Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Pelajaran Dimulai


__ADS_3

“Terima kasih ya Staunlaus dan kamu bisa kembali duduk,” ucap Bu Laras. 


“Anak-anak mari beri tepuk tangan kepada Staunlaus ya.” 


Setelah siswa dan siswi memberikan tepuk tangan pada saat Staunlaus menuju tempat duduknya dan kembali duduk. Bu Laras kemudian memanggil Selen. “Selen, kamu silakan maju ke depan,” ucap Bu Laras membacakan kertas absensinya. Sementara pada saat itu Selen masih melamun mengingat masa lalunya.


Membuat Bu Laras kembali memanggil dirinya. “Selen…Selen. Apakah kamu mendengarkan saya?” tanya Bu Laras sambil melihat letak tempat duduk Selen. 


Ketika mengetahui jika belakang Selen adalah Staunlaus, Bu Laras menyuruh Staunlaus untuk memanggil Selen. “Staunlaus, kamu bisakan memangil Selen untuk maju ke depan?” tanya Bu Laras kepada Staunlaus di tengah kelas. “Baik, Bu Laras. Akan saya panggilkan Selen,” ucap Staunlaus sambil mencolek punggung kecil Selen dengan tangannya yang panjang.


“Selen…Selen… Kau dipanggil maju ke depan karena waktunya kamu memperkenalkan dirimu,” ucap Staunlaus sambil mencolek punggung kecil Selen yang duduk di depannya. 


Selena yang akhirnya tersedar mengedipkan matanya dan berdiri seketika. Dia mulai maju dan disambut oleh Bu Laras yang tidak seberapa melihat karena tubuh Selen cukup kecil. “Selen. mengapa kau tidak maju?” tanya Bu Laras yang merasa jika Selen memperlambat pelajaran hari ini. 


Sementara Selen yang hendak mencapai papan tulis masih di bangku kedua karena berjalan mendengar pertanyaan Bu Laras segera menjawab, “Saya masih berjalan, Bu,” ungkapnya sambil sudah di depan barisan dan membuat Bu Laras cukup kaget dengan sesosok mungil yang cantik dan menggemaskan. “Aku kira dia anak SMP jika aku tadi tidak memanggil namanya,” batinnya ketika melihat gadis yang bertubuh tidak kurang dari 146 cm tersebut dan memiliki wajah yang oval menggemaskan.


Selen yang sudah di depan papan tulis kelas dan menghadapkan badannya ke depan murid-murid dan membuat semua murid-murid terkejut termasuk dengan Staunlaus. Murid-murid terkejut betapa manis dan menggemaskannya walau dia memiliki tubuh yang mungil. “Dia memiliki tubuh yang begitu mungil dan wajah yang menggemaskan,” komentar salah satu mereka. “Dia pasti loli, kawaii-ne,” komentar salah satu pemuda yang menyukai anime. 


Sementara Staunlaus mematung ketika menatap wajah gadis imut, cantik nan menggemaskan yang memiliki tubuh yang mungil. “Dia….dia adalah beneran Nana,” batin Staunlaus yang tidak lupa dengan wajah gadis imut dan menggemaskan yang sudah berhasil mencuri hatinya sampai tidak bersisa. “Aku tidak akan menyiakan-nyiakan kesempatan untuk menangkap gadis manisku, termasuk Anthony,” batinnya kembali.


Sementara itu, Selen menampilkan senyum manisnya yang menambah keimutan dan kecantikannya yang membuat mata-mata yang melihat langsung mimisan termasuk Anthony yang di mana tanpa sepengetahuan Anthony, Staunlaus tidak suka cara orang-orang yang di dalam kelas yang menatap Selen dengan tatapan memangsa. Selen yang mulai membuka suaranya untuk memperkenalkan diri sendiri.

__ADS_1


“Perkenalkan nama saya adalah Selena Adven Salim dan saya berasal dari SMA Negeri 5. Hobi saya adalah menggambar, bermain musik, dan belajar. Kekurangan saya adalah pendiam dan tinggi badan dan kelebihan saya adalah sopan kepada siapa saja,” ucapnya yang merasa jika tinggi badan miliknya termasuk kekurangan dan dia juga tidak mengerti apa saja kelebihannya karena dia merasa tidak memiliki kelebihan sama sekali. Sementara Staunlaus yang mendengarnya ingin tertawa tetapi dia malah tertawa dengan gaya cool-nya dan hingga terdengan berdamage bagi telinga salah satu gadis yang lumayan cantik dan memiliki tinggi yang hampir seimbang dengan tinggi Staunlaus yang duduk di belakang dirinya . 


“Nana…nana… kau sama sekali tidak berubah ya. Mengaku tidak memiliki kelebihan namun memiliki kelebihan segunung termasuk keimutan, kepolosan, keluguan dan tubuh mungilmu itu,” batinnya yang menatap Selen dengan tatapan yang mendalam. Tidak lupa dia memotret dan mengirimkan kepada ibunya.


Sementara siswa dan siswi lainnya hanya sibuk mengkomentari gadis yang berada di depan mereka. “Tidak hanya memiliki badan mungil dan wajah menggemaskan namun suaranya juga menggemaskan dan kecil kayak loli beneran,” komentar pemuda yang tadi yang menyukai anime. “Ya ampun bikin aku diabetes karena suara dan mukanya,” komentar yang lain. Tidak hanya yang lain, Anthony juga tidak berhenti menatap Selen dengan tatapan memuja dan juga ikut berkomentar. “Dia bikin aku ingin segera memilikinya,” ucapnya yang hanya terdengar oleh Staunlaus sehingga dia hanya bisa mengepalkan tangannya namun dia masih menunggu balasan dari ibunya.


----Flashback on----


Pada saat Selen memperkenalkan dirinya, Staunlaus secara diam-diam memotret Selen dengan handphonenya dan membuka aplikasi chat. Setelah membuka aplikasi chat yang dia gunakan segera dia mencari kontak ibunya yang juga menggunakan aplikasi yang sama seperti dirinya. Setelah menemukan kontak ibunya dia segera mengirim gambar kepada ibunya.


Di aplikasi chatnya.


“ Bun, apakah bunda masih mengingat gadis ini?” tanya Staunlaus pada bundanya melalui aplikasi chatnya yang sudah mengkofirmasikan dirinya daring di aplikasi tersebut. 


“ mengapa? Kau mendapat foto ini dari mana? ” tanya ibunya sebagai balasan.


“Aku mendapatkan karena memofotonya. Dia satu les an denganku” balasnya dengan cepat.


“Bukannya gadis itu teman masa kecil kamu? Kalau tidak salah dia anaknya Pak Salim,” balas ibunya dengan sedikit lama karena sedang mengingat.


“Iya dia teman masa kecil ku tetapi aku ingat namanya Nana,” ucapnya kembali setelah ibunya membalas.

__ADS_1


“Itu kan hanya nama kecilnya dan seperti kau yang dari kecil dipanggil Sie hingga sekarang. Bunda hanya mengingat jika nama gadis itu memiliki marga Salim seperti nama belakang ayahnya yang sering dipanggil Pak Salim oleh tetangga termasuk ayah dan bunda,” ucap ibunya sambil mengetik panjang lebar.


Staunlaus yang membaca pesan terakhir yang dikirim oleh ibunya hanya tersenyum karena dirinya sudah memastikan. “Selen tadi memperkenalkan namanya dengan nama lengkap yang dibelakangnya merupakan Salim dan kata bunda marga Salim adalah marga Pak Salim yang merupakan tetangga dekat di samping rumahnya dan kekasih masa kecilnya juga memiliki nama Salim di belakannya. Lalu juga dia bernama Selena yang kemungkinan nama Nana diambil dari huruf belakang dari nama depannya,” batinnya sambil menganalisis.


“Lalu bunda lihat muka Nana tidak berubah tetap imut dan menggemaskan seperti dia masih kecil,” ucap ibunya membuat notifnya yang tidak menyala mengakibatkan terdengar geteran yang menandakan jika muncul pesan atau pemberitahuan dari handphone-nya dan dia segera membuka dan membaca pesan yang baru saja ibunya mengirimkannya. Setelah membacanya langsung saja membuat Staunlaus terkejut bagaimana saja tidak jika ibunya mengatakan muka Nana tidak berubah dari masa mereka kecil lantas dia mengerti apa yang harus dia tindak untuk mendapatkan Nananya kembali.


“Terima kasih bun atas infonya,” balas Staunlaus dengan cepat.


“Jangan tidak fokus dengan lesmu!” balas ibunya dengan nada penekanan di aplikasi chat.


“Iya iya pasti Sie tidak akan tidak fokus. Pasti fokus kok,” ketiknya dan mengirim ke ibunya.


----Flasback Off----


Staunlaus yang tersenyum yang tidak memudar hingga Selen menghampiri tempat duduknya karena sudah diijinkan oleh Bu Laras dan murid-murid bertepuk tangan. Selen yang berjalan dan menatap depan tanpa sengaja menatap wajah tampan Staunlaus yang sedang tersenyum membuat dirinya terhipnotis. “Senyumannya seperti Sie jika dia tersenyum, Sie versi besar dan tampan. Bagaimana dengan kabar Sie sekarang. Aku kangen,” batinnya saat menatap senyum tampan dari Staunlaus dan tanpa sadar dia bergumam “Sie” gumamnya yang kecil namun cukup terdengar oleh telinga tajam Staunlaus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bagaimana reaksi Staunlaus jika nama kecilnya disebut oleh gadis incarannya yang sudah dia angap sebagai kekasih masa kecilnya? Bagaimana reaksi Selen jika pemuda yang didepannya adalah sosok yang dia rindukan? 


Sorry Author gantung lagi nih…..

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu.


__ADS_2