
Untuk kakak-kakak OSIS setelah memastikan kelas X sudah kosong dan mereka menuju ruang OSIS untuk rapat untuk MOS kedua namun sebelum rapat, sebagian kakak OSIS menyempatkan diri untuk ke kantin karena mereka membeli snack ataupun makan siang karena sebagian dari mereka tidak sempat makan di jam istirahat. Lagi pula jam rapatnya masih ada waktu sekitar 10 menit, cukup untuk mereka mengenyangkan perut. Setelah dirasa mereka sudah cukup, mereka kembali ke ruangan OSIS. Mereka mengadakan rapat untuk memastikan kesiapan acara besok. Sementara kakak OSIS rapat, SMA Negeri Kawasan makin sepi dikarenakan banyak murid kelas X yang sudah dijemput dan sudah meninggalkan gedung sekolah mereka dan sementara guru-guru juga sibuk berkemas dan sebagian mereka sudah meninggalkan gedung sekolahnya dan pulang ke rumahnya untuk mempersiapkan acara tersebut.
Sementara itu Selena sudah berada di bus sekolahnya dan sedang dalam perjalannya menuju ke rumahnya. Dia tidak bertemu dengan teman barunya yang menyapanya tadi pagi. Malah dia sekarang duduk berada di samping Ratara, siswa yang satu sekolah dengannya namun berbeda kelas dengan dirinya.
Setelah murid-murid dari SMA Negeri lain memenuhi bus membuat sopir menjalankan bus sekolah dan meninggalkan tempat penghentian bus dan melaju ke jalan raya untuk mengantarkan anak-anak sekolah sesuai dengan alamat mereka yang terdaftar di kartu bus. Sementara bus melaju dengan kecepatan sedang karena sopir yang mengendarai sudah lolos seleksi dan pelatihan dari diknas Pemerintahan Kota Medan. Sementara bus melaju, sebagian siswa ada yang mengobrol dengan siswa lainnya walau berbeda sekolah maupun berbeda kelas. Ada yang memilih untuk tidur sambil mendengarkan musik kesukaan mereka, termasuk Selena yang sudah tertidur dengan headset yang terpasang di telinganya. Dia sangat menyukai lagu barat dan mendengarnya hingga tertidur.
Tanpa Selena sadari ada sepasang mata cokelat yang mengamati dirinya tertidur dari jauh tempat duduknya. Sepasang mata itu tidak lepas memandang Selen yang sudah di alam mimpinya sambil tersenyum misterius.
"Sangat manis gadis itu jika dia tertidur. Aku ingin mendekatinya," batin sepasang mata yang tidak lepas sesenti dan semenit memandang Selen.
Sepasang mata itu harus menghentikan aksinya karena bus sudah berhenti di wilayah rumahnya dan sopir memberi tahunya sehingga dia harus menghentikan acara memperhatikan Selen tertidur.
"Yeah, sayang sekali harus berhenti menatap gadis yang aku tidak tahu namanya," batinnya sambil menatap untuk terkahir di hari pertamanya di bangku SMA. Dia menatap Selen pada saat dia menggendong tas sekolahnya dan keluar dari bus dan melangkah menuju ke rumahnya.
Sementara Selena yang tidak mengetahui jika dirinya sudah diincar masih melanjutkan acara tidurnya. Sehingga ada sepasang mata cokelattua memadangnya dengan tatapan menginginkannya. Dia menatap dalam-dalam wajah cantik dan imut yang sedang memejamkan matanya dengan memamerkan alis mata yang panjang dan lentik.
"Tidak heran ada yang menatap gadis tersebut jika menatapnya maka tidak akan pernah lepas. Mau tidak mau aku harus mendahuluinya dan menjadikan milikku," batin sepasang mata berwarna cokelat tua yang juga menatapnya dan merasakan debaran dalam hatinya sehingga dia menginginkan dengan cepat gadis itu menjadi miliknya.
__ADS_1
Dia dalam sehari ini tidak hanya ditatapi oleh satu orang namun bertambah menjadi dua orang karena tanpa disadari oleh sepasang mata berwarna cokelat tua, sepasang mata yang memakai soflens berwarna biru terang juga menatapnya.
"Dia sangat imut, aku menginginkannya menjadikan dia sebagai temanku," batin sepasang mata yang memakai soflens tersebut mengamati Selena tertidur dengan gaya tidur yang pipi tembemnya membetur tembok bus.
"Pipi itu sangat ingin aku gigit. Pasti rasanya nikmat," batin sepasang mata cokelat tua tersebut ketika melihat pipi tembem Selena yang kanan terbentur ke kiri kaca bus akibat bus membelok ke arah gang rumahnya.
Sama seperti sepasang mata berwarna cokelat ini, sepasang mata berwarna cokelat tua juga harus meminum pil pahit karena acara menatap Selena harus berakhir hari ini. Sementara sepasang mata yang memakai soflens tersebut merasa senang karena dua saingannya sudah tersingkirkan karena arah rumah mereka yang lebih dahulu ketimbang dirinya. Sehingga dia bisa puas menatap gadis yang dalam kelelahannya.
"Apakah harus berakhir untuk menatapnya, aku tidak rela. Karena ada sepasang mata lagi yang menatapnya," batin sepasang mata berwarna cokelattua yang tidak rela jika dia turun ke kompleks rumahnya ternyata merupakan kompleks perumahan berlantai dua.
Sepasang mata berwarna cokelatterebut dengan berat hati harus turun karena sudah dipanggil oleh sopir namanya. Setelah dia turun, sang sopir melanjutkan perjalanan ke kompleks perumahan yang tersisa lima buah termasuk kompleks perumahan Selena.
"Apa aku mengajaknya untuk bercosplay. Maka jika mau itu akan sangat seru," batin sepasang mata yang suka memakai soflens yang berwarna berbeda setiap hari ketika dia pergi ke sekolah dan memiliki hobi yaitu bercosplay.
"Pasti akan sangat menyenangkan jika dia mau bercosplay denganku. Wajahnya yang imut pasti menang banyak dan dia juga bisa memiliki penggemar seperti diriku," batinnya sambil membayangkan jika Selena mau bercosplay dan bergaya atau berpose yang imut karena wajah dan tubuh mungilnya yang mendukung menarik perhatian netizen wibu di Indonesia.
Tidak terasa di dalam bus hanya tersisa Selena dan dua murid lain yang rupanya satu kompleks dengan Selena. Sementara jangan ditanya dengan pengguna soflens. Sama seperti dua orang sebelumnya, dia bersunggut-sunggut dengan bahasa Inggris bercampur bahasa Indonesia pada saat kompleksnya sudah disamperin oleh bus sekolah. Dia juga tidak rela untuk berhenti menatap wajah imut Selena yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
Butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk tiba ke kompleks perumahan Selena dan dua murid yang tersisa. Hingga akhirnya sopir menghentikan busnya karena sudah berada di kompleks dar ketiga anak yang tersisa. Sopir tersebut melihat Selena yang tertidur nyenyak dan menyuruh kedua murid untuk membangunkannya.
"Kalian bangunkan murid yang bernama Selena," perintah sopir yang terlihat seperti berusia empat puluh tahun.
"tetapi, Pak, kami tidak mengenalnya," ucap salah satu murid tersebut ketika disuruh membangunkan siswi lain yang tidak dia kenal karena dia dan temannya itu bukan satu sekolah dengan Selena.
"Sudah, bangunkan saja," ucap sang sopir tersebut.
"Baik, baik, Pak," ucap keduanya serempak.
Penuh perjuangan bagi mereka untuk membangunkan Selena yang pada dasarnya Selena merupakan gadis yang susah dibangunkan. Hingga akhirnya mereka berhasil membangunkannya itu pun keduanya masih dalam acara mengomel karena mereka masih tidak terima jika harus membangunkan siswi yang susah dibangunkan.
"Terima kasih, ya, sudah membangunkan aku," ucap Selena pada saat mereka sudah turun dengan senyum tulusnya.
Namun tidak disangka jika ucapan terima kasih dan senyum tulus Selena diabaikan oleh kedua murid yang sepertinya sebaya namun berbeda sekolah tersebut. Mereka berjalan masuk ke dalam kompleks tersebut dan mencari nomor rumah mereka. Membuat Selena tidak sedih dan melangkah ke nomor 20 gang XV yang merupakan rumahnya. Sesampai di bangunan yang sederhana tersebut, Selena mengetuk pagarnya dengan sopan agar tidak mengganggutetangganya yang mungkin sedang beristirahat atau anak tetangga yang sedang tidur siang.
......ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ......
__ADS_1
Jangan lupa like, share, vote, gif, rate, suscribe, dan comment untuk episode ini ya.
Gomenasai jika mengantung lagi, Author akan usaha update satu hatu satu episode. Bye, Jaa matane, oyasumi.