
Mimpi yang membuat dirinya lupa bangun dan alarm miliknya harus membangunkannya dalam waktu tiga kali dan terakhir dengan alarm yang ada di handphonenya.
Kringgg....kringgg......
Suara alarm yang membuatnya harus membuka matanya. Dengan berat hati dia membuka matanya. Suara ketokkan pintu kembali terdengar kali ini kepala pelayanlah yang mengetok karena mereka hampir tiga jam tidak bisa menemukan majikan kecil mereka. Dan kepala pelayannya memastikan apakah majikan kecilnya memang berada di kamar tidurnya atau tidak.
Kepala pelayan yang sangat panik karena tidak ingin mendapatkan amarah dari tuannya karena gagal menjaga majikan kecilnya.
Sementara suara ketokan dan alarm membuat Anthony mau tidak mau membuka matanya secara lebar agar dirinya bisa bertanya apa tujuannya kepala pelayannya membangunkan dirinya sementara dirinya masih ingin bermimpi mengenai gadis yang dia lihat di bus sekolah pada saat pulang sekolah. Dia segera turun dari ranjangnya dan dengan masih raut muka yang mengantuk dia membukakan pintu kepada kepala pelayan yang mengetok pintu kamarnya.
Kriett..kriet..
Suara pintu yang terbuat dari kayu jati cukup lama terdengar pada saat Anton membukanya. Membuat kepala pelayan yang melihat sosok majikan kecilnya yang masih cukup mengantuk bernafas lega.
"Ada apa paman? mengapa mengetok pintu seperti dikejar oleh setan?" tanya Anton sambil mengucekkan matanya yang masih terlihat menahan kantuk.
Melihat majikan kecilnya yang sepertinya masih kurang mendapatkan asupan tidur yang cukup membuat kepala pelayan sedkit bersalah karena sudah membangunkan majikan kecilnya. Namun kepala pelayan teringat jika hari ini majikan kecilnya sudah memiliki jadwal yang sudah disiapkan oleh majikannya.
"Bukannya jam 4 sore majikan kecil ada les Kimia ya?" batin kepala pelayan melihat jam tangannya yang melingkar di tangannya.
Sementara itu Anthony menunggu kepala pelayan menjawab pertanyaan dan mengulang pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya.
__ADS_1
"Ada apa paman mengetuk pintu kamarku? Apakah ibu atau ayah meneleponku?" tanya Anthony dengan lebih jelas.
Kepala pelayan langsung tersadar akan pertanyaan majikan kecilnya dan langsung menjawab dengan sedikit kegelapan.
"Iya majikan kecil, tadi bapak menelepon paman karena mengingatkan jika majikan kecil jika sore ini ada jadwal yang sudah dibuatkan oleh bapak ke majikan kecil," ucap kepala pelayan tersebut. Sebenarnya kepala pelayan tidak sepenuhnya berbohong tetapi sebagiannya tidak diberi tahukan kepada Anthony karena sebenarnya majikannya memarahinya karena mengira Anthony menghilang.
"Baiklah Paman. Terima kasih sudah mengingatkanku. Aku akan bersiap-siap," ungkap Anthony.
"Baiklah. Kalau begitu paman akan melaporkan. Paman undur dahulu," ungkap pamannya yang berniat mengundurkan diri agar majikan kecilnya bisa bersiap-siap ke tempat kursus Kimia untuk anak SMA.
“Oke, Paman,” ungkap Anthony sambil membalikkan badannya dan menutup pintu kamarnya.
Setelah menutup kembali pintu kamarnya, dirinya melangkahkan kakinya dan menuju lemarinya yang cukup besar. lemari miliknya yang berada di dekat jendela tersebut terbuat dari kayu jati yang cukup tua dengan lapisan warna cokelat tua karena cokelat tua merupakan warna kesukaannya. Dirinya membuka lemaritersebut dan mencari beberapa lehai bajunya yang berkaos namun memiliki kerah. Sesudah mengeluarkan semua kaosnya yang memiliki kerah dia memilah-milah kaus tersebut. Dia ingin tetap staylist dengan gaya pakaian yang santai.
