Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Acara MOS Selanjutnya


__ADS_3

”Kakak mengaspresiasi semangat kalian semua yang sudah mengikuti senam dengan baik dan beri tepuk tangan untuk kita semua,” ucapnya membuat murid-murid kelas X bertepuk tangan karena merasa bahagia jika senam sudah selesai.


”Karena ini sudah melewati jam istriharat dan para guru sudah menyiapkan sesuatu untuk kita semua maka kalian akan mengantre untuk mendapatkan es buah dan gado-gado di depan ruang wakasek dan budidayakan mengantre. Nah sekian dari saya, silakan kalian bubar dan bisa mengantre di depan ruang wakasek,” ucap ketua OSIS lyang langsung membuat para murid kelas X bubar dari tempat mereka dan menuju ke depan ruang wakasek yang terlihat para guru sudah menyiapkan sepanci es buah yang segar untuk dibagi-bagikan kepada siswa kelas X.


Hanya beberapa menit saja, es buah dan gado-gado yang berada di depan ruang wakasek sudah habis ditandas oleh murid-murid kelas X dan kakak OSIS yang juga mendapat bagian mereka secara khusus sehingga es buah mereka sedikit berbeda dengan es buah anak-anak kelas X.


Para murid kelas X yang sudah menerima langsung mencari tempat duduk di sekitar lapangan dengan teman-teman yang baru saja dikenalnya atau teman-teman masa SMP. 


”Halo, perkenalkan namaku Valerine, bolehkan aku duduk di sampingmu?” ucap siswi yang ingin bergabung dan membawa siswi lainnya yang rupanya serupa dengannya kepada Selena pada saat mereka berdua tidak mendapatkan tempat duduk.


”Oh, halo, boleh saja kok karena di smapingku memang kosong,” ucap Selen yang memberikan tempat duduk sebagian agar dua siswi tersebut bisa duduk di sampingnya.


”Terima kasih dan omong-omong kau belum memberi tahu namamu ya?” tanya Valerine dengan lembut dan tersenyum kepada Selena membuat Selena pangling kepada Valerine karena poster tubuhnya sangat ideal dan ramping. Tidak hanya itu, jangan lupa jika Valerine sangat cantik.


”Ah.. maafkan aku, perkenalkan namaku Selene Adven Salim, aku dari kelas X-5,” ucap Selen yang langsung menyebutkan semuanya termasuk nama lengkapnya dan kelasnya membuat Valerine dan siswi lainnya mengangguk mengerti.


”Kalau nama lengkapku adalah Valerine Setiabudi dan aku mempunyai kembaran namun kami berdua tidak sekelas. Aku di kelas X-1 dan aku adiknya,” ucap Valerine yang membuat Selena mengerti karena kakak adik kembar itu sama-sama rupawan dan memiliki tubuh yang proposal.


”Hey, Re, perkenalkan sana namamu,” ucap Valerine yang menyenggol siku kakak kembarnya agar bisa berkenalan dengan teman baru membuat kakak kembarnya melepaskan sedotannya karena dia awalnya minum.


”Vale, kau bawel sekali,baik-baiklah kalau begitu,” ucap kakak kembarnya yang terlihat kesal membuat Selen merasa jika kakak adik tersebut memiliki sifat yang berbeda.

__ADS_1


”Selena ya? Perkenalkan namaku Valere Setiabudi dan aku kakak kembarnya Vale, kelasku X-2,” ucap Valere yang sedikit ketus karena terpaksa berkenalan karena paksaan adik kembarnya membuat Vale tidak enak hati terhadap Selena.


“Selena, maafkan kakak kembarku ya? Dia memang sikapnya seperti itu,” ucap Valerine dengan senyumnya dan nada sopan namun lembut membuat Selen menganggukkan kepalanya.


...****************...


Sementara kakak OSIS lainnya duduk bersama dan sibuk mengobrol entah itu penting maupun tidak penting.


“Hey, kalian liatlah kakak-adik kembar bermarga Setiabudi itu memang paling the best,” ucap Rion yang keluar sifat untuk ingin berkenalan.


“Di kelasku ada kok yang cantik dan ber-body seperti itu,” ucap Leon yang tidak ingin kalah dengan temannya yang seangkatan dan bergabung dengan OSIS.


“Siapa memangnya yang seperti itu di kelasmu? ” tanya Steven yang seumur dengan Leon, Rion, Albert dan Celine.


”Hey, Bert, tumben kau sepertinya melamun?” tanya Leon yang melihat temannya sepertinya lebih diam dan melamun seketika langsung dia goda karena penasarannya yang tinggi.


”Bisakah kau diam saja, Leon? Playboy itu dikurangi bukan malah main pesona,” sindir Albert dengan nada dingin dan kulkasnya membuat Leon hanya bisa menyinyingir namun pandangannya tidak lepas ke seorang gadis mungil nan menggemaskan yang sedang menyuruput minumannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Selena Adven Salim, adik kelasnya sendiri.


Albert yang sibuk menatap sehingga membuat pandangannya tidak lepas kepada Selen yang menikmati makan dan minumannya.


“Albert, kau tidak menyentuh makanan dan minumanmu? Kau sedang melihat apa sih?” tanya Celine yang sebenarnya mempunyai perasaan diam-diam kepada Albert melihat jika Albert tidak menyentuh makanan dan minumannya hanya dipegang saja membuat Albert langsung saja tersadar.

__ADS_1


“Tidak ada apa-apa, Cel, aku hanya melamun dengan tugas OSIS ini loh,” ucap Albert yang terlihat berkilah namun Celine tidak menangkap hal tersebut dan mendengus serta menyuruh Albert untuk segera menghabiskannya.


“Cepat habiskan makanan dan minumannya karena kita akan panduan anak-anak kelas X untuk acara selanjutnya,” ucap Celine yang sedikit tegas dengan pria pujaannya membuat Albert tersenyum dinginnya sembari mengangguk tanda mengerti.


“Baiklah, terima kasih,” ucap Albert dengan singkatnya membuat Celine hanya bisa membatin saja. Dasar Albert, pelit sekali sih untuk berkata-kata.


...****************...


Sehabis menikmati makan dan minum, ketua OSIS segera menyuruh untuk para murid kelas X kembali berbaris sesuai dengan urutan kelas mereka.


“Bagi yang sudah selesai menikmati makan dan minum, ayo kembali berbaris sesuai dengan kelas kalian, seperti awal, kakak kasih waktu tiga puluh menit dan kalian semua harus sudah berbaris rapi di kelas kalian masing-masing,” ucap ketua OSIS membuat para murid kelas X langsung melakukan seperti yang diperintahkan kakak ketua OSIS dan membuat barisan sesuai dengan urutan kelas mereka masing-masing seperti awal mereka.


Setelah tiga puluh menit berlalu, ketua OSIS menyuruh anggotanya untuk mengecek apakah sudah sesuai dengan intruksinya atau belum.


“Kalian sudah semua urunan dan perwakilan kelas mengambil bibit yang sesuai dengan jumlah kelompok yang sudah dibuat oleh kakak-kakak OSIS kalian,” ucap ketua OSIS yang memberi kode agar beberapa anggota mengambil bungkus besar yang merupakan bibit yang kemarin dibeli oleh sekolah untuk acara hari ini.


Setelah seluruh kelas X sudah mendapatkan bibit itu sesuai dengan kelompok yang ada mereka digiring ke taman sekolah yang terlihat cukup luas dan sudah lengkap dengan peralatan untuk berkebun.


“Untuk acara selanjutnya adalah berkebun nanti kami, para OSIS akan memandu kalian dan juga karyawan akan membantu kalian untuk berkebun sehingga kalian mengerti bagaimana caranya berkebun,” ucap wakil ketua OSIS yang sudah di taman tersebut yang berbicara dengan toak agar seluruh siswa kelas X mendengar meski jarak mereka cukup jauh dan juga dalam jumlah yang banyak.


Murid-murid kelas X menjadi penasaran karena mereka tidak mempunyai pengalaman berkebun kecuali beberapa orang termasuk Selen yang memang memiliki hobi berkebun.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu.


__ADS_2