meja makan. Dia menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah sampai di kamarnya, dia membuka pintunya dan melangkah masuk setelah itu dia menutup kembali dan menuju ke ranjangnya yang seperti memanggilnya. Segera dia merebahkan dirinya ke ranjangnya dan langsung tertidur begitu saja tidak sampai semenit.
Sementara pelayan lainnya kebetulan melewati meja makan dan melihat tumpukan makan bekas majika kecilnya dan memanggil pihak dapur untuk membereskannya.
"Hei kamu, mengapa kamu tidak membereskan sisa bekas peralatan makan majikan kecil?" tanya pelayan yang melewati dan memanggil salah satu pengurus dapur.
Pengurus dapur yang paling dekat segera keluar dan menuju ke meja makan. Benar saja peralatan bekas majikan kecilnya belum mereka ambil.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak tahu jika majikan kecil sudah menghabiskannya," ucap pengurus dapur tersebut sambil membereskan dan membawa peralatan bekas yang dipakai oleh majikan kecilnya dan mencucinya di mesin cuci piring yang dibeli oleh majikannya bulan lalu.
"Lalu ke mana majikan kecil?" tanya pelayan tersebut kepada pengurus dapur yang keluar sambil membawa pembersih meja dan lap meja.
"Aku tidak tahu ke mana tuan kecil setelah menghabiskan makan siangnya," ucapnya sambil membersihkan meja makan agar kembali mengkilap.
"Baiklah, kalau begitu. Aku akan mencari majikan kecil," ucap pelayan tersebut pamit dan langsung meninggalkan pengurus dapur yang masih membersihkan meja makan.
Tanpa diketahui oleh pengurus dan asisten rumah tangga jika majikan kecil mereka sedang beristirahat siang di kamar tidurnya. Mereka kehebohan mencari keberadaan majikan kecilnya. Sementara Anthony yang tidak tahu apa-apa masih di alam mimpinya dan memimpikan gadis tersebut tanpa mendengar kehebohan yang terjadi di luar karena pada saat dia tidur maka kebiasaanya adalah memasang alat peredam di kamarnya untuk mencegah kebisingan atau kehebohan yang bisa dia dengar dan mengganggu tidurnya. Sehingga kamarnya saat ini benar-benar tidak kebocoran dan dia tertidur lelap tanpa mengetahui kepanikan orang-orang yang mencarinya karena tidak memberi kabar mengenai dirinya dan kegiatan selanjutnya.
Dalam mimpinya, Anthony bertemu dengan gadis tersebut dengan senyum manisnya pada saat mereka turun ke depan sekolah mereka masing-masing. Senyum manis sang gadis membuat Anthony makin tergila-gila dengan gadis misterius yang belum dia ketahui identitasnya.
Mimpi yang membuat dirinya lupa bangun dan alarm miliknya harus membangunkannya dalam waktu tiga kali dan terakhir dengan alarm yang ada di handphonenya.
Kringgg....kringgg......
Suara alarm yang membuatnya harus membuka matanya. Dengan berat hati dia membuka matanya. Suara ketokkan pintu kembali terdengar kali ini kepala pelayanlah yang mengetok karena mereka hampir tiga jam tidak bisa menemukan majikan kecil mereka. Dan kepala pelayannya memastikan apakah majikan kecilnya memang berada di kamar tidurnya atau tidak.
......ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ......
Ooohh... astaga... masa iya cari majikannya sampai tiga jam? Wah kalau tahu tuan kecil mereka tertidur pulas bagaimana reaksi mereka?
__ADS_1
Gomenasai jika Auhtor gantung lagi ya.....
Jangan lupa dukung terus karya Author. Arigatou gozaimase.