Cukup lama dirinya mencari kausberkerah yang satu kali pun dipakai oleh dirinya dalam kegiatan apa pun. Hingga akhirnya dia menemukan kaus berkerah yang baru dibelikan dalam kurun waktu sebulan oleh sang ayah yang pada saat itu ayahnya baru saja pulang karena mengurusin tender yang penting bagi perusahannya. Sang ayah membelikan kaus tersebut dari negara seberang sebagai hadiah kepada dirinya karena berhasil memasuki salah satu dari sepuluh SMA negeri favorit yaitu SMA Negeri kawasan yang di mana sekolah tersebut tempat perkumpulan siswa dan siswi yang memiliki kecerdesan otak yang cukup tinggi dan juga tentunya nilai rapor selama SMP yang memiliki nilai tinggi di angkatan. Membuat Anthony berdecak senang dan mengambil kaus berkerah tersebut agar asisten rumah tangga bisa menyetrika baju miliknya.
“Akhirnya aku menemukan baju yang tepat,” ucap Anthony dengan girang dan meninggalkan kamar pribadinya dan mencari salah satu asisten rumah tangga yang siapa tahu bisa disuruh oleh dirinya.
Setelah dia turun dari tangga menuju lantai satu kebetulan saja dia bertatap muka dengan salah satu pembantu yang bekerja di rumahnya.
“Kak, aku minta tolong,” ucap Anthony sambil menahan langkah kaki pembantu tersebut yang hampir saja melewati dirinya karena pada saat itu pembantu tersebut sedang melihat handphone miliknya.
__ADS_1
Karena mendadak sang pembantu mendongakkan kepalanya dan melihat jika majikan kecilnya menghadang langkah kakinya dengan cepat agar tidak menabrak majikan kecilnya dia menghentikan langkahnya.
“Ada apa ya?” tanya pembantu tersebut sambil memasukkan telepon genggam model lama ke dalam saku bajunya.
“Bisa disetrika bajuku? Mau aku buat pergi ke les sebentar lagi” ucap Anthony sambil menyerahkan kaus berkerah miliknya ke tangan pembantu dan langsung saja pergi tanpa mendengar pembantunya berkata-kata.
“Ehh, tunggu sebentar…”
Namun apa daya belum selesai mengatakan ucapannya pembantu tersebut mau tidak mau melakukan suruhan majikan kecilnya karena majikan kecilnya sudah menghilang dari pandangannya dengan secepat kilat.
Pembantu tersebut membalikkan badannya dan menuju ke ruangan yang cukup kecil dan menyalakan lampunya agar terlihat jelas di sekililingnya. Rupanya ruangan tersebut merupakan ruangan khusus untuk menyetrika baju-baju majikan beserta istri dan anak semata wayangnya.
Sementara itu Anthony menyiapkan dirinya serapi mungkin.
Langkah pertama yang diambil oleh Anthony adalah mandi agar tubuhnya harum dan segar. Dia segera masuk ke kamar mandinya yang berada di dalam kamar tidurnya. Dia membawa pakaian ganti dan handuk menuju dan menutup kamar mandinya setelah mengantung baju ganti dan handuknya dengan segera dia melepaskan semua pakaiannya sehingga saat ini dirinya tidak berhelai kain lalu Anthony menyalakan showernya dan mulai mandi sambil bersenandung pada saat dirinya melakukan ritual mandi.Terdengar suara gemericik air yang keluar dari shower membuat dirinya mulai menyabuni seluruh tubuhnya dengan sabun yang memiliki aroma maskulin.
Butuh waktu sekitar hampir tiga puluh lima menit dirinya melakukan ritual di sore ini. Setelah selesai dirinya mematikan shower dan mengelap sisa air mandinya yang masih tertinggal di badannya dengan handuk yang sudah dia siapkan setelah badannya kering dari air Anthony memakai baju gantinya dan keluar dari kamar mandinya. Dia mencari pembantu yang sudah dia serahkan kaus berkerahnya untuk disetrika. Dia mencarinya di ruangan yang dikhususkan untuk menyetrika baju-baju jika mereka akan berpergian. Ketika dirinya hendak keluar pelayan yang diserahkan kausnya sudah muncul di depan pintu kamarnya dan hendak mengetuk pintu majikan kecil. Namun sebelum dirinya melakukannya majikan kecilnya sudah membuka pintu kamarnya dan menampilkan wajah terkejutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah pelayannya sudah sigap rupanya. Dan Anthony harus terkejut karena belum dia cari tuh pelayan udah nonggol saja. Wkwkwkwk.
__ADS_1
Penasaran dengan ceritanya? Dukung terus ya dengan cara like, vote, rate, gif, share, subscribe dan comment. Terima kasih